Enjang, seorang buruh serabutan, harus menjalani hidup dalam keterbatasan. Ia tinggal di rumah yang nyaris roboh dan selalu bocor setiap kali hujan mengguyur.
Di rumah tersebut, Enjang yang berstatus duda tinggal bersama ibunya, Iyum (70). Dua anak Enjang pun turut merasakan getirnya hidup di hunian yang jauh dari kata layak tersebut.
Keluarga ini menempati rumah berbahan kayu dengan dinding bilik bambu di Kampung Pasirsari Lebak, Desa Patrolsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Bangunan berukuran 4x6 meter itu kondisinya memprihatinkan dan tak lagi mampu menahan air hujan.
Setiap malam, hawa dingin menusuk hingga ke tulang. Mereka terpaksa tidur di atas lantai tanah yang hanya beralaskan karpet tipis tanpa kasur. Tanpa plafon di langit-langit, suhu dingin dan air hujan dengan mudah menembus ke dalam rumah.
"Saya sudah tinggal lama di sini, ada lah dari kecil. Kalau tidur ya di sini di lantai tanah, cuma dialas karpet aja," ujar Enjang, kepada awak media, Jumat (6/2/2026).
Simak Video "Video: Kementerian PKP Renovasi 500 Rumah di Kelurahan Johar Baru"
(mso/mso)