Aksi teror pembakaran misterius menghantui warga di kawasan Bandung Raya. Seorang pria tak dikenal (pria ber-hoodie hitam, bermasker, dan beransel) nekat melancarkan aksi pembakaran secara berantai, mulai dari bendera Merah Putih di permukiman warga hingga memicu kebakaran bangunan dan gerobak UMKM di berbagai titik lokasi.
Aksi nekat pelaku teridentifikasi di beberapa wilayah. Pada Minggu (2/8) dini hari, pelaku membakar bendera di Maleber, Kecamatan Andir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak berhenti di situ, pada Selasa (4/8) dini hari sekitar pukul 02.40 WIB, aksi serupa yang menjalar menjadi kebakaran bangunan pecah di Karasak, Kecamatan Astanaanyar, hingga membuat petugas Diskar PB Kota Bandung turun tangan. Aksi dengan ciri-ciri pelaku identik bahkan menyasar terpal gerobak UMKM warga di wilayah Cimahi.
Atas rentetan kejadian yang meresahkan tersebut, Kapolsek Astanaanyar Kompol Fetrizal membenarkan insiden terbaru yang menimpa wilayahnya di Karasak.
"Iya benar di Karasak wilayah Astanaanyar," katanya, Rabu (5/8/2026).
Pihak kepolisian memastikan bahwa korban pemilik rumah telah melayangkan laporan resmi guna ditindaklanjuti secara hukum.
"Pelapor sudah buat laporan, sedang pemeriksaan," ujarnya.
Mengingat pola teror yang kian meluas dan meresahkan masyarakat, penanganan kasus ini kini diambil alih oleh tim gabungan guna mempercepat proses perburuan pelaku.
"Dufan olah TKP bersama Inafis, senang penyelidikan bersama Reskrim Polrestabes," tuturnya.
Fetrizal tak menampik adanya benang merah dari profil pelaku yang beraksi di Astanaanyar dengan kejadian di sejumlah titik sebelumnya.
"Dugaan sementara orang yang sama," pungkasnya.
Sementara itu, penyelidikan atas pembakaran bendera Merah Putih di wilayah Andir juga terus digenjot oleh jajaran Satreskrim Polrestabes Bandung.
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton menegaskan bahwa tim gabungan sedang bekerja ekstra keras di lapangan.
"Terkait kejadian kemarin, ada diduga pembakaran bendera ya pada dini hari yang terjadi di wilayah hukum Polsek Andir. Saat ini sudah dilakukan penyelidikan oleh anggota kami, gabungan dari Polrestabes Bandung maupun dari Polsek Andir," kata Anton, Rabu (5/8/2026).
Mengingat sosok misterius tersebut hingga kini masih bebas berkeliaran, kepolisian sangat mengharapkan peran aktif dan partisipasi masyarakat yang memiliki petunjuk mengenai keberadaan pelaku.
"Ya kami mohon infonya, mohon bantuannya juga ya, saat ini untuk yang diduga pelaku masih dalam tahap penyelidikan kami, untuk menangkap yang bersangkutan ," sebutnya.
Guna memastikan apakah serangkaian teror pembakaran di beberapa titik lokasi ini diorkestrasi oleh orang yang sama, polisi terus mengomparasi rekaman CCTV serta petunjuk di lapangan.
"Ya memang ada indikasi kemiripan dengan TKP lainnya, di wilayah Polsek Astanaanyar juga ya yang ada kemiripan. Tapi kami lagi pastikan apakah memang sama pelakunya atau tidak," katanya.
Penyidik dari tingkat Polsek hingga Polrestabes Bandung telah memeriksa secara maraton sejumlah saksi, termasuk saksi kunci yang melihat arah pelarian pelaku usai beraksi.
"Ya, ada beberapa saksi yang sudah kami mintai keterangan. Yang pertama dari pemilik tempat, ya kemudian saksi yang mengetahui kejadian, dan ada saksi juga yang kami anggap ada kaitan dengan pelaku, yang melihat dan mengetahui pelaku perginya ke arah mana," jelasnya.
Polisi mengimbau warga tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta segera melaporkan sekecil apa pun informasi demi membekuk sosok pembakar misterius tersebut.
"Ya sementara kami masih mendalami apakah ada motif lain ya yang terkait kejadian tersebut. Dan kami juga memohon bantuan dari masyarakat ya, jika melihat atau mendapatkan informasi terkait dugaan pelaku, jangan sungkan untuk memberitahukan kami dari kepolisian ya, baik dari Polsek maupun dari Polrestabes kami akan segera tindak lanjuti informasi tersebut," pungkasnya.
(sya/orb)
