Ada satu jenis sedekah yang akan diterima Allah SWT. Rasulullah SAW pernah mengatakan hal ini kepada salah seorang sahabat.
Imam Bukhari dalam kitab ke-97, kitab Tauhid, bab ke-23, meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah RA dari Rasulullah SAW yang menyebut bahwa sedekah yang diterima Allah SWT hanya dari sumber yang halal. Rasulullah SAW bersabda,
Ų ŲŲŲ ØĒŲØĩŲØ¯ŲŲŲŲ Ø¨ŲØšŲدŲŲŲ ØĒŲŲ ŲØąŲØŠŲ Ų ŲŲŲ ŲŲØŗŲØ¨Ų ØˇŲŲŲŲØ¨Ų ŲŲŲØ§Ų ŲŲØĩŲØšŲØ¯Ų ØĨŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ØĨŲŲØ§ Ø§ŲØˇŲŲŲŲŲØ¨Ų ŲŲØĨŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ŲŲØĒŲŲŲØ¨ŲŲŲŲŲŲØ§ بŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲ ØĢŲŲ ŲŲ ŲŲØąŲبŲŲŲŲŲØ§ ŲŲØĩŲØ§ØŲبŲŲŲØ§ ŲŲŲ ŲØ§ ŲŲØąŲبŲŲŲ ØŖŲØŲØ¯ŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲŲŲŲ ØŲØĒŲŲŲ ØĒŲŲŲŲŲŲ Ų ŲØĢŲŲŲ Ø§ŲŲØŦŲØ¨ŲŲŲ ØŖØŽØąØŦŲ Ø§ŲØ¨ØŽØ§ØąŲ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Siapa yang bersedekah sebesar biji kurma dari hasil yang halal, dan tidak akan sampai kepada Allah kecuali yang baik (halal), maka Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya kemudian dipelihara untuk orang yang sedekah itu sebagaimana orang yang memelihara anak untanya sampai menjadi sebesar gunung." (HR Bukhari)
Baca juga: Bolehkah Sedekah tapi Masih Punya Utang? |
Hadits tersebut turut dinukil Muhammad Fu'ad Abdul Baqi dalam kitab Hadits Shahih Bukhari Muslim Jilid 2.
Hujjatul Islam Imam al-Ghazali menjelaskan dalam kitab Al-Halal wa Al-Haram, kehalalan mutlak adalah sesuatu yang esensinya tidak dicampuri oleh sifat-sifat yang menyebabkan keharaman pada bendanya dan terlepas dari hal-hal yang membawa keharaman atau kemakruhan.
Menurut Imam al-Ghazali, harta haram yang beredar di masyarakat saat ini lebih banyak akibat muamalah yang tidak sah, syarat-syarat transaksi yang tidak dipenuhi, maraknya praktik riba, dan penumpukan harta para pejabat yang korup.
Sedekah yang Paling Utama
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW turut menjelaskan tentang sedekah yang paling utama. Beliau SAW bersabda,
"Sedekah paling utama adalah yang dilakukan susah payah oleh orang yang berkekurangan. Mulailah dari orang yang engkau nafkahi." (HR Muttafaq 'Alaih)
Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi menjelaskan dalam Akhlaq Al-Islam, berdasarkan hadits tersebut, sedekah yang paling utama adalah sedekah yang dikeluarkan oleh orang yang kekurangan harta, tidak memiliki harta yang berlimpah namun pemasukannya terbatas sementara ia memiliki banyak tanggungan namun tetap menyedekahkan hartanya.
Kerabat terdekat merupakan golongan pertama penerima sedekah. Disebutkan dalam sebuah hadits, Jabir RA berkata,
بŲŲŲØēŲ Ø§ŲŲŲŲØ¨ŲŲŲŲ ØĩŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŗŲŲŲŲŲ Ų ØŖŲŲŲŲ ØąŲØŦŲŲØ§Ų Ų ŲŲŲ ØŖŲØĩŲØŲØ§Ø¨ŲŲŲ ØŖŲØšŲØĒŲŲŲ ØēŲŲŲØ§Ų ŲØ§ ØšŲŲŲ Ø¯ŲØ¨ŲØąŲ ŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲ Ų ŲØ§ŲŲ ØēŲŲŲØąŲŲŲ ŲŲØ¨ŲاؚŲŲŲ Ø¨ŲØĢŲŲ ŲØ§ŲŲŲ ŲØ§ØĻŲØŠŲ Ø¯ŲØąŲŲŲŲ ØĢŲŲ ŲŲ ØŖŲØąŲØŗŲŲŲ Ø¨ŲØĢŲŲ ŲŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲŲŲŲ ØŖŲØŽØąØŦŲ Ø§ŲØ¨ØŽØ§ØąŲ ŲŲ: ŲŠŲŖ ŲØĒØ§Ø¨ Ø§ŲØŖØŲاŲ
Artinya: "Nabi SAW mendapat berita bahwa seorang sahabatnya akan memerdekakan budaknya jika ia mati, padahal ia tidak mempunyai harta selain budak itu, maka Nabi SAW menjual budak itu dengan harga delapan ratus dirham, kemudian uang itu dikirimkan kepada pemilik budak itu." (HR Bukhari dalam kitab ke-93, kitab Hukum)
Imam Bukhari juga mengeluarkan sebuah hadits dalam kitab Hibah bahwa Maimunah RA, istri Nabi SAW memerdekakan budaknya, kemudian memberitahu kepada Nabi SAW, maka Nabi SAW bersabda kepadanya, "Andaikan engkau berikan kepada kerabatmu (yang miskin) niscaya akan lebih besar pahalamu."
