Jangan Asal Terima Telepon, Bisa-bisa Kena Penipuan

Jangan Asal Terima Telepon, Bisa-bisa Kena Penipuan

Tim detikInet - detikJabar
Rabu, 25 Jan 2023 01:31 WIB
Ilustrasi telepon spam Truecaller
Ilustrasi (Foto: Dok. Truecaller).
Jakarta -

Detikers, baiknya sekarang lebih waspada terhadap penipuan. Sebab kini penipuan dapat terjadi dengan segala macam cara.

Penipuan online atau scam kerap terjadi, begitu pun penipuan melalui telepon hingga SMS.

Di Nigeria dan India misalnya, dua negara ini memiliki tingkat spam dan scam tinggi di dunia. Dilansir dari detikInet, Indonesia bahkan menduduki peringkat keenam maraknya kasus spam dan scam.


Biasanya dalam scam, akun pribadi, pulsa, dan tentu saja uang dari ATM dll, jadi incarannya.

Baru-baru ini, asal menerima telepon dari nomor asing bisa berujung kantong kering. Penipuan ini dikenal dengan nama Wangiri (dari Bahasa Jepang berarti sekali berdering lalu berhenti) dan sudah lama menipu banyak orang di dunia.

Modusnya, korban akan menerima misscall kemudian menelepon balik ke nomor tersebut. Setelah diangkat, orang asli sebagai penipu atau Interactive Voice Response (IVR) akan membuat orang menghabiskan waktu untuk tetap terhubung di sambungan.

Wangiri membawa risiko finansial yang signifikan bagi perusahaan telepon dan pengguna.

Namun hingga kini belum ada regulasi yang mengatur dan menargetkan penipuan dengan metode serupa. Selain itu, penipuan Wangiri sering memakai telepon internasional yang sulit untuk dilacak.

Detikers bisa mengambil langkah pencegahan dengan sebelum menerima telepon, lakukan pencarian pada nomor asing yang menelepon perangkatmu. Biasanya, scammer akan memakai nomor yang mirip nomor lokal untuk mengelabui calon korban.

Artikel ini sudah tayang di detikInet, baca selengkapnya di sini.

(aau/mso)