Jabar Hari Ini: Geng Motor Pembacok Warga Cianjur Ditangkap!

Sudirman Wamad - detikJabar
Rabu, 29 Jun 2022 22:00 WIB
Geng Motor GBR bubarkan diri usai anggotanya bacok seorang bocah di Cianjur
Geng motor di Cianjur ditangkap. (Foto: Ikbal Selamet/detikJabar)
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jabar hari ini, Rabu (29/6/2022). Dari mulai penangkapan geng motor pembacok remaja di Cianjur hingga seorang kakak yang bakar rumah ayahnya gegara adiknya diperkosa.

Berikut rangkuman lima peristiwa di Jabar yang membetot perhatian publik hari ini:

Geng Motor Cianjur Ditangkap

Polisi menangkap lima anggota geng motor yang membacok remaja 14 tahun di Cianjur. Saat melakukan aksi pembacokan, para pelaku diduga tengah dalam keadaan mabuk.


Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan mengungkapkan ke lima pelaku, yakni Fikri Nugraha, Rizki Alfarizi, Yudi Gunawan, Fuad Hasan, dan Widi. Mereka ditangkap di rumahnya masing-masing pada Selasa (28/6) malam.

"Kita amankan kelima tersangka tadi malam, termasuk pelaku utama pembacokan yakni Fikri Nugraha alias Mangkok," ujar Doni, Rabu (29/6/2022).

Menurut Doni, kelima tersangka merupakan anggota Geng Motor GBR. "Mereka dari satu geng motor yang sudah dibubarkan kemarin karena melanggar ikrar yang sudah disepakati beberapa waktu lalu," kata dia.

Doni menyebut sebelum beraksi para pelaku mengkonsumsi minuman keras. Sehingga nekat membacok remaja yang sebelumnya tidak miliki masalah dengan para pelaku.

"Target pelaku ini secara acak dan pelaku berada di bawah pengaruh minuman keras," ucapnya.

Selain mengamankan kelima pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa tiga buah golok, tiga jaket geng motor, dan satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku saat membacok korban.

Pelaku dijerat pasal 170 ayat 2 KUHP dan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 12 Tahun 1951.

"Para pelaku dijerat dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Dzikri Mulki (14), siswa SMP di Kabupaten Cianjur menjadi korban keberingasan geng motor. Korban alami luka di bagian kepala usai dibacok anggota geng motor menggunakan senjata tajam.

Informasi yang dihimpun detikJabar, kejadian pembacokan oleh geng motor itu berawal ketika korban hendak pulang beberapa saat setelah menunaikan salat magrib di masjid di Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur.

Saat menyebrang jalan, melaju belasan anggota geng motor dari arah Jalan Suroso menuju Jalan Ir H Juanda (Selakopi). Korban pun tiba-tiba dihajar dan dibacok oleh anggota geng motor yang membawa senjata tajam tersebut.

Pemoge Tabrak Bocah Pangandaran Dituntut 6 Bulan

Dua pengendara motor gede (pemoge) yang menabrak mati bocah kembar di Pangandaran dituntut 6 bulan penjara dan denda Rp 12 juta subsider 1 bulan. Keduanya dinilai lalai hingga menyebabkan orang meninggal.

Dua terdakwa atas nama Angga Permana dan Agus Wandridituntut dengan pasal 310 UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan. Akibat kelalaiannya menyebabkan orang lain meninggal dunia.

"Minggu kemarin sudah sidang tuntutan. Dua terdakwa atas nama Angga Permana dan Agus Wandri tuntutannya 6 bulan, denda Rp 12 juta subsider 1 bulan," kata Humas Pengadilan Negeri Ciamis Indra Muharam kepada detikJabar, Rabu (29/6/2022).

Indra Muharam menjelaskan selama menjalani proses sidang, dua terdakwa berada di tahanan Lapas Kelas II B Ciamis.

"Jadi dalam kasus ini satu kejadian dua perkara," ungkap Indra.

Sementara untuk sidang putusan, Indra mengatakan sesuai jadwal akan berlangsung pada Rabu 6 Juli 2022 sekitar pukul 09.00 WIB.

Sebelumnya, Polres Ciamis menetapkan dua pengendara motor gede (moge) yang menabrak bocah kembar di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, jadi tersangka. Saat ini keduanya sudah ditahan di Mapolres Ciamis.

Dalam kasus moge tabrak bocah kembar di Pangandaran ini, pasal yang disangkakan oleh polisi adalah Pasal 310 ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009.

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp. 12.000.000.

Kejadian tragis dialami Hasan dan Husen itu berlangsung di dekat SDN 3 Tunggilis, Jalan Raya Banjar-Pangandaran, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, pada Sabtu (12/3/2022), pukul 13.15 WIB.

Rombongan moge tersebut melaju ke arah Pangandaran. Pada saat itu kedua bocah kembar hendak menyeberang jalan.

Penggerebekan Pabrik Mi Berformalin

Sebuah pabrik mi berformalin di Kabupaten Bandung digerebek polisi. Pabrik mi berformalin itu sudah beroperasi selama empat tahun.

Pabrik tersebut terletak di Kampung Pangkalan, Desa Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. Pabrik digerebek personel dari Polresta Bandung pada Rabu (29/6/2022).

"Pada hari ini kami dari Polresta Bandung telah mengungkap kasus oleh pabrik yang memproduksi mi yang mengandung formalin, yang telah diproduksi selama kurang lebih 4 tahun. Namun hari ini bisa kita ungkap," ujar Kapolresta Bandung Kombes Kusworo Wibowo.

Kusworo menjelaskan penggerebekan pabrik mi mengandung formalin itu bermula dari adanya informasi masyarakat. Polisi kemudian turun tangan melakukan penyelidikan.

"Kemudian kita menyelidiki selama satu bulan," ujar Kusworo.

Dari penyelidikan itu, polisi memastikan adanya pembuatan mi berformalin yang dilakukan oleh pabrik tersebut.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan 14 orang. Dari belasan orang tersebut, satu orang berinisial Y ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi turut mengamankan barang bukti dari penggerebekan tersebut. Adapun barang bukti yang disita terdiri atas 5 karung mi yang memiliki berat masing-masing 250 kilo, 5 karung formalin, peralatan masak, hingga bahan baku pembuatan mi.

"Dari sini kita mengamankan 13 saksi dan satu tersangka," ujar Kapolresta Bandung Kombes Kusworo Wibowo kepada wartawan, Rabu (29/6/2022).

Kasat Narkoba Polresta Bandung Kompol Andi Alam mengatakan satu tersangka tersebut diketahui berinisial Y. Dia merupakan pemilik dari pabrik yang sudah melakoni usaha pembuatan mi selama 4 tahun tersebut.

"Tersangka sudah ada, perannya sebagai pemilik," kata Andi.

Pemilik pabrik tersebut kini sudah diamankan polisi. Dia dijerat Pasal 136 juncto Pasal 75 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan. Tersangka tersebut terancam hukuman lima tahun penjara dan denda hingga Rp 10 miliar.

Saber Pungli Rekomendasikan Kepala SMKN 5 Bandung Diberhentikan

Satgas Saber Pungli Jawa Barat telah melakukan gelar perkara atas dugaan pungutan liar penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMKN 5 Bandung. Saber Pungli merekomendasikan agar Kepala Sekolah diberi sanksi pemberhentian sementara.

"Dari hasil gelar perkara, diperoleh keputusan. Satu, merekomendasikan kepada Gubernur untuk memberikan sanksi kepada saudari DN (kepsek), pemberhentian sementara untuk memudahkan pemeriksaan," ucap Kabid Data dan Informasi (Datin) Satgas Saber Pungli Jabar Yudi Ahadiat saat dikonfirmasi, Rabu (29/6/2022).

