Muncul Pengakuan Pengusaha Diduga Kena Tipu BUMD Kabupaten Bandung

Yuga Hassani - detikJabar
Rabu, 30 Jul 2025 07:45 WIB
Ilustrasi penipuan (Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo).
Kabupaten Bandung -

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Bandung, PT Bandung Daya Sentosa (BDS) diduga melakukan penipuan kepada sejumlah pengusaha. Hal itu terungkap setelah para korban bersuara dan viral di sosial media.

Salah satu pengusaha yang diduga mengalami kerugian adalah Deded Aprila. Pria tersebut merupakan CEO dari perusahaan yang bergerak di bidang supply pangan daging ayam dan telur mengaku mengalami kerugian hingga Rp 33 miliar.

"Iya sekarang ada 19 pengusaha dan salah satunya saya yang menjadi korban. Saya kena tipu paling besar, sebesar Rp33 miliar. Mereka (PT BDS) menyebut kami para vendor. Akan tetapi, bagi kami, 19 perusahaan itu korban," ucap Deded, Rabu (30/7/2025).

Deded menyatakan, awal terlibat bisnis dengan perusahaan daerah itu, saat dia kenal dengan salah satu orang yang berada di pemerintahan. Setelah itu, dia mendapat tawaran untuk melakukan pengadaan daging ayam.

Saat itu, dia diminta pengadaan sebanyak 500 ton ayam per pekan. Namun, karena keterbatasan modal, Deded akhirnya menyetujui pengadaan daging ayam di bawah tawaran kuota.

"Setelah itu saya ketemu sama jajaran pejabat di PT BDS. Akhirnya perusahaan saya uji coba dulu ya empat, enam bulan mungkin awal tahun 2025 baru berkontrak," kata Deded.

Setelah berjalan beberapa bulan, pembayaran pengadaan tersebut sempat mengalami ketersendatan. Kemudian, Deded mempertanyakan pengadaan ayam tersebut untuk kebutuhan apa.

"Saya bertanya ini ayam ke Pak Dirut PT BDS ini ayam sebanyak ini sebenarnya untuk apa. Dia bilang ayam itu untuk program ketahanan pangan. Jadi ayamnya diolah untuk makanan frozen lah," katanya.

Hasil olahan ayam tersebut langsung dikirimkan PT BDS ke PT Cahaya Frozen Raya (CFR). Kemudian setelah itu ayam tersebut disebarkan ke seluruh wilayah Kabupaten Bandung untuk program ketahanan pangan.

"Iya jadi ini untuk ketahanan pangan di Kabupaten Bandung," jelasnya.

Setelah pembayaran tersendat, beberapa bulan setelahnya PT BDS berupaya melakukan pembayaran dengan sistem menyicil. Kemudian beberapa orang di PT tersebut terus menyemangatinya untuk terus bekerjasama.

"Mereka terus menyemangati perusahaan saya. Ayo, Bang Dede, jangan putus asa, nanti soalnya ini banyak yang mau masuk nih, ini bisnis seksi bla-bla, macam-macam. Jadi mereka berusaha untuk meyakinkan saya. Ini aman kok, ini apa kok," ucapnya.

Kemudian pihak perusahaan daerah itu terus meyakinkan jika jalinan bisnis tersebut mengalami kegagalan, akan dibayar menggunakan dana APBD. Namun dirinya tidak terus mempertanyakan uang tersebut.

"Dia bilang kalau ada apa-apa bisa pakai APBD. Waduh sudah kelihat modusnya kan. Apalagi sudah menjanjikan pakai APBD," kata Deded.

Dia berharap, pihak terkait bisa mengembalikan uang sesuai ikatan kontrak dan kerjasama. Sejumlah korban juga telah melakukan langkah hukum demi menyelesaikan masalah yang ada.

"Kami lebih ke pidana. Mereka (pihak PT BDS) terus menggiring ke perdata, kami melihat itu semenjak awal. Kami melapor atas dugaan penipuan, penggelapan, dan penipuan dengan modus membeli barang secara berutang dan tidak berniat untuk membayar lunas," ucap dia.

Simak Video "Video PT BDS Bandung Digeledah Kejari Terkait Dugaan Korupsi"


(mso/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork