Jabar Hari Ini: Maling Motor Diciduk Saat Resepsi Pernikahan

Jabar Hari Ini: Maling Motor Diciduk Saat Resepsi Pernikahan

Tim detikJabar - detikJabar
Senin, 18 Mei 2026 22:00 WIB
Saat H (24) diringkus jajaran Polsek Ibun saat resepsi pernikahan di Ibun, Kabupaten Bandung
Saat H (24) diringkus jajaran Polsek Ibun saat resepsi pernikahan di Ibun, Kabupaten Bandung (Foto: Dok Polsek Ibun)
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat hari ini, Senin, 18 Mei 2026, mulai dari pria di Garut ditangkap polisi saat resepsi hingga sejumlah rumah di pelosok Bandung Barat rusak akibat pergerakan tanah. Berikut rangkuman Jabar hari ini:

Curi Motor di Bandung, Pria Garut Ditangkap Saat Resepsi Pernikahan

Hari pernikahan H (24) yang seharusnya menjadi momen bahagia tiba-tiba berubah. Alih-alih menikmati malam pertama dengan sang istri, H ditangkap polisi setelah prosesi akad nikah.

Penyebabnya, H merupakan pencuri sepeda motor. Ia ditangkap oleh polisi pada Sabtu (16/5), kemudian digelandang ke Mapolsek Ibun, Kabupaten Bandung. "Iya benar hari Sabtu 16 Mei 2026 kemarin kami telah mengamankan pelaku pencurian motor inisial H bekerja sama dengan Polres Garut," ujar Kapolsek Ibun Iptu Deny Fourtjahjanto, kepada detikJabar, Senin (18/5).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa itu bermula saat korban, yang motornya dicuri H, pulang beraktivitas menggunakan sepeda motornya. Korban kemudian menyimpan motor tersebut di garasi depan rumah, Kampung Babakan Panyingkuran, Desa Dukuh, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Rabu 13 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

"Ketika korban hendak beraktivitas kembali pada Kamis 14 Mei 2026 pukul 03.30 WIB, melihat bahwa sepeda motor tersebut sudah tidak ada di tempatnya atau hilang ada yang mencuri," katanya.

Setelah itu korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Ibun. Petugas kemudian langsung mendatangi rumah korban dan melakukan penyelidikan. "Kami langsung melakukan olah TKP dan memintai keterangan para saksi di lapangan dan adanya rekaman CCTV," jelasnya.

Deny mengungkapkan, berdasarkan rekaman CCTV tersebut, petunjuk mengarah kepada pelaku berinisial H yang merupakan warga Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Unit Reskrim Polsek Ibun pun langsung mencari keberadaan pelaku H. "Jajaran Unit Reskrim Polsek Ibun langsung berkoordinasi dengan jajaran Reskrim Polres Garut untuk mencari keberadaan pelaku H," ucapnya.

Setelah itu tim gabungan mendengar informasi terkait pelaku inisial H tengah melangsungkan pernikahan di Gedung PGRI, Jalan Raya Pasundan, Kelurahan Kota Kulon, Kabupaten Garut. "Proses penangkapan dilakukan pada pukul 12.30 WIB setelah pelaku melakasanakan akad nikah. Jadi pelaku diamankan saat sedang prosesi resepsi pernikahannya," ungkapnya.

Deny menjelaskan pelaku langsung diminta untuk berganti baju terlebih dahulu ke kamar ganti dengan pengawalan polisi. Ia pun ditangkap tanpa perlawanan. "Kami juga turut mengamankan motor jenis Beat beserta surat-surat kendaraannya. Kemudian satu buah rekaman video CCTV saat pelaku menjalankan aksinya," bebernya.

Dia menambahkan, pelaku inisial H melakukan aksi pencurian motor bersama rekannya berinisial I alias Awang. Menurutnya saat ini petugas masih memburu pelaku lainnya dalam kasus pencurian motor tersebut.

"Dalam rekaman CCTV, pelaku H beraksi bersama I alias Awang. Pelaku I alias Awang masih kami buru dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO)," pungkasnya.

Wanita Sukabumi Ditemukan Terkapar dengan Luka di Lengan

Seorang perempuan muda berinisial E (22) ditemukan terkapar tak sadarkan diri di kawasan Kampung Ciawitali, Kabupaten Sukabumi, Minggu (17/5). Korban yang awalnya dikira sudah meninggal dunia tersebut, ditemukan dengan luka serius di bagian pergelangan tangan kirinya.

Kapolsek Kalapanunggal, Iptu Aah Saepulrohman, membenarkan adanya laporan dari masyarakat terkait penemuan korban tersebut. Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim medis dari puskesmas setempat.

"Jadi itu awal mulanya berdasarkan laporan dari masyarakat. Awalnya dilaporkan meninggal dunia. Namun, setelah dicek oleh anggota bersama orang Puskesmas, ternyata korban masih hidup," kata Aah saat dikonfirmasi hari ini.