Gelar perkara sudah dilakukan tim Satgas Saber Pungli Jabar bersama dengan Pokja Yustisi yang juga diikuti Pokja Ahli pada Senin (27/6) kemarin. Selain rekomendasi sanksi, Saber Pungli Jabar juga memutuskan perkara ini dilimpahkan ke Inspektorat Jabar.

"Putusan dari gelar perkara bahwa hasil daripada tim tindak Saber Pungli Jabar dilimpahkan ke Inspektorat Jabar untuk dilakukan pemeriksaan pengelolaan keuangan secara komprehensif," tutur dia.

Yudi menambahkan untuk empat terperiksa yang lain masih akan dilakukan pemeriksaan. Menurut dia, untuk saat ini hasil gelar perkara baru untuk Kepala Sekolah.

"Yang paling utama itukan Kepala Sekolahnya dulu. (Yang empat) tetap beraktifitas seperti biasa. Karena belum kita periksa. Ini kan berproses, belum dilimpahkan ke inspektorat," katanya.

Seperti diketahui, Satgas Saber Pungli Jabar merespons pengaduan masyarakat soal dugaan pungutan PPDB di SMKN 5 Bandung. Saat dilakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah yang terletak di Jalan Bojongkoneng itu, tim mendapati ada duit Rp 40 juta.

Tim melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Sekolah hingga panitia PPDB SMKN 5 lainnya. Total ada lima yang dimintai klarifikasi yakni kepala sekolah berinisial DN, Wakasek berinisial EB, TTG dan AT selaku pegawai kontrak serta TS selaku operator.

Anak Bakar Rumah Ayahnya di Garut

Rumah milik Asep (42), seorang ayah bejat yang tega memperkosa anak sendiri sampai hamil, kini rata dengan tanah usai dibakar anak sulungnya yang juga kakak dari korban. Sama dengan korban, sang kakak juga kini dibawa polisi untuk menjalani trauma healing.

Aksi pembakaran rumah Asep yang berada di kawasan Cihaurkuning, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut itu terjadi pada Senin (27/6) siang lalu. Usut punya usut, ternyata dalangnya adalah anak sulung Asep, atau kakak dari korban pencabulan.

Dia diketahui mengadu kepada kakek dan ketua RT setempat. Dia merasa trauma terhadap aksi keji sang ayah jika melihat rumah tersebut. Sang anak kemudian meminta warga untuk bantu membakar rumahnya itu.

"Kami sudah monitor kejadiannya, dibakar oleh anaknya sendiri," kata Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, Rabu (29/6/2022).

Sang anak membakar rumahnya usai memastikan tidak ada satupun barang berharga yang tersisa di dalam rumah. Usai melakukan aksi pembakaran itu, sang anak didampingi keluarga kemudian membuat surat pernyataan bersama pihak desa setempat.

Wirdhanto menjelaskan, saat ini tiga orang anak Asep, dibawa ke rumah aman Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut. Polwan dan petugas P2TP2A mendampingi mereka selama berada di sana.

"Kita lakukan pendampingan. Kami bekerjasama dengan Pemda Garut untuk melakukan pemulihan dan trauma healing," pungkas Wirdhanto.

Sekadar diketahui, Asep secara keji menyetubuhi anak kandungnya sendiri yang masih berusia 15 tahun hingga hamil. Kejadian yang menghebohkan warga Garut ini terungkap berkat keluarga. Keluarga curiga lantaran anak Asep mengalami perubahan fisik seperti mengandung.

Usai diperiksa, ternyata kecurigaan keluarga terbukti. Sang gadis hamil 5 bulan. Yang mengagetkan, saat diinterogasi, ternyata pelakunya tak lain adalah Asep.

Asep kemudian dilaporkan dan akhirnya ditangkap oleh polisi pada Kamis (23/6) lalu. Kepada penyidik, Asep mengaku mencabuli anaknya 6 kali dari bulan Januari hingga Juni 2022.

Asep berdalih aksi nekatnya itu dilakukan setelah dia bermimpi berhubungan badan dengan sang istri. Saat bangun, dia mengaku sang anak seperti istrinya sendiri.

(sud/ors)