Aksi nekat mobil lalui Jembatan Gantung di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikadu, Cianjur ternyata bukan yang pertama. Rusaknya jalan utama membuat banyak pemilik mobil memilih mempertaruhkan nyawa demi cepat sampai ke tujuan.
Kepala Desa Mekarwangi Sandi Nurhakim, mengatakan jembatan gantung tersebut dibangun sejak 2018 lalu oleh pemerintah provinsi Jawa Barat.
Di awal pembangunan, pemerintah desa sudah memasang papan larangan melintas bagi kendaraan roda empat. Tetapi plang tersebut hilang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah plangnya hilang. Warga jadi banyak yang melalui jembatan gantung tersebut menggunakan mobil. Tidak hanya mobil keluarga yang viral kemarin, tapi sampai ada pikap yang membawa muatan hasil bumi melintas jembatan gantung," ujar dia, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, warga nekat memilih menantang maut melewati jembatan gantung yang hanya diperuntukan pejalan kaki dan sepeda motor hanya demi mempersingkat waktu tempuh.
Pasalnya akses jalan utama sepanjang 9 kilometer dari Desa Cimaskara Kecamatan Cibinong dan Desa Mekarwangi Kecamatan Cikadu rusak parah.
"Jembatan ini menghubungkan dua kecamatan. Warga nekat melalui jembatan gantung, karena kalau pakai jalan utama rusak parah. Waktu tempuh bisa dua jam, sedangkan kalau lewat jembatan gantung hanya satu jam sudah bisa tiba ke jalan utama provinsi," kata dia.
Namun, lanjut dia, pihaknya tidak membenarkan tindakan tersebut. Sebab tidak hanya membahayakan keselamatan, aksi melalui jembatan gantung menggunakan mobil dapat mempercepat kerusakan jembatan.
"Apapun alasannya tetap tidak dibenarkan. Ini demi keselamatan bersama. Makanya kami sudah bina pengemudi yang kemarin viral. Kemudian akan pasang lagi plang larangan melintas untuk mobil," kata dia.
Kondisi jalan yang menghubungkan Desa Cimaskara Kecamatan Cibinong dan Desa Mekarwangi Kecamatan Cikadu di Cianjur (Foto: Istimewa) |
Tetapi di sisi lain, dia berharap pemerintah segera memperbaiki jalan atau meningkatkan jembatan menjadi permanen.
"Agar lebih optimal, jika tidak ingin ada lagi yang lewat jembatan gantung ya jalan utamanya diperbaiki. Kami harap segera ada perhatian dari pemerintah," kata dia.
Sementara itu, Bupati Cianjur dr Muhammad Wahyu, mengatakan Pemkab Cianjur akan meninjau langsung kondisi di Desa Mekarwangi untuk memastikan penyebab masyarakat kerap melintasi jembatan gantung dengan mobil.
"Kami akan cek ke lokasi, sekaligus pembinaan ke warga," kata dia.
Menurut Wahyu, Pemkab akan menganggarkan perbaikan jalan sepanjang 9 kilometer serta akan membangun jembatan permanen perhubung dua kecamatan.
"Kalau memang penyebabnya jalan, kami upayakan agar segera diperbaiki jalannya. Selain itu jembatan juga ditingkatkan jadi jembatan permanen," kata dia.
(yum/yum)

