Israel Disebut Dirikan Basis Militer Rahasia Dekat Iran

Kabar Internasional

Israel Disebut Dirikan Basis Militer Rahasia Dekat Iran

Novi Christiastuti - detikJabar
Senin, 18 Mei 2026 22:30 WIB
Bendera Israel di Stockholm, Swedia (Tom Little/Reuters)
Foto: Bendera Israel di Stockholm, Swedia (Tom Little/Reuters)
Jakarta -

Israel dilaporkan membangun dua lokasi militer rahasia di kawasan gurun barat Iraq. Dua fasilitas tersebut disebut digunakan untuk mendukung operasi militer Israel terhadap Iran.

Informasi itu dilaporkan Anadolu Agency pada Senin (18/5/2026), mengutip laporan media Amerika Serikat, The New York Times, yang terbit sehari sebelumnya.

Dalam laporannya, The New York Times mengutip sejumlah pejabat Irak dan pejabat regional yang menyebut dua lokasi tersebut telah digunakan secara berkala oleh Israel selama lebih dari satu tahun di wilayah Irak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para pejabat yang diwawancarai menyebut fasilitas itu dimanfaatkan untuk dukungan udara, pengisian bahan bakar, hingga layanan medis. Lokasi tersebut juga disebut berperan selama perang 12 hari antara Israel dan Iran pada Juni 2025.

ADVERTISEMENT

Salah satu lokasi rahasia itu terungkap setelah seorang penggembala Irak bernama Awad al-Shammari menemukan aktivitas militer mencurigakan di dekat al-Nukhaib pada Maret lalu.

Menurut laporan tersebut, al-Shammari melihat keberadaan helikopter, tenda, dan area yang diduga sebagai landasan pendaratan darurat. Ia kemudian melaporkan temuannya kepada otoritas setempat.

Namun, The New York Times menyebut al-Shammari kemudian menghilang dan ditemukan tewas. Sementara pasukan militer Irak yang dikirim untuk menyelidiki lokasi itu juga dilaporkan mendapat serangan. Sedikitnya satu tentara tewas dan dua lainnya terluka.

Awal Mei lalu, media AS lainnya, The Wall Street Journal, juga melaporkan Israel membangun situs militer rahasia di gurun barat Irak untuk mendukung operasi terhadap Iran.

Meski demikian, seorang pejabat keamanan senior Irak membantah laporan mengenai aktivitas militer Israel di gurun Irak. Dalam pernyataannya kepada Anadolu Agency setelah laporan Wall Street Journal terbit, ia menyebut klaim tersebut sebagai laporan "tidak benar".

Kendati begitu, pejabat tersebut mengakui pasukan Irak sempat menghadapi operasi udara "misterius" di kawasan gurun al-Nukhaib pada Maret lalu dan insiden itu telah ditangani.

Hingga kini, Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan media-media tersebut.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini.

(nvc/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads