Surat Maryam untuk Ibu Hamil dan Bacaannya Ayat 1-11

Surat Maryam untuk Ibu Hamil dan Bacaannya Ayat 1-11

Hanif Hawari - detikHikmah
Selasa, 20 Agu 2024 10:15 WIB
Surat Maryam untuk Ibu Hamil dan Bacaannya Ayat 1-11
Ilustrasi Muslimah hamil (Foto: Getty Images/iStockphoto/Tassii)
Jakarta -

Kehamilan adalah momen istimewa yang dinantikan oleh setiap pasangan. Banyak ibu hamil yang mencari berbagai cara untuk memberikan yang terbaik bagi calon buah hatinya, salah satunya dengan membaca Al-Qur'an.

Surat Maryam, salah satu surat dalam Al-Qur'an, seringkali disebut-sebut memiliki khasiat khusus bagi ibu hamil. Kepercayaan ini semakin kuat dengan adanya anggapan bahwa membaca Surat Maryam dapat membuat anak yang dilahirkan cantik. Namun, benarkah hal tersebut?

Surat Maryam untuk Ibu Hamil agar Anak Perempuan Terlahir Cantik

Surat Maryam terdiri dari 98 ayat dan merupakan surat ke-19 dalam Al-Qur'an. Surat ini diturunkan di Makkah, sehingga termasuk ke dalam golongan surat Makkiyah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam Buku Lengkap Fiqih Kehamilan dan Melahirkan karya Rizem Aizid, disebutkan bahwa ada beberapa surat dalam Al-Qur'an yang disarankan untuk diperbanyak bacaannya saat seorang wanita sedang mengandung, salah satunya adalah surat Maryam.

Nama surat ini diambil dari kisah Siti Maryam, ibu Nabi Isa AS, yang menjaga kesuciannya dengan sangat baik. Maryam adalah keturunan Nabi Daud AS dan dikenal sebagai sosok yang tekun dalam beribadah.

ADVERTISEMENT

Surat Maryam diyakini memiliki banyak manfaat bagi janin. Umumnya, ketika seorang muslimah hamil rutin membaca surat ini, diyakini anak yang dilahirkan akan dianugerahi kecantikan, baik secara fisik maupun spiritual, mirip dengan sosok Maryam binti Imran yang dikisahkan dalam surat tersebut.

Dalam buku Tafsir Al-Azhar yang ditulis oleh Hamka, dijelaskan bahwa keistimewaan Surat Maryam terletak pada kisah kelahiran dua nabi utusan Allah SWT, yaitu Isa AS dan Yahya AS.

Kelahiran Nabi Yahya AS sendiri dianggap sebagai sebuah keajaiban. Sebab, menurut ahli tafsir, Allah SWT mengabulkan doa ayahnya, Nabi Zakariya AS, ketika memohon untuk dianugerahi seorang anak laki-laki di usianya sudah sangat tua yakni lebih dari 70 tahun.

Dalam buku karya Mugi Rizkiana Halalia yang berjudul Menyiapkan Anak Jenius sejak Dalam Kandungan, dijelaskan bahwa tidak ada dalil yang secara langsung dan sahih yang menyatakan bahwa membaca surat Maryam bagi ibu hamil adalah sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk membuat anaknya berparas cantik.

Namun, hal ini tidak berarti bahwa ibu hamil dilarang membaca surat Maryam, seperti halnya surat-surat Al-Qur'an lainnya.

Isi dari surat ini menceritakan kisah Maryam sebagai wanita yang taat kepada Allah SWT, sehingga ibu hamil berharap bahwa dengan membaca surat Maryam, anak yang dikandungnya akan memiliki kecantikan hati seperti Maryam.

