الأَنبِيَاءِ

Surat Al-Anbiya'

Para Nabi • 112 Ayat
SHARE
Surat Al-Anbiya' adalah surat urutan ke 21 dalam Al Quran. Berisikan 112 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah.
اِقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِيْ غَفْلَةٍ مُّعْرِضُوْنَ ۚ ١
Iqtaraba lin-n±si ¥is±buhum wa hum f³ gaflatim mu‘ri«µn(a).
Telah makin dekat kepada manusia perhitungan (amal) mereka, sedangkan mereka dalam keadaan lengah lagi berpaling (darinya).
21:1
Tafsir Ayat 1
مَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ ذِكْرٍ مِّنْ رَّبِّهِمْ مُّحْدَثٍ اِلَّا اسْتَمَعُوْهُ وَهُمْ يَلْعَبُوْنَ ۙ ٢
M± ya't³him min ©ikrim mir rabbihim mu¥da£in illastama‘µhu wa hum yal‘abµn(a).
Tidaklah diturunkan kepada mereka peringatan yang baru dari Tuhan, kecuali mereka mendengarkannya sambil bermain-main
21:2
Tafsir Ayat 2
لَاهِيَةً قُلُوْبُهُمْۗ وَاَسَرُّوا النَّجْوَىۖ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْاۖ هَلْ هٰذَآ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْۚ اَفَتَأْتُوْنَ السِّحْرَ وَاَنْتُمْ تُبْصِرُوْنَ ٣
L±hiyatan qulµbuhum, wa asarrun-najwal-la©³na §alamµ, hal h±©± ill± basyarum mi£lukum, afa ta'tµnas-si¥ra wa antum tub¡irµn(a).
(dan) hati mereka dalam keadaan lalai. Mereka, orang-orang yang zalim itu, merahasiakan pembicaraan (dengan saling berbisik), “Bukankah (orang) ini (Nabi Muhammad) tidak lain hanyalah seorang manusia seperti kamu? Apakah kamu mengikuti sihir itu padahal kamu menyaksikannya?”
21:3
Tafsir Ayat 3
قٰلَ رَبِّيْ يَعْلَمُ الْقَوْلَ فِى السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِۖ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ٤
Q±la rabb³ ya‘lamul-qaula fis-sam±'i wal-ar«(i), wa huwas-sam³‘ul-‘al³m(u).
Dia (Nabi Muhammad) berkata, “Tuhanku mengetahui (semua) perkataan di langit serta di bumi dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
21:4
Tafsir Ayat 4
بَلْ قَالُوْٓا اَضْغَاثُ اَحْلَامٍۢ بَلِ افْتَرٰىهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌۚ فَلْيَأْتِنَا بِاٰيَةٍ كَمَآ اُرْسِلَ الْاَوَّلُوْنَ ٥
Bal q±lµ a«g±£u a¥l±mim baliftar±hu bal huwa sy±‘ir(un), falya'tin± bi'±yatin kam± ursilal-awwalµn(a).
Bahkan, mereka berkata, “(Al-Qur’an itu buah) mimpi-mimpi kosong. Malah, dia (Nabi Muhammad) merekayasanya. Lebih dari itu, dia seorang penyair. Maka, hendaklah dia mendatangkan kepada kami suatu tanda (mukjizat) sebagaimana rasul-rasul yang diutus terdahulu.”
21:5
Tafsir Ayat 5
مَآ اٰمَنَتْ قَبْلَهُمْ مِّنْ قَرْيَةٍ اَهْلَكْنٰهَاۚ اَفَهُمْ يُؤْمِنُوْنَ ٦
M± ±manat qablahum min qaryatin ahlakn±h±, afahum yu'minµn(a).
Tidak ada satu pun (penduduk) negeri sebelum mereka yang telah Kami binasakan itu beriman, (padahal telah Kami kirimkan bukti). Apakah mereka (penduduk Makkah) akan beriman (jika Kami kirimkan bukti)?
21:6
Tafsir Ayat 6
وَمَآ اَرْسَلْنَا قَبْلَكَ اِلَّا رِجَالًا نُّوْحِيْٓ اِلَيْهِمْ فَسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ ٧
Wa m± arsaln± qablaka ill± rij±lan nµ¥³ ilaihim fas'alµ ahla©-©ikri in kuntum l± ta‘lamµn(a).
Kami tidak mengutus sebelum engkau (Nabi Muhammad) melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka. Maka, bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui.
21:7
Tafsir Ayat 7
وَمَا جَعَلْنٰهُمْ جَسَدًا لَّا يَأْكُلُوْنَ الطَّعَامَ وَمَا كَانُوْا خٰلِدِيْنَ ٨
Wa m± ja‘aln±hum jasadal l± ya'kulµna¯-¯a‘±ma wa m± k±nµ kh±lid³n(a).
Kami tidak menjadikan mereka (para utusan) sebagai jasad yang tidak membutuhkan makanan. Mereka tidak (pula) hidup kekal.
21:8
Tafsir Ayat 8
ثُمَّ صَدَقْنٰهُمُ الْوَعْدَ فَاَنْجَيْنٰهُمْ وَمَنْ نَّشَاۤءُ وَاَهْلَكْنَا الْمُسْرِفِيْنَ ٩
¤umma ¡adaqn±humul-wa‘da fa anjain±hum wa man nasy±'u wa ahlaknal-musrif³n(a).
Kemudian Kami tepati janji kepada mereka (para utusan). Maka, Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.
21:9
Tafsir Ayat 9
لَقَدْ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكُمْ كِتٰبًا فِيْهِ ذِكْرُكُمْۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ ࣖ ١٠
Laqad anzaln± ilaikum kit±ban f³hi ©ikrukum, afal± ta‘qilµn(a).
Sungguh, Kami benar-benar telah menurunkan kepadamu sebuah Kitab (Al-Qur’an) yang di dalamnya terdapat peringatan bagimu. Apakah kamu tidak mengerti?
21:10
Tafsir Ayat 10
وَكَمْ قَصَمْنَا مِنْ قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةً وَّاَنْشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا اٰخَرِيْنَ ١١
Wa kam qa¡amn± min qaryatin k±nat §±limataw wa ansya'n± ba‘dah± qauman ±khar³n(a).
Betapa banyak (penduduk) negeri yang zalim telah Kami binasakan dan Kami lahirkan generasi yang lain setelah mereka (sebagai penggantinya).
21:11
Tafsir Ayat 11
فَلَمَّآ اَحَسُّوْا بَأْسَنَآ اِذَا هُمْ مِّنْهَا يَرْكُضُوْنَ ۗ ١٢
Falamm± a¥assµ ba'san± i©± hum minh± yarku«µn(a).
Maka, ketika mereka menyadari (dekatnya) azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri darinya (negeri itu).
21:12
Tafsir Ayat 12
لَا تَرْكُضُوْا وَارْجِعُوْٓا اِلٰى مَآ اُتْرِفْتُمْ فِيْهِ وَمَسٰكِنِكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْـَٔلُوْنَ ١٣
L± tarku«µ warji‘µ il± m± utriftum f³hi wa mas±kinikum la‘allakum tus'alµn(a).
Janganlah kamu berlari tergesa-gesa. Kembalilah kamu kepada kesenangan hidupmu dan tempat-tempat kediamanmu (yang baik) agar kamu dapat ditanya.
21:13
Tafsir Ayat 13
قَالُوْا يٰوَيْلَنَآ اِنَّا كُنَّا ظٰلِمِيْنَ ١٤
Q±lµ y± wailan± inn± kunn± §±lim³n(a).
Mereka berkata, “Betapa celaka kami! Sesungguhnya kami adalah orang-orang zalim.”
21:14
Tafsir Ayat 14
فَمَا زَالَتْ تِّلْكَ دَعْوٰىهُمْ حَتّٰى جَعَلْنٰهُمْ حَصِيْدًا خٰمِدِيْنَ ١٥
Fam± z±lat tilka da‘w±hum ¥att± ja‘aln±hum ¥a¡³dan kh±mid³n(a).
Kemudian, (kalimat) itu selalu menjadi keluhan mereka hingga mereka Kami jadikan seperti tanaman yang telah dituai dan (seperti api yang) padam.
21:15
Tafsir Ayat 15
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاۤءَ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لٰعِبِيْنَ ١٦
Wa m± khalaqnas-sam±'a wal-ar«a wa m± bainahum± l±‘ib³n(a).
Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta segala apa yang ada di antara keduanya dengan main-main.
21:16
Tafsir Ayat 16
لَوْ اَرَدْنَآ اَنْ نَّتَّخِذَ لَهْوًا لَّاتَّخَذْنٰهُ مِنْ لَّدُنَّآ ۖاِنْ كُنَّا فٰعِلِيْنَ ١٧
Lau aradn± an nattakhi©a lahwal lattakha©n±hu mil ladunn±, in kunn± f±‘il³n(a).
Seandainya Kami hendak menjadikan sesuatu sebagai permainan, tentulah Kami akan membuatnya dari sisi Kami, jika Kami benar-benar menghendaki berbuat (demikian).
21:17
Tafsir Ayat 17
بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهٗ فَاِذَا هُوَ زَاهِقٌۗ وَلَكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُوْنَ ١٨
Bal naq©ifu bil-¥aqqi ‘alal-b±¯ili fa yadmaguhµ fa i©± huwa z±hiq(un), wa lakumul-wailu mimm± ta¡ifµn(a).
Sebaliknya, Kami melemparkan yang hak (kebenaran) kepada yang batil (tidak benar) lalu (yang hak) itu menghancurkannya. Maka, seketika itu ia (yang batil) lenyap. Celakalah kamu karena kamu menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak pantas bagi-Nya).
21:18
Tafsir Ayat 18
وَلَهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَمَنْ عِنْدَهٗ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِهٖ وَلَا يَسْتَحْسِرُوْنَ ۚ ١٩
Wa lahµ man fis-sam±w±ti wal-ar«(i), wa man ‘indahµ l± yastakbirµna ‘an ‘ib±datih³ wa l± yasta¥sirµn(a).
Hanya milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. (Malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih.
21:19
Tafsir Ayat 19
يُسَبِّحُوْنَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُوْنَ ٢٠
Yusabbi¥µnal-laila wan-nah±ra l± yafturµn(a).
Mereka (malaikat-malaikat) bertasbih pada waktu malam dan siang dengan tidak henti-hentinya.
21:20
Tafsir Ayat 20
Source by Logo Quranbest