Kalori 3 Butir Nastar Setara 30 Menit Main Padel, Kok Bisa?

Kalori 3 Butir Nastar Setara 30 Menit Main Padel, Kok Bisa?

Fauzan Muhammad - detikJabar
Sabtu, 21 Mar 2026 22:00 WIB
Adu rasa nastar
Ilustrasi nastar. Foto: Detikcom / Atiqa Rana
Bandung -

Ukuran mungil dan polesan kuning mengilat membuat nastar sering dianggap sebagai camilan ringan. Padahal, jika ditinjau dari sisi kandungan gizinya, kudapan khas hari raya ini menyimpan energi yang sangat padat. Bahkan, akumulasi kalori dari beberapa butir nastar bisa menyamai energi yang dikeluarkan saat melakukan olahraga fisik dengan intensitas tinggi.

Banyak orang kerap tidak menyadari seberapa cepat asupan kalori meningkat hanya dari aktivitas mengonsumsi camilan kue kering. Lonjakan energi ini dipicu oleh bahan baku utamanya, yakni kombinasi mentega dengan kadar lemak jenuh tinggi, kuning telur, serta kandungan gula pada selai nanas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir laporan dari detikHealth, nutrisionis Tri Mutiara Ramdani, SGz, MSc, menjelaskan bahwa meski tidak serta-merta bisa disetarakan langsung dengan porsi makan siang lengkap dalam hal nutrisi, nastar tetap merupakan sumber energi yang padat. "Satu buah nastar itu bisa 100-105 kkal. Kalau dari kalorinya bener sih tapi mungkin nggak sepiring nasi juga ya" ungkapnya kepada detikcom, Jumat (21/3/2025).

Olahraga Tren Padel sebagai Tolok Ukur

Sebagai perbandingan, energi dari nastar bisa dikomparasikan dengan padel, olahraga raket yang kini populer di kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta. Padel merupakan jenis olahraga yang menuntut kelincahan kaki, lari cepat jarak pendek, serta kekuatan ayunan tangan yang terus-menerus.

ADVERTISEMENT

Mengutip data dari FatSecret, bermain padel selama 30 menit mampu membakar sekitar 294 kalori. Namun, angka ini tetap bergantung pada berat badan, tingkat metabolisme, serta seberapa tinggi intensitas permainan di lapangan.

Artinya, sesi olahraga selama setengah jam di lapangan padel hanya cukup untuk membakar kalori yang berasal dari sekitar tiga butir nastar (dengan asumsi kandungan kalori per butirnya). Jika seseorang secara tidak sengaja mengonsumsi 5 hingga 10 butir nastar saat berbincang, maka diperlukan waktu berjam-jam di lapangan hanya untuk mencegah energi tersebut berubah menjadi tumpukan lemak.

Perbandingan Kalori Kue Kering Lainnya

Nastar bukan satu-satunya jenis kue yang memicu kenaikan berat badan setelah momen Lebaran. Melansir dari FatSecret, berikut merupakan beberapa jenis kue kering lain yang juga memiliki kandungan energi tidak kalah besar:

  • Kastengel: Kandungan keju dan mentega yang dominan membuat satu kepingnya menyimpan sekitar 21 kalori atau 450-480 kkal/100g.
  • Putri Salju: Balutan gula halus di permukaannya menambah asupan gula sederhana, dengan 480-520 kkal/100g atau 30 kkal/butir.
  • Lidah Kucing: Meski bentuknya tipis, penggunaan margarin yang banyak membuat dua keping lidah kucing mengandung sekitar 36 kalori atau sekitar 456 kkal/100g.

Kombinasi dari berbagai jenis kue ini tanpa pengawasan porsi makan akan memicu surplus kalori. Kelebihan energi ini sulit dihilangkan hanya dengan aktivitas rumah tangga atau rutinitas harian biasa.

Alternatif Pembakaran: Jalan Kaki hingga Bersepeda

Selain padel, pembakaran energi juga bisa diukur melalui aktivitas fisik lainnya. Sebagai gambaran, untuk membuang 100 kalori yang setara dengan konsumsi kue nastar, seseorang dengan berat badan rata-rata memerlukan waktu untuk:

  • Jalan cepat selama 20-25 menit.
  • Bersepeda santai selama 15 menit.
  • Naik-turun tangga selama 10 menit.

Fenomena kenaikan berat badan pasca-Lebaran umumnya terjadi karena ketimpangan antara jumlah makanan yang masuk dengan energi yang dikeluarkan. Memahami bahwa satu butir kue kecil memerlukan upaya fisik nyata untuk dibakar menjadi edukasi penting dalam menjaga kesehatan. Kontrol diri dalam mengambil kue di dalam stoples menjadi kunci agar metabolisme tubuh tetap terjaga tanpa harus menebusnya dengan olahraga yang melelahkan.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads