Utang Pemerintah Tasikmalaya Bikin Keuangan RSUD dr Soekardjo Limbung

Faizal Amiruddin - detikJabar
Jumat, 12 Agu 2022 15:01 WIB
Suasana di RSUD dr Soekardjo
Suasana di RSUD dr Soekardjo (Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar)
Tasikmalaya -

Tumpukan utang miliaran rupiah Pemkot dan Pemkab Tasikmalaya kepada RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya membuat limbung kondisi keuangan fasilitas layanan kesehatan rujukan tersebut.

RSUD dr Soekardjo nyaris bangkrut, termasuk sudah tak mampu membeli obat. Untuk mempertahankan operasional sejak bulan Februari hingga Agustus, mereka mengutang obat ke pihak ketiga.

"Utang RSUD ke pihak ketiga sudah mencapai Rp 15 miliar. Sementara kami juga memiliki piutang dari Pemkot Tasik Rp 15 miliar dan Pemkab Tasik Rp 5 miliar," kata Dewan Pengawas RSUD dr Soekardjo Undang Sudrajat, Jumat (12/8/2022).


Dia memaparkan tunggakan kedua Pemda itu merupakan tunggakan dana kesejahteraan sosial atau bekas biaya berobat pasien tidak mampu non BPJS. "Itu utang bekas pasien SKTM (surat keterangan tidak mampu). Pasien miskin yang tak punya BPJS, yang kemudian ditanggung oleh Pemda," kata Undang.

Dia menambahkan tunggakan sebanyak itu merupakan akumulasi dari periode tahun 2021 ditambah tahun 2022 ini.

"Pada tahun 2021, utang Pemkot Tasikmalaya sebesar Rp 8,4 miliar, sedangkan Pemkab Tasikmalaya tahun lalu sebesar Rp 2,4 miliar. Nah masuk tahun 2022 terus bertambah sampai totalnya sekitar Rp 20 miliar," papar Undang.

Wali Kota Tasikmalaya M Yusuf mengaku akan segera mengupayakan pembayaran utang ke RSUD dr Soekardjo tersebut.

"Utang ke RSUD akan dialokasikan, saya sudah minta bagian keuangan untuk segera proses. Sabaraha heula we, nu penting mah mayar (berapa saja dulu, yang penting membayar)," kata M Yusuf, beberapa waktu lalu.

Dia memastikan Pemkot akan membayar utang tersebut, meski dia sendiri belum bisa memastikan kapan pelunasan akan dilaksanakan, apalagi di APBD 2022 pun tidak dianggarkan. "Sudah jadi kewajiban kita membayar, namun memang kondisi keuangan kita terbatas," kata M Yusuf.

Yusuf memaparkan postur APBD Kota Tasikmalaya tahun 2022 mengalami defisit, sehingga ada beberapa kebutuhan yang tidak bisa terpenuhi. "Tahun ini kita defisit sampai Rp 106 miliar, sementara Silpa hanya Rp 49 miliar. Ini yang harus kita tutup dengan peningkatan pendapatan," kata Yusuf.



Simak Video "Tasikmalaya Diguyur Hujan Lebat, RSUD dr Soekardjo Kebanjiran"
[Gambas:Video 20detik]