Surat Al Furqan ayat 74 berisi doa tentang memohon kebahagiaan bagi keluarga. Al Furqan sendiri adalah surat ke-25 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 77 ayat.
Selain sebagai doa, surat Al Furqan ayat 74 juga merupakan sambungan dari ayat-ayat sebelumnya. Surat ini membahas sifat ibadurrahman atau hamba yang diberi kemuliaan oleh Allah SWT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat Al Furqan Ayat 74: Arab, Latin dan Arti
وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Wallażīna yaqụlụna rabbanā hab lanā min azwājinā wa żurriyyātinā qurrata a'yuniw waj'alnā lil-muttaqīna imāmā
Artinya: Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa."
Tafsir Surat Al Furqan Ayat 74
Menurut Tafsir Kementerian Agama RI, surat Al Furqan ayat 74 berisi tentang penjelasan sifat-sifat orang yang diberi kemuliaan oleh Allah SWT. Setidaknya ada 9 sifat ibadurrahman yang dijelaskan pada ayat 63 hingga 74.
Pada surat Al Furqan ayat 74, sifat ibadurrahman yang dijelaskan yaitu orang-orang tersebut selalu bermunajat serta memohon kepada Allah SWT agar dianugerahi keturunan yang saleh dan baik. Selain itu, adanya istri dan anak yang bertakwa juga akan menyenangkan hati, menyejukkan perasaan serta menciptakan kebahagiaan dalam keluarga.
Doa pada surat Al Furqan ayat 74 ini juga jadi penyeru manusia agar bertakwa dan menjadi pemimpin bagi orang-orang bertakwa pula. Keinginan atau harapan agar keturunannya menjadi pemimpin bagi orang yang bertakwa bukan semata-mata ingin mendapat jabatan atau kekuasaan melainkan niat tulus ikhlas agar dunia diisi oleh orang-orang beriman.
Kemudian sebagai generasi penerus, anak cucu nantinya akan melanjutkan perjuangan menegakkan keadilan dan kebenaran. Hal ini juga akan menjadi amal mereka walau sudah meninggal dunia.
Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya,
"Apabila seseorang mati, maka putuslah segala amalnya kecuali dari tiga macam: sedekah yang dapat dimanfaatkan orang, ilmu pengetahuan yang ditinggalkannya yang dapat diambil manfaatnya oleh orang lain sesudah matinya, anak yang saleh yang selalu mendoakannya." (HR. Muslim)
Kemudian, Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan surat Al Furqan ayat 74 menjelaskan tentang nabi dan rasul Allah SWT. Mereka menginginkan ibadahnya berhubungan dengan ibadah generasi penerusnya yaitu anak dan cucu.
9 Sifat Ibadurrahman dalam Surat Al Furqan Ayat 74
Masih dari Tafsir Kemenag RI, berikut 9 sifat ibadurrahman yang dijelaskan dalam surat Al Furqan ayat 74.
- Bersikap tawadhu', yakni ketika berjalan, terlihat sikap dan sifat kesederhanaan, jauh dari sifat kesombongan.
- Berkata lemah lembut. Jika ada orang berkata yang tidak pantas terhadap mereka, maka mereka tidak membalas dengan perkataan serupa, tetapi justru menjawab dengan ucapan baik.
- Malam harinya untuk beribadah. Mereka senantiasa berhubungan dengan Allah pada malam hari. Ketika manusia terlelap, mereka mengerjakan shalat Tahajud.
- Selalu ingat akhirat dan hari perhitungan. Mereka yakin semua amal perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hari akhir.
- Menafkahkan hartanya. Mereka tidak boros dan tidak kikir, tetapi tetap memelihara keseimbangan antara dunia dan akhirat.
- Tidak menyembah selain Allah. Mereka menganut tauhid murni. Ibadahnya hanya semata-mata karena Allah, bukan karena ingin dipuji orang.
- Tidak mau dan tidak pernah melakukan sumpah palsu.
- Ketika mendengar peringatan dari Allah, mereka akan menanggapinya dengan penuh perhatian dan kepedulian.
- Selalu memohon kepada-Nya agar dianugerahi istri dan keturunan yang saleh, serta menyejukkan hati.

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
MUI Minta Koruptor Dihukum Mati, Jangan Berlindung di Balik HAM