Doa untuk Mendapat Keberkahan Sedekah
Merangkum arsip detikHikmah, berikut doa sedekah agar mendapat keberkahan.
ŲŲŲŲŲŲØĒŲ Ø§ŲØĒŲŲŲŲØąŲŲØ¨Ų اŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ ØĒŲØšŲاŲŲŲ ŲŲØ§ØĒŲŲŲŲØ§ØĄŲ ØēŲØļŲØ¨Ų Ø§ŲØąŲŲØ¨ŲŲ ØŦŲ ØŦŲØ§ŲŲ ŲŲØ§ØĒŲŲŲŲØ§ØĄŲ ŲŲØ§ØąŲ ØŦŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØ§ŲØĒŲŲØąŲØŲŲŲ Ų ØšŲŲŲŲ Ø§ŲØ§ØŽŲŲŲØ§ŲŲ ŲŲØĩŲŲŲØŠŲ Ø§ŲØąŲŲØŲŲ Ų ŲŲŲ ŲØšŲاŲŲŲŲØŠŲ Ø§ŲØļŲŲØšŲŲŲØ§ØĄŲ ŲŲŲ ŲØĒŲØ§Ø¨ŲØšŲØŠŲ اŲŲŲŲØ¨ŲŲŲŲ ØĩŲŲ Ø§ŲŲŲ ØšŲŲŲ ŲØŗŲŲ ŲŲØ§ŲØ¯ŲØŽŲاŲŲ Ø§ŲØŗŲŲØąŲŲŲØąŲ ØšŲŲŲŲ Ø§ŲŲØ§ŲØŽŲŲŲØ§ŲŲ ŲŲØ¯ŲŲŲØšŲ Ø§ŲØ¨ŲŲØ§ŲØĄŲ ØšŲŲŲŲŲ ŲŲØšŲŲŲ ØŗŲØ§ØĻŲØąŲ اŲŲŲ ŲØŗŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲØ§ŲŲŲŲØ§ŲŲŲ Ų ŲŲ ŲŲØ§ ØąŲØ˛ŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲØąŲ اŲŲŲŲŲŲØŗŲ ŲŲØ§ŲØ´ŲŲŲŲØˇŲاŲŲ
Latin: Nawaitut taqoruba ilallahi ta'ala wattiqoaa ghadlabir rabbi jalla jalaluhu wattiqoa nari jahannama wattarakhkhuma 'ala ikhwani wa shilatur rahimi wa mu'awanatadh dlu'afai wa mutaba'atan nabiyyi shallallahu 'alaihi wa sallama wa idkholas sururi 'alal ikhwani wa daf'il balai 'anhu wa 'an sairil muslimina wal infaqo mimma razaqohullahu wa qohran nafsi wasy syaithoni.
Artinya: "Aku niat (bersedekah) untuk mendekatkan diri kepada Allah, menghindari murka Tuhan, menghindari api neraka jahannam, berbelas kasih kepada saudara dan menyambung silaturahmi, membantu orang-orang yang lemah, mengikuti Nabi SAW, memasukkan kebahagiaan pada saudara, menolak turunnya dari mereka dan semua kaum muslimin, menafkahkan rezeki yang diberikan oleh Allah, dan untuk mengalahkan nafsu dan setan."
Umat Islam juga bisa membaca doa berikut:
ØąŲØ¨ŲŲŲŲØ§ ØĒŲŲŲØ¨ŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲØ§ ØĨŲŲŲŲŲŲ ØŖŲŲŲØĒŲ Ø§ŲØŗŲŲŲ ŲŲØšŲ اŲŲØšŲŲŲŲŲ Ų
Latin: Rabbana taqabbal minna innaka antas sami'ul alim.
Artinya: "Ya Tuhan kami, terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
(kri/erd)












































Komentar Terbanyak
Israel Serang Gaza dengan Senjata Pemusnah Tubuh, MUI Pertanyakan Peran Board of Peace
Perkiraan 1 Ramadan 2026: Pemerintah, BRIN, Muhammadiyah dan NU
Hilal Tak Terlihat di RI, Awal Puasa Ramadan 2026 Tak Serentak