Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono memanggil pihak BBKSDA Jawa Barat. Pemanggilan ini dilakukan untuk mengklarifikasi terkait pengelolaan sementara Bandung Zoo atau Kebun Binatang Bandung. Pemanggilan ini juga dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian dua harimau Benggala di Bandung Zoo.
Pertemuan Ono beserta anggota DPRD Jabar lainnya dan pihak BBKSDA Jabar dilakukan di ruang kerja Wakil Ketua DPRD Jabar, Senin (30/3/2026).
Dalam hal ini, Ono menyoroti terkait pakan satwa. Dari hasil inspeksi mendadak (sidak) belum lama ini, Ono mendapatkan informasi terjadi penurunan kualitas makanan untuk satwa di Bandung Zoo.
"Dari daging sapi, jadi daging ayam. Sedangkan ada beberapa hewan, termasuk harimau Benggala, ada ekstra fooding, makanan tertentu, itu tidak disiapkan," kata Ono kepada pejabat BBKSDA Jabar yang hadir dalam kegiatan ini, Senin (30/3/2029).
Di sisi lain, Ono juga menyampaikan keluhan vendor yang mengirim pakan kadang mengalami keterlambatan pembayaran dari Kementerian Kehutanan.
"Belum lagi, ada 300 ekor sekian satwa yang dilindungi dan perlakuan khusus dari segi umur yang dikategorikan sepuh," tambahnya.
Tak hanya itu, Ono juga menyinggung peran Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang dinilai lambat mengatasi konflik di Bandung Zoo, terutama dalam urusan karyawan.
"Wali kota kita (Wali Kota Bandung) senangnya diskusi, tidak satset, terkait menentukan nasib pegawai," ujarnya.
Ono menegaskan kepada jajaran BBKSDA Jabar, jika Kementerian Kehutanan tidak mampu mengatasi masalah di Bandung Zoo, maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar siap turun tangan.
"Saya sudah diskusi dengan Pak Gubernur, Pak Gubernur sudah minta Pak Sekda untuk lakukan pendataan. Kalau kementerian tidak bisa handle, maka Pemprov masuk," ujarnya.
Ono juga menyebutkan bahwa dirinya sebagai Ketua DPW PDI Perjuangan Jabar mendapatkan instruksi langsung dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk menyelesaikan permasalahan di Bandung Zoo, terutama soal kesejahteraan satwa.
"Disisi lain perintah Bu Mega kepada kami, untuk menggalang donasi, hari Sabtu (membahas dengn kader PDI Perjuangan). 239 juta per bulan yang nanti kita distribusikan Bulan April, kita bentuk tim dari Komisi II," tuturnya.
"Langkah ini kita lakukan agar tidak terjadi kejadian satawa mati. Sekali lagi kita tidak masuk konflik dan proses hukum," tegas Ono.
Ono menyebutkan, Kementerian Kehutanan berasosiasi dengan PKBSI dan dia meminta agar disampaikan pesan dari Bu Mega-sapaan karib Megawati Soekarnoputri-agar memperhatikan satwa di Bandung Zoo.
"Jangan bicara duit terus, jangan bicara pendapatan, urusan satawanya," ucap Ono menirukan pesan Bu Mega.
Sementara itu, Kepala Bidang Teknis BBKSDA Jabar Andri Hansen Siregar mengatakan, BBKSDA Jabar sudah memberikan pakan untuk satwa Bandung Zoo sejak bulan Desember 2025 lalu.
"Pakan Rp104 juta per Minggu, itu pakan utama, suplemen belum," kata Andri.
Baca juga: Pengelola Bandung Zoo Diumumkan Bulan Depan |
Andri mengusulkan kepada Ono, jika kondisinya masih seperti ini, agar satwa dilindungi yang ada di Bandung Zoo dipindahkan sementara ke lembaga konservasi lainnya.
Ono mengamini hal itu, namun Andri menyebutkan jika Wali Kota Bandung Muhammad Farhan tidak ingin satwa-satwa dipindahkan berdasarkan arahan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Namun hal itu dibantah Ono, bahkan menurut Ono, Pemprov Jabar ingin ambil alih jika Kementerian Kehutanan tidak mampu menangani masalah Bandung Zoo.
(wip/orb)