Pemkot Bandung akan segera menunjuk pengelola Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo dalam waktu dekat. Rencananya, proses tersebut bakal dilakukan dalam bulan depan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, setelah kematian dua anak harimau Benggala, Huru dan Hara, ia kini fokus terhadap sektor biosecurity di Bandung Zoo. Pekan ini, rencananya, syarat-syarat untuk calon pengelola akan diumumkan terlebih dahulu sampai bisa diseleksi oleh Pemkot Bandung.
"Kita akan mementingkan masalah biosecurity. Minggu ini saya juga akan mengumumkan mengenai syarat-syarat dan mengundang lembaga-lembaga konservasi berbadan hukum yang berminat untuk menjadi pihak ketiga yang melakukan kerja sama pemanfaatan," kata Farhan, Senin (30/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Farhan pun menargetkan, dalam sebulan ke depan, pengelola baru Bandung Zoo bisa segera ditentukan. Sebab, target itu sudah sesuai dengan janjinya ke Kementerian Kehutanan.
"Harus, harus, harus ada. Itu soalnya janji kita kepada Menteri Kehutanan. Dalam sebulan ini, InsyaAllah selesai semuanya," ungkapnya.
Farhan pun meminta tiga syarat untuk pengelola baru Bandung Zoo. Mulai dari mempertahankan pegawai lama, mengedepankan nilai histori dan budaya di Bandung Zoo dan mengapresiasi keluarga Bratakoesoema yang sudah berperan di kawasan tersebut.
"Pada saat bersamaan, kami di Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Kota Bandung akan memperjuangkan hak pegawai terhadap pesangon dan juga simpanan BPJS Ketenagakerjaannya," ujarnya.
Farhan belum bisa menyebutkan secara detail mengenai nilai kerjasama pengelolaan Bandung Zoo. Namun diperkirakan, dalam setahun, area wisata edukasi satwa itu bisa meraup nilai hingga puluhan miliar.
"Saya nggak bisa ngomong apa-apa dulu. Tapi kalau hasil audit Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, itu setahun bisa sampai Rp 26 miliar rupiah," pungkasnya.
(ral/dir)











































