7 Amalan Hari Arafah untuk Wanita Haid

7 Amalan Hari Arafah untuk Wanita Haid

Hanif Hawari - detikHikmah
Senin, 25 Mei 2026 19:15 WIB
Arab woman with veil against orange yellow sky
Ilustrasi wanita haid (Foto: Getty Images/iStockphoto/vanbeets)
Jakarta -

Hari Arafah merupakan salah satu waktu paling mustajab dan penuh berkah dalam kalender Islam. Muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji sangat dianjurkan untuk menunaikan puasa Arafah.

Namun, bagaimana dengan para wanita yang sedang mengalami datang bulan atau haid?

Meskipun tidak bisa menjalankan ibadah puasa dan salat, wanita haid tidak perlu berkecil hati. Pintu rahmat Allah SWT tetap terbuka lebar melalui berbagai macam ibadah lainnya. Haid adalah perkara yang sudah menjadi ketetapan Allah SWT bagi para wanita anak cucu Adam AS, sebagaimana pesan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA yang menangis karena haid saat berhaji:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sesungguhnya ini adalah perkara yang telah ditetapkan oleh Allah atas putri-putri Adam. Lakukanlah apa yang dilakukan oleh jemaah haji, hanya saja jangan melakukan tawaf di Ka'bah (sebelum bersuci)." (HR. Bukhari dan Muslim)

ADVERTISEMENT

7 Amalan Hari Arafah untuk Perempuan Haid

Merangkum karya Himatu Mardiah Rosana dalam buku Ibadah Penuh Berkah Ketika Haid dan Nifas serta buku Do'a dan Amalan Istimewa Ketika Datang Bulan, berikut sejumlah amalan sunnah yang tetap bisa dikerjakan oleh wanita haid pada momen Hari Arafah:

1. Berzikir dan Berdoa

Hari Arafah adalah waktu terbaik untuk memanjatkan doa. Wanita haid sangat dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, zikir, dan doa masnu' (doa yang dibuat sendiri sesuai kebutuhan) maupun doa ma'tsur (doa yang diriwayatkan dari Al-Qur'an dan hadits).

Salah satu lafadz zikir ringan tetapi berbobot besar yang bisa diistikamahkan bersandar pada hadits Abu Hurairah RA.

حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ: سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ أخرجه البخاري في: ۸۰ كتاب الدعوات: ٦٥ باب فضل التسبيح

Artinya: "Abu Hurairah berkata: "Nabi bersabda: 'Dua kalimat yang ringan diucapkan dengan lidah, tetapi sangat berat di timbangan amal, bahkan sangat disuka oleh Allah (Ar-Rahman), yaitu: 'Subhanallahil azhim, subhanallahi wa bihamdihi." (Dikeluarkan oleh Bukhari pada Kitab ke-80, Kitab Do'a bab ke-65, bab keutamaan tasbih)

2. Sedekah

Sedekah menjadi amalan universal yang bisa menjadi pengganti penambal pahala di hari-hari mulia. Berbagi harta kepada yang membutuhkan sangat ditekankan bagi kaum wanita sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

"Wahai kaum wanita! Bersedakahlah kamu dan perbanyaklah istighfar. Karena, aku melihat kaum wanitalah yang paling banyak menjadi penghuni neraka." (HR Muslim)

3. Berbagi Makanan untuk Orang yang Berpuasa Arafah

Jika tidak bisa berpuasa, muslimah bisa mendapatkan pahala puasa yang utuh dengan cara menjamu atau menyediakan hidangan berbuka bagi orang lain yang sedang menunaikan puasa Arafah. Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang memberi makan orang yang berbuka, dia mendapatkan seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun." (HR At-Tirmidzi)

4. Meringankan Pekerjaan Orang yang Puasa

Membantu melayani orang yang sedang berpuasa atau meringankan urusan rumah tangga agar mereka dapat beribadah dengan tenang juga mendatangkan ganjaran yang luar biasa. Berdasarkan hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa dapat menunjukkan suatu kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya." (HR Muslim)

5. Menimba Ilmu Agama

Hari Arafah bisa diisi dengan meningkatkan kualitas ketaatan kepada Allah SWT melalui thalabul ilmi (mencari ilmu). Wanita haid dapat memanfaatkan waktu luangnya dengan mendatangi majelis ilmu, mendengarkan ceramah bermanfaat, atau mempelajari isi buku-buku agama.

6. Beramar Ma'ruf Nahi Munkar (Mengajak Kebaikan)

Mengajak sesama untuk berbuat baik dan menjauhi kemaksiatan adalah ladang pahala tanpa batas. Sebagai contoh, jika seorang wanita haid membangunkan anggota keluarganya untuk makan sahur puasa Arafah, salat Subuh, atau memotivasi orang lain untuk tilawah Al-Qur'an dan bersedekah, maka ia akan kecipratan pahala yang sama seperti pelaku amal saleh tersebut tanpa mengurangi pahala mereka.

7. Memperbanyak Sholawat Nabi

Mengisi waktu dengan bersholawat kepada Baginda Rasulullah SAW di Hari Arafah akan mendatangkan ketenangan jiwa sekaligus syafaat di hari akhir. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Ahzab ayat 56:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُwْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Artinya: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."

Memperbanyak sholawat juga menjadi jalan pintas mendapatkan kedekatan bersama Rasulullah SAW di yaumul qiyamah, berdasarkan sabda beliau:

"Orang yang paling berhak mendapatkan syafa'atku di hari kiamat adalah orang yang paling banyak bersholawat kepadaku." (HR Tirmidzi dan An-Nasa'i)

Melalui komitmen melaksanakan berbagai ketaatan di atas sekaligus meminimalisir segala bentuk kemaksiatan, wanita yang sedang haid tetap bisa merasakan keagungan dan siraman pahala melimpah di Hari Arafah. Berpikir positiflah pada ketetapan Allah SWT, sebab niat yang tulus untuk beribadah akan tetap dicatat kebaikannya oleh para malaikat.

Wallahu a'lam.




(hnh/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads