Mudik bersama anak menjadi momen yang dinanti banyak keluarga saat libur panjang. Selain menjadi kesempatan berkumpul dengan keluarga, perjalanan mudik juga sering dimanfaatkan untuk berlibur bersama anak.
Namun, perjalanan jauh dengan membawa anak bisa menantang. Perlu persiapan khusus agar kesehatan dan keselamatan anak tetap terjaga.
Untuk membantu orang tua mempersiapkan perjalanan mudik yang aman, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merilis panduan lengkap mudik sehat bersama anak. Simak ulasan selengkapnya berikut ini!
Waspada Risiko Penyakit Menular
Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menekankan bahwa salah satu langkah penting sebelum melakukan perjalanan mudik adalah memastikan status imunisasi anak sudah lengkap.
Ia mengatakan, vaksinasi menjadi perlindungan utama bagi anak dari berbagai penyakit menular yang berpotensi menyebar saat musim mudik ketika mobilitas masyarakat meningkat. Terlebih, saat ini virus campak tengah kembali mewabah di berbagai daerah.
"Vaksinasi adalah benteng pertahanan terkuat yang bisa kita berikan kepada anak. Langkah paling krusial sebelum mudik adalah memastikan imunisasi anak Anda lengkap, terutama vaksin MR/MMR," ungkap Piprim dalam keterangan resminya.
IDAI mengingatkan bahwa penyakit seperti campak sangat mudah menular, terutama saat banyak orang berkumpul di tempat umum. Penularannya bahkan dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan influenza.
Oleh karenanya, vaksinasi dua dosis MR atau MMR menjadi cara paling efektif untuk mencegah penularan campak selama mudik. Jika imunisasi anak sudah lengkap sebelum mudik, perlindungan terhadap penyakit tersebut akan lebih optimal.
Protokol Kesehatan Anak Selama Mudik
Selain memastikan vaksinasi lengkap, orang tua juga perlu menjaga kesehatan anak selama perjalanan mudik. IDAI menyarankan beberapa langkah sederhana agar anak tetap sehat selama mudik. Beberapa di antaranya adalah:
Hindari Keramaian
Orang tua sebaiknya mengurangi aktivitas anak di tempat yang terlalu padat selama perjalanan mudik. Anak juga perlu diajarkan menjaga jarak dari orang yang sedang mengalami gejala batuk atau pilek.
Jaga Kebersihan Tangan
Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir perlu tetap dilakukan selama mudik. Jika fasilitas cuci tangan tidak tersedia, orang tua dapat menyiapkan hand sanitizer sebagai alternatif.
Patuhi Etika Batuk dan Bersin
Anak perlu diajarkan menutup mulut menggunakan tisu atau siku saat batuk dan bersin selama perjalanan mudik. Penggunaan masker juga dapat menjadi perlindungan tambahan saat berada di transportasi umum atau tempat ramai.
Tidak Berbagi Barang Pribadi
Untuk mencegah penularan penyakit selama mudik, anak sebaiknya tidak berbagi alat makan, botol minum, atau handuk dengan orang lain.
Pilih Wisata yang Aman
Selain menjaga kesehatan, orang tua juga perlu memperhatikan pemilihan tempat wisata selama mudik agar tetap aman bagi anak. Menurut Piprim, destinasi wisata dalam ruangan dapat menjadi pilihan yang lebih aman selama musim mudik, terutama ketika cuaca tidak menentu.
"Pilihlah destinasi di dalam ruangan seperti museum, pusat sains atau edukasi interaktif, perpustakaan anak, atau taman bermain dalam ruangan. Tempat-tempat ini menawarkan pengalaman seru sekaligus melindungi anak dari hujan dan keramaian berlebihan," jelasnya.
Orang tua juga disarankan memantau prakiraan cuaca sebelum melakukan perjalanan mudik serta memastikan kondisi anak dalam keadaan sehat.
Simak Video "Menyusuri Keindahan Air Terjun untuk Arung Jeram di Makassar"
(mso/mso)