Usaid bin Hudhair merupakan salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang berasal dari suku Aus di kalangan Anshar, yang dikenal atas kesetiaannya dalam mendukung dakwah Islam di Madinah. Kehadirannya sebagai tokoh penting dalam sejarah Islam membuatnya menjadi inspirasi bagi muslim hingga hari ini, terutama dalam memahami nilai-nilai keberanian dan intelektualitas.
Digelari oleh kaumnya dengan sebutan "Al Kamil" atau yang sempurna, Usaid bin Hudhair dihormati karena kecemerlangan otaknya serta kemurnian nasabnya yang tak ternoda. Nama panggilan atau kunyahnya adalah Abu Yahya, yang mencerminkan posisinya sebagai figur teladan dalam masyarakat Arab saat itu.
Usaid bin Hudhair juga mahir dalam berbagai keterampilan, termasuk berpedang dan tulis-menulis, yang membuatnya unggul di medan perang maupun urusan intelektual. Sebagai penunggang kuda yang cekatan, ia memiliki ketepatan memanah yang luar biasa, menjadikannya aset berharga bagi pasukan Muslim di era awal Islam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awal Keislaman Usaid bin Hudhair
Dikutip dari buku Dirah 65 Sahabat Rasulullah oleh Abdurrahman Ra'fat Al-Basya, awal keislaman Usaid bin Hudhair dimulai setelah Bai'at Aqabah Pertama, ketika Rasulullah SAW mengutus Mus'ab bin Umair ke Madinah untuk mendakwahkan Islam kepada penduduknya. Mus'ab bin Umair bersama As'ad bin Zurarah aktif berdakwah, hingga menarik perhatian beberapa orang yang telah memeluk Islam.
Suatu hari, Sa'ad bin Mu'adz yang masih musyrik meminta Usaid bin Hudhair, sebagai pemimpin suku Aus, untuk menghentikan dakwah Mus'ab dan As'ad yang dianggap membodohi kaum lemah. Usaid pun membawa tombaknya dan mendatangi mereka dengan penuh amarah, meminta keduanya meninggalkan kampung.
Namun, Mus'ab bin Umair dengan tenang mengajak Usaid untuk duduk dan mendengarkan penjelasan tentang Islam terlebih dahulu. Setelah mendengar lantunan Al-Qur'an dan dakwah Mus'ab, wajah Usaid berubah cerah, dan ia segera menyatakan keinginannya untuk memeluk Islam.
Usaid bin Hudhair langsung mandi, menyucikan diri dan pakaiannya, kemudian mengucapkan syahadat serta