Saat ditemukan di lokasi kejadian, polisi juga menemukan sebilah pisau di dekat tubuh korban. Korban mengalami luka parah yang diduga akibat sayatan di pergelangan tangan kirinya. "Masih hidup, tapi memang di situ ada pisau. Pergelangan tangan kirinya memang luka. Lukanya cukup serius," jelasnya.

Berdasarkan keterangan saksi pemilik warung di sekitar lokasi, korban diketahui sempat menginap selama dua hari dua malam sebelum insiden tersebut terjadi. Selama menginap, korban dilaporkan sempat mencurahkan isi hati (curhat) mengenai masalah pribadi yang tengah dihadapinya.

"Kalau dari keterangan pemilik warung, korban ini sempat menginap dua hari dua malam. Sempat curhat juga terkait masalah keluarganya," ungkap Aah.

Aah menambahkan, pemilik warung sempat mendengar suara benda jatuh yang cukup keras dari arah bawah warung sekitar pukul 11.30 WIB. Sebagai informasi, struktur lokasi warung tersebut berada di bagian atas, sedangkan bagian bawahnya merupakan area selokan atau saluran air.

Saat ini, polisi belum bisa memberikan kesimpulan mutlak terkait motif di balik peristiwa ini, meski ada indikasi ke arah percobaan mengakhiri hidup. Korban yang ditemukan dalam kondisi pingsan langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

"Saat ditinggali (dilihat) napasnya masih ada, denyut nadinya masih ada, langsung dievakuasi. Sempat diperiksa di klinik Puskesmas, tapi karena dokter di sini tidak sanggup dan korban membutuhkan perawatan lanjutan, akhirnya langsung dirujuk ke RSUD Sekarwangi," pungkas Aah.

Pernyataan Persib soal Insiden Usai Hadapi PSM Makassar

Persib Bandung akhirnya buka suara terkait insiden kericuhan yang terjadi usai kemenangan dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Stadion Gelora B. J. Habibie, Parepare, Minggu (17/5) malam.

Sesaat setelah pertandingan berakhir, sejumlah penonton merangsek masuk ke dalam lapangan. Situasi sempat memanas karena beberapa oknum suporter terlihat mengejar pemain Persib yang berusaha meninggalkan lapangan menuju ruang ganti.

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, pemain senior Persib Achmad Jufriyanto bahkan tampak terkena tendangan dari oknum penonton di tengah kekacauan tersebut.

Menanggapi kejadian itu, Head of Communication PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, memastikan seluruh rombongan Persib berada dalam kondisi aman usai pertandingan.

"Alhamdulillah, kami memastikan seluruh pemain, tim pelatih, official, dan rombongan Persib berada dalam kondisi aman, sehat, serta tidak mengalami cedera setelah pertandingan melawan PSM Makassar di Stadion BJ Habibie, Parepare," kata Adhi hari ini.

Menurutnya, keselamatan pemain dan seluruh anggota tim selalu menjadi prioritas utama Persib dalam setiap pertandingan.

"Dalam setiap pertandingan, keselamatan seluruh anggota tim selalu menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, langkah-langkah penyesuaian situasi di lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh pemain dan official dapat kembali ke area yang aman dengan baik," ujarnya.

Atas insiden itu, Persib juga mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas dan rasa saling menghormati demi perkembangan sepak bola Indonesia yang lebih profesional.

"Persib memahami bahwa sepak bola menghadirkan emosi, harapan, dan antusiasme yang besar bagi banyak pihak. Kami percaya semangat sportivitas, saling menghormati, serta menjaga keamanan bersama merupakan bagian penting dalam mendukung perkembangan sepak bola Indonesia yang semakin positif dan profesional," katanya.

Adhi turut mengapresiasi semua pihak yang membantu mengendalikan situasi sehingga rombongan Persib bisa meninggalkan stadion dengan aman pascakericuhan terjadi.

"Kami juga mengapresiasi seluruh pihak yang turut membantu memastikan situasi dapat terkendali sehingga rombongan tim berada dalam kondisi aman," ucapnya.

Usai laga panas di Parepare, Persib kini langsung mengalihkan fokus untuk menghadapi laga terakhir Super League 2025/2026 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 23 Mei mendatang.

"Saat ini fokus Persib sepenuhnya diarahkan pada proses pemulihan kondisi pemain serta persiapan menghadapi pertandingan terakhir musim ini melawan Persijap Jepara pada 23 Mei 2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung," ujar Adhi.

Persib hanya butuh satu poin untuk menyegel gelar juara. Meski tinggal selangkah lagi, Adhi menegaskan tim tetap memilih fokus bekerja dan menyelesaikan musim dengan penuh tanggung jawab.

"Pertandingan tersebut menjadi momen penting bagi tim. Namun sebagaimana prinsip yang selalu dijaga Persib, seluruh elemen tim memilih untuk tetap fokus pada proses, bekerja dengan rendah hati, dan mempersiapkan diri sebaik mungkin hingga laga terakhir," katanya.

"Persib berharap sepak bola Indonesia terus tumbuh menjadi ruang persatuan, kebanggaan, dan inspirasi. Sementara bagi tim, fokus utama saat ini adalah menyelesaikan musim dengan performa terbaik dalam upaya mewujudkan sejarah baru bagi klub," pungkasnya.

