Eks Karyawan Paytren Minta Yusuf Mansur Bayar Tunggakan Gaji dalam 2 Pekan

Rifat Alhamidi - detikJabar
Senin, 27 Jun 2022 12:05 WIB
Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran
Foto: Yusuf Mansur (Iswahyudi / 20detik).
Bandung -

Yusuf Mansur sudah sepakat mau membayar tunggakan gaji 14 eks karyawan PT Veritra Sentosa Internasional atau Paytren sebesar Rp 451 juta. Yusuf Mansur meminta kewajiban pembayaran itu dicicil selama 6 bulan.

Kuasa hukum 14 eks karyawan Paytren, Zaini Mustofa mengatakan, pihak kuasa hukum Yusuf Mansur bersedia membayar cicilan tunggakan gaji mulai bulan Maret 2023. Namun, usulan itu ditolak karena para kliennya meminta pembayaran hak mereka diselesaikan dalam waktu 2 pekan.

"Mereka bersedianya dicicil dalam waktu 6 bulan. Klien kami nolak, karena maunya dibayar dalam waktu 2 minggu aja," kata Zaini kepada detikJabar saat dikonfirmasi via telepon, Senin (27/6/2022).


Zaini menerangkan, tuntutan kliennya ini nanti akan disampaikan dalam sidang bipatrit lanjutan pada Jumat (1/7/2022) di Disnaker Kota Bandung. Jika tuntutan ini tidak dikabulkan, mereka menganggap perundingan bipatrit gagal.

"Masalah hitung-hitungan pembayaran mah sudah cocok, cuma untuk waktu kami minta dibayar paling lambat 2 minggu setelah pertemuan hari Jumat nanti. Kalau misalnya pihak Yusuf Mansur enggak sanggup, maka kami anggap bipatritnya gagal," jelasnya.

Jika kesepakatannya kembali gagal, Zaini dan kliennya berencana mengajukan gugatan ke pengadilan hubungan industrial di Bandung. "Tapi kalau mereka sanggup dengan tuntutan kami, maka perkara ini dianggap sudah selesai dan kami akan buat surat perdamaian," pungkasnya.

Sebelumnya, Zaini mengatakan pihak kuasa hukum Yusuf Mansur telah menyepakati pembayaran gugatan kliennya yang mengajukan gugatan ke Disnaker. Namun, nilai gugatannya berkurang dari gugatan awal sebesar Rp 616 juta.

"Jadi setelah mereka hitung ulang, kesepakatan pembayarannya enggak nyampe Rp 616 juta," kata Zaini saat dikonfirmasi detikJabar via telepon, Senin (27/6/2022).

Zaini menjelaskan, kuasa hukum Yusuf Mansur hanya bersedia membayar sekitar Rp 451 juta. Pihaknya tak mempermasalahkan besaran uang tersebut karena yang penting hak kliennya dibayar oleh Yusuf Mansur.

"Setelah kita rundingkan, enggak masalah bayar segitu. Hitung-hitungannya udah cocok," ungkapnya.

Berdasarkan catatan yang diperlihatkan Zaini, perusahaan Yusuf Mansur menunggak gaji dan pesangon karyawan paling besar di antaranya Rp 101 juta terhadap pegawai berinisial Tubagus Ferry. Kemudian Rp 93 juta untuk Roby Rachmansyah dan Rp 36 juta untuk pegawai atas nama Ruslan Rahmansyah.

(ral/mso)