Surat Maryam untuk Ibu Hamil Ayat 1-11

Dalam tradisi, para ibu hamil sering membaca surat Maryam ayat 1-11 dengan harapan agar anaknya memiliki kecantikan hati seperti Maryam. Berikut ini adalah bacaan surat Maryam ayat 1-11:

ŲƒÛ¤Ų‡Ų°ŲŠŲ°ØšÛ¤ØĩÛ¤ ۚ .1

Bacaan latinnya: Kaf Ha Ya 'Ain Shad

2. Ø°ŲŲƒŲ’ØąŲ ØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØĒؐ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ŲƒŲŽ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų— Ø˛ŲŽŲƒŲŽØąŲŲŠŲŽŲ‘Ø§ ۚ

Bacaan latinnya: Zikru raá¸Ĩmati rabbika 'abdaháģĨ zakariyyā

Artinya: "Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria,"

3. Ø§ŲØ°Ų’ Ų†ŲŽØ§Ø¯Ų°Ų‰ ØąŲŽØ¨ŲŽŲ‘Ų‡Ų— Ų†ŲØ¯ŲŽØ§Û¤ØĄŲ‹ ØŽŲŽŲŲŲŠŲ‹Ų‘Ø§

Bacaan latinnya: IÅŧ nādā rabbaháģĨ nida`an khafiyyā

Artinya: "(Yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut."

4. Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ Ø§ŲŲ†ŲŲ‘ŲŠŲ’ ŲˆŲŽŲ‡ŲŽŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¸Ų’Ų…Ų Ų…ŲŲ†ŲŲ‘ŲŠŲ’ ŲˆŲŽØ§Ø´Ų’ØĒŲŽØšŲŽŲ„ŲŽ Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘ØŖŲ’ØŗŲ Ø´ŲŽŲŠŲ’Ø¨Ų‹Ø§ ŲˆŲŽŲ‘Ų„ŲŽŲ…Ų’ Ø§ŲŽŲƒŲŲ†Ų’Ûĸ Ø¨ŲØ¯ŲØšŲŽØ§Û¤Ų‰ŲŲ•ŲƒŲŽ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ Ø´ŲŽŲ‚ŲŲŠŲ‹Ų‘Ø§

Bacaan latinnya: Qaala rabbi innii wahanal-'azmu minnÄĢ wasyta'alar-ra`su syaibaw wa lam akum bidu'a`ika rabbi syaqiyyaa

Artinya: "Dia (Zakaria) berkata, 'Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku'."

5. ŲˆŲŽØ§ŲŲ†ŲŲ‘ŲŠŲ’ ØŽŲŲŲ’ØĒŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲˆŲŽØ§Ų„ŲŲŠŲŽ ؅ؐ؆ؒ ŲˆŲŽŲ‘ØąŲŽØ§Û¤ØĄŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽØĒؐ Ø§Ų…Ų’ØąŲŽØ§ŲŽØĒŲŲŠŲ’ ØšŲŽØ§Ų‚ŲØąŲ‹Ø§ ŲŲŽŲ‡ŲŽØ¨Ų’ Ų„ŲŲŠŲ’ ؅ؐ؆ؒ Ų„ŲŽŲ‘Ø¯ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲŲŠŲ‹Ų‘Ø§ ۙ

Bacaan latinnya: Wa innii khiftul-mawaaliya miw waraa`ii wa kaanatimra`atii 'aqiran fa hab lii mil ladungka waliyyaa

Artinya: "Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu"

6. ŲŠŲŽŲ‘ØąŲØĢŲŲ†ŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽŲŠŲŽØąŲØĢŲ ؅ؐ؆ؒ Ø§Ų°Ų„Ų ŲŠŲŽØšŲ’Ų‚ŲŲˆŲ’Ø¨ŲŽ ŲˆŲŽØ§ØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’Ų‡Ų ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ ØąŲŽØļŲŲŠŲ‹Ų‘Ø§

Bacaan latinnya: Yariᚥunii wa yariᚥu min aali ya'qáģĨba waj'al-hu rabbi raḍiyyaa

Artinya: "Yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Yakub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridai."

7. ŲŠŲ°Ø˛ŲŽŲƒŲŽØąŲŲŠŲŽŲ‘Øĸ Ø§ŲŲ†ŲŽŲ‘Ø§ Ų†ŲØ¨ŲŽØ´ŲŲ‘ØąŲŲƒŲŽ Ø¨ŲØēŲŲ„Ų°Ų…Ų ŲÛ¨Ø§ØŗŲ’Ų…ŲŲ‡Ų— ŲŠŲŽØ­Ų’ŲŠŲ°Ų‰Û™ Ų„ŲŽŲ…Ų’ Ų†ŲŽØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’ Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų— ؅ؐ؆ؒ Ų‚ŲŽØ¨Ų’Ų„Ų ØŗŲŽŲ…ŲŲŠŲ‹Ų‘Ø§

Bacaan latinnya: Yaa zakariyya innaa nubasysyiruka bigulaaminismuháģĨ yaá¸Ĩyaa lam naj'al laháģĨ ming qablu samiyyaa

Artinya: "(Allah berfirman), 'Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.'

8. Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ Ø§ŲŽŲ†Ų‘Ų°Ų‰ ŲŠŲŽŲƒŲŲˆŲ’Ų†Ų Ų„ŲŲŠŲ’ ØēŲŲ„Ų°Ų…ŲŒ ŲˆŲŽŲ‘ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽØĒؐ Ø§Ų…Ų’ØąŲŽØ§ŲŽØĒŲŲŠŲ’ ØšŲŽØ§Ų‚ŲØąŲ‹Ø§ ŲˆŲŽŲ‘Ų‚ŲŽØ¯Ų’ Ø¨ŲŽŲ„ŲŽØēŲ’ØĒŲ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲØ¨ŲŽØąŲ ØšŲØĒŲŲŠŲ‹Ų‘Ø§

Bacaan latinnya: Qaala rabbi annaa yakáģĨnu lii gulāmuw wa kānatimra`atÄĢ 'āqiraw wa qad balagtu minal-kibari 'itiyyaa

Artinya: "Dia (Zakaria) berkata, 'Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?'

9. Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ŲƒŲŽØ°Ų°Ų„ŲŲƒŲŽÛ— Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ŲƒŲŽ Ų‡ŲŲˆŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲŽŲ‘ Ų‡ŲŽŲŠŲŲ‘Ų†ŲŒ ŲˆŲŽŲ‘Ų‚ŲŽØ¯Ų’ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚Ų’ØĒŲŲƒŲŽ ؅ؐ؆ؒ Ų‚ŲŽØ¨Ų’Ų„Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ØĒŲŽŲƒŲ Ø´ŲŽŲŠŲ’Ų€Ų‹Ų”Ø§

Bacaan latinnya: Qaala kaÅŧālik, qaala rabbuka huwa 'alayya hayyinuw wa qad khalaqtuka ming qablu wa lam taku syai`aa

Artinya: "(Allah) berfirman, 'Demikianlah.' Tuhanmu berfirman, 'Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali'."

10. Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ اØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’ Ų„ŲŲ‘ŲŠŲ’Ų“ Ø§Ų°ŲŠŲŽØŠŲ‹ Û—Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ų°ŲŠŲŽØĒŲŲƒŲŽ Ø§ŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ø§ ØĒŲŲƒŲŽŲ„ŲŲ‘Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø§ØŗŲŽ ØĢŲŽŲ„Ų°ØĢŲŽ Ų„ŲŽŲŠŲŽØ§Ų„Ų ØŗŲŽŲˆŲŲŠŲ‹Ų‘Ø§

Bacaan latinnya: Qaala rabbij'al lÄĢ aayah, qāla aayatuka allaa tukalliman-nāsa ᚥalāᚥa layālin sawiyyaa

Artinya: "Dia (Zakaria) berkata, 'Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda.' (Allah) berfirman, 'Tandamu ialah engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat.'

11. ŲŲŽØŽŲŽØąŲŽØŦŲŽ ØšŲŽŲ„Ų°Ų‰ Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŲ‡Ų– Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØ­Ų’ØąŲŽØ§Ø¨Ų ŲŲŽØ§ŲŽŲˆŲ’Ø­Ų°Ų“Ų‰ Ø§ŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ Ø§ŲŽŲ†Ų’ ØŗŲŽØ¨ŲŲ‘Ø­ŲŲˆŲ’Ø§ Ø¨ŲŲƒŲ’ØąŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲ‘ØšŲŽØ´ŲŲŠŲ‹Ų‘Ø§

Bacaan latinnya: Fa kharaja 'alā qaumihÄĢ minal-miá¸Ĩrābi fa auá¸Ĩaa ilaihim an sabbiá¸ĨáģĨ bukrataw wa 'asyiyyā

Artinya: "Maka dia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu dia memberi isyarat kepada mereka; bertasbihlah kamu pada waktu pagi dan petang."




(hnh/rah)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads