Kondisi rumput Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) kembali menjadi perhatian menjelang bergulirnya musim 2026/2027. Kali ini, sorotan bukan karena kualitas lapangannya, melainkan tampilan rumput yang terlihat berantakan akibat proses perbaikan dan perawatan yang sedang berlangsung.
Sepanjang musim 2025/2026, lapangan markas Persib Bandung memang kerap menuai kritik. Hamparan rumput di GBLA tampak dipenuhi pola totol-totol yang tidak beraturan sehingga mengurangi kualitas visual stadion, terutama saat pertandingan disiarkan secara langsung di televisi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pola tersebut bukan sengaja dibuat sebagai bagian dari desain lapangan. Kondisi itu muncul akibat kontaminasi beberapa jenis rumput di sejumlah titik serta pertumbuhan akar rumput yang belum merata sehingga memengaruhi tampilan lapangan secara keseluruhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, menjelang dimulainya kompetisi musim baru, Persib bersama pengelola stadion tengah mengoptimalkan proses rehabilitasi dan perawatan rumput agar kualitas lapangan kembali sesuai standar.
Bobotoh yang juga pengamat Persib, Indra Jaya, menilai persoalan utama bukan terletak pada fungsi lapangan, melainkan pada tampilannya yang dinilai kurang sedap dipandang.
"Kalau totol-totolnya dibuat seni ya gak apa-apa tapi kalau berantakan tentu jadi hal yang gak baik juga untuk dilihat apalagi dari layar TV walaupun rumput dan tanahnya rata tapi dari segi visual terlihat kurang baik," kata Indra, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, stadion kebanggaan Bobotoh sudah semestinya memiliki kualitas lapangan yang baik, baik dari sisi teknis maupun estetika. Ia berharap momentum jeda kompetisi dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.
"Sebagai Bobotoh mudah-mudahan ada perbaikan. Seperti tadi dibilang kalau berantakan tanpa pola yang jelas lebih baik direhab semuanya," ujarnya.
Perbaikan rumput GBLA menjadi pekerjaan penting sebelum Persib menghadapi jadwal padat musim 2026/2027. Selain berlaga di kompetisi domestik, Maung Bandung juga akan tampil di AFC Champions League Two sehingga membutuhkan lapangan dengan kualitas terbaik.
Bahkan pelatih Igor Tolic sebelumnya juga mengeluhkan kondisi rumput lapangan pendamping yang menjadi tempat latihan skuat Maung Bandung. Igor mengaku kondisi rumput membuat beban latihan menjadi lebih berat bagi para pemain.
"Kemudian ya saya hanya perlu mengontrol karena lapangan tidak ideal, jadi semuanya sedikit lebih berat dari biasanya," tegas Igor.
Karena itu, ia meminta manajemen untuk bisa segera memperbaiki kondisi rumput lapangan pendamping agar lebih ideal saat digunakan latihan.
"Tapi ya, para pemain bekerja keras dan mereka memberikan yang terbaik, mereka bekerja keras, ya, tapi memang sulit di lapangan seperti ini," pungkasnya.
(bba/tya)