Dua Kecelakaan di Bandung Pagi Ini, Satu Sopir Angkot Tewas

Arus lalu lintas di Jalan A.H. Nasution, Kota Bandung, tepatnya di Kecamatan Cinambo, sempat mengalami kemacetan pagi tadi. Hal ini terjadi karena kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua kendaraan di jalan tersebut.

Dari informasi yang diterima, ada dua kendaraan yang terlibat, yakni minibus Daihatsu Sigra bernomor polisi D 1539 OLT yang dikendarai ER (44) dan truk tronton Hino bernomor polisi H 9875 FC yang dikendarai N (37).

"Kronologi kejadian, kendaraan minibus melaju dari arah timur ke barat setiba di TKP menabrak body bak belakang sebelah kiri kendaraan tronton yang sedang berhenti di bahu jalan," kata Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung AKP Fiekry Adi Perdana hari ini.

Tidak ada korban dalam kejadian ini. Dari dokumentasi yang diterima detikJabar, minibus milik ER mengalami kerusakan di bagian kaca depan akibat menabrak bagian bodi bak belakang truk.

"Akibat dari kecelakaan lalu lintas tersebut kedua kendaraan mengalami kerusakan dan kerugian materi kurang lebih Rp2 juta," ujarnya.

Kecelakaan lalu lintas ini diduga terjadi akibat kelalaian pengendara truk tronton yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan.

Kejadian serupa terjadi di Jalan Peta, tepatnya samping RS Immanuel, Kelurahan Situsaeur, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, sekitar pukul 07.45 WIB.

Dalam kejadian ini, ada tiga kendaraan yang terlibat, di antaranya angkot bernomor polisi D 1971 BC yang dikendarai DA (41), minibus Suzuki Ertiga bernomor polisi D 1284 ABQ yang dikendarai BD (54), dan angkot D 1905 WN yang dikendarai UJ (47).

Fiekry menyebutkan, satu orang dilaporkan tewas dalam kejadian ini. "Satu orang meninggal dunia, tiga orang luka ringan, korban meninggal dunia inisial DA sopir angkot," ujarnya.

Kronologi dalam kejadian ini, angkot yang dikendarai DA hilang kendali di TKP akibat pengemudi tidak sadarkan diri. Kendaraan tersebut menabrak trotoar, lalu menghantam minibus Ertiga, hingga akhirnya menabrak angkot lainnya yang tengah berhenti di lampu merah.

"Penyebab, diduga pengemudi DA pada saat melaju hilang kendali sehingga menabrak kendaraan yang sedang berhenti di lampu merah. Kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas tersebut, dalam keadaan laik jalan," pungkasnya.

4 Rumah Rusak-Puluhan Lainnya Terancam Pergerakan Tanah di Pelosok KBB

Empat rumah di Kampung Legok Kadu, RT 02/RW 04, Desa Celak, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) rusak parah akibat bencana pergerakan tanah yang terjadi secara berkala beberapa hari lalu.

Kepala Pelaksana BPBD Bandung Barat Asep Sehabudin mengatakan, rumah yang rusak akibat pergerakan tanah itu rata-rata mengalami kerusakan pada bagian tembok dan lantai. Retakan berkisar lima hingga delapan sentimeter terlihat jelas.

"Ya betul, kami terima laporan kejadian pergerakan tanah. Ada empat rumah rusak, rata-rata kerusakannya pada bagian tembok dan lantai itu dengan rekahan sekitar 5 sentimeter paling kecil," kata Asep saat dikonfirmasi hari ini.

Petugas langsung diterjunkan untuk melakukan asesmen dampak dari bencana pergerakan tanah tersebut. Berdasarkan keterangan warga, pergerakan tanah awalnya terjadi pada 14 Mei 2026 lalu.

"Jadi terjadi secara berkala, kerusakan juga awalnya hanya retakan kecil tapi semakin hari semakin besar. Sekarang memang baru 4 rumah yang sudah mengalami kerusakan, cuma ada rumah lainnya yang terancam pergerakan tanah itu," kata Asep.

Setidaknya pergerakan tanah mengancam hunian milik 37 kepala keluarga (KK) di kampung tersebut. Pihaknya meminta warga untuk mewaspadai potensi pergerakan tanah yang terjadi terus-menerus.

"Ada sekitar 37 KK yang terancam pergerakan tanah. Jadi sementara arahannya kami minta warga mengungsi ke tempat aman, terutama di malam hari," ujar Asep.

Untuk mengungkap penyebabnya, Asep menyebut pihaknya akan menggandeng Badan Geologi untuk melakukan kajian penyebab dan mengetahui kondisi permukiman di wilayah tersebut.

"Kalau dugaan sementara mungkin tanahnya labil, ditambah sekarang masih turun hujan. Cuma untuk memastikan, kami akan bersurat untuk ke pihak terkait agar segera melakukan kajian. Nanti hasilnya akan menjadi penentu penanganan selanjutnya," kata Asep.

Halaman 2 dari 2
(wip/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads