Kasus Campak di Palembang Melonjak, Dinkes Ingatkan Risiko Penularan Saat Mudik

Sumatera Selatan

Kasus Campak di Palembang Melonjak, Dinkes Ingatkan Risiko Penularan Saat Mudik

Nadiya - detikSumbagsel
Kamis, 12 Mar 2026 21:30 WIB
Ilustrasi Campak pada Anak
Ilustrasi campak (Foto: iStock)
Palembang -

Kasus virus campak di Kota Palembang, Sumatera Selatan, dilaporkan mengalami peningkatan signifikan menjelang momen mudik Lebaran 1447 H. Kondisi ini memicu kekhawatiran terkait risiko penularan massal saat kerumunan silaturahmi berlangsung.

Berdasarkan data terbaru Dinkes Palembang, terdapat 456 temuan kasus suspek campak sejak Januari hingga Maret 2026. Dari total temuan tersebut, 65 kasus telah terkonfirmasi positif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Kepala Bidang P2P Dinkes Palembang Yudhi Setiawan mengungkapkan faktor utama merajalelanya virus ini adalah cakupan vaksinasi yang tidak baik. Kondisi ini menyebabkan kekebalan kelompok (herd immunity) tidak terbentuk sehingga penularan terjadi dengan cepat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hampir seluruh kota di Indonesia terjadi peningkatan kasus campak. Kalau kekebalan kelompok tidak terbentuk, penularan akan terus terjadi," ujarnya kepada detikSumbagsel, Rabu (11/3/2026).

ADVERTISEMENT

Menanggapi kondisi tersebut, Dinkes Palembang melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI). Upaya ini berupa pemberian vaksin campak tambahan kepada semua anak usia 9 bulan hingga 59 bulan tanpa memandang riwayat imunisasi sebelumnya.

"Kami juga meminta orang tua mewaspadai gejala khas seperti demam tinggi di atas 39 derajat, sesak napas, kejang, hingga ruam merah yang menyebar cepat di tubuh. Jika gejala tersebut muncul disertai diare atau muntah, anak harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat," jelasnya.

Terkait risiko mudik, dinkes telah berkoordinasi dengan puskesmas dan RS untuk memasifkan edukasi pencegahan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kerumunan silaturahmi antar keluarga yang membawa anak-anak menjadi titik krusial yang harus diwaspadai.

"Yang paling penting adalah imunisasi campak pada balita. Kami mengimbau masyarakat melakukan pencegahan dan memastikan status imunisasi anak lengkap agar momen lebaran tetap aman," tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh Nadiya, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads