Kisah Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, Sahabat Nabi yang Dijuluki Kepercayaan Umat

Kisah Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, Sahabat Nabi yang Dijuluki Kepercayaan Umat

Devi Setya - detikHikmah
Selasa, 21 Jul 2026 05:00 WIB
Ilustrasi perang, sahabat nabi, pasukan berkuda.
Foto: Vector_Corp/Freepik
Jakarta -

Nama Abu Ubaidah bin Al-Jarrah termasuk salah satu sahabat Rasulullah SAW yang masuk dalam kelompok As-Sabiqun Al Awwalun atau orang-orang yang pertama masuk Islam.

Ia dikenal sebagai sosok yang sederhana, pemberani, jujur, dan memiliki amanah yang luar biasa. Bahkan, Rasulullah SAW memberikan gelar khusus kepadanya sebagai "Aminul Ummah" atau orang yang paling terpercaya di kalangan umat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirangkum dari buku Biografi 10 Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga karya Sujai Fadil, Abu Ubaidah mengabdikan dirinya untuk dakwah Islam. Ia ikut dalam berbagai peperangan bersama Nabi Muhammad SAW, hingga menjadi panglima besar pada masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab.

Abu Ubaidah memiliki nama lengkap Amir bin Abdullah bin Al-Jarrah Al-Fihri Al-Quraisy. Ia lebih dikenal dengan nama panggilan Abu Ubaidah.

ADVERTISEMENT

Ia berasal dari suku Quraisy, salah satu kabilah terpandang di Makkah. Lahir sekitar tahun 583 M, Abu Ubaidah dikenal sebagai pribadi yang berakhlak mulia bahkan sebelum memeluk Islam. Kejujuran, kelembutan hati, dan sifat amanah telah melekat pada dirinya sejak muda.

Ketika Rasulullah SAW mulai berdakwah secara sembunyi-sembunyi, Abu Ubaidah termasuk orang yang menerima ajakan Islam melalui perantaraan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Tanpa ragu, ia menyatakan keimanannya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Rizem Aizid dalam bukunya yang berjudul The Great Sahaba menuliskan bahwa saat Rasulullah SAW memerintahkan kaum muslim berhijrah ke Madinah, Abu Ubaidah turut melaksanakan hijrah tersebut.

Di Madinah, ia ikut membangun masyarakat Islam bersama Rasulullah SAW. Kehidupannya sangat sederhana. Meski memiliki kedudukan tinggi di tengah kaum muslim, ia tidak pernah hidup bermewah-mewahan.

Sosok yang Dijuluki "Kepercayaan Umat"

Kejujuran dan amanah Abu Ubaidah membuat Rasulullah SAW memberikan gelar yang sangat istimewa.

Beliau bersabda, "Sesungguhnya setiap umat memiliki seorang yang terpercaya. Orang yang paling terpercaya di kalangan umat ini adalah Abu Ubaidah bin Al-Jarrah." (HR Bukhari dan Muslim)

Gelar tersebut menunjukkan betapa tingginya kepercayaan Rasulullah SAW kepada Abu Ubaidah.

Rasulullah SAW juga pernah mengatakan bahwa Abu Ubaidah adalah sosok yang ia cintai sebagai sahabat.

Diriwayatkan dari Amr bin Al-Ash, ia berkata, "Rasulullah SAW pernah ditanya, 'Siapakah orang yang lebih engkau cintai?' Beliau menjawab, 'Aisyah.' Kemudian ditanyakan lagi, 'Siapa yang engkau cintai dari golongan laki-laki?' Beliau menjawab, 'Abu Bakar.' Lalu ditanyakan lagi, 'Kemudian siapa?' Beliau menjawab, 'Abu Ubaidah bin Al Jarrah.'"

Abu Ubaidah juga memiliki akhlak mulia dan tawadhu. Umar bin Khattab RA pernah berkata bahwa ia sangat mendambakan sebuah rumah yang dipenuhi orang-orang seperti Abu Ubaidah.

Kisah Keberanian dalam Perang Badar

Abu Ubaidah ikut bertempur dalam Perang Badar, perang besar pertama antara kaum Muslim dan kaum Quraisy.

Dalam perang tersebut terjadi peristiwa yang sangat berat baginya. Ayah kandung Abu Ubaidah berada di pihak musyrikin dan terus berusaha menyerangnya di medan perang.

Pada awalnya Abu Ubaidah berusaha menghindar. Namun, ketika ayahnya terus menyerang dan mengancam keselamatan kaum muslim, ia akhirnya terpaksa menghadapi ayahnya hingga tewas dalam pertempuran.

Kisah dalam Perang Uhud

Salah satu kisah paling terkenal tentang Abu Ubaidah terjadi dalam Perang Uhud.

Saat Rasulullah SAW terluka akibat serangan musuh, terdapat dua cincin besi dari penutup kepala perang Nabi yang menancap di wajah beliau.

Melihat kondisi tersebut, Abu Ubaidah segera menghampiri Rasulullah SAW. Ia mencabut cincin besi itu menggunakan giginya agar tidak menambah rasa sakit Nabi.

Akibatnya, dua gigi depan Abu Ubaidah tanggal. Namun, ia tidak sedikit pun menyesali pengorbanannya demi Rasulullah SAW.

Peristiwa ini menjadi bukti kecintaan luar biasa Abu Ubaidah kepada Nabi Muhammad SAW.

Wafat Saat Wabah Tha'un Amwas

Pada tahun 18 Hijriah, wilayah Syam dilanda wabah besar yang dikenal sebagai Tha'un Amwas.

Khalifah Umar bin Khattab sebenarnya mengirim surat agar Abu Ubaidah meninggalkan wilayah tersebut demi keselamatannya.

Namun, Abu Ubaidah memahami maksud surat itu dan memilih tetap tinggal bersama rakyat serta pasukannya. Ia berkata bahwa dirinya tidak ingin meninggalkan pasukan yang sedang menghadapi musibah.

Akhirnya Abu Ubaidah wafat akibat wabah tersebut pada usia sekitar 58 tahun.



(dvs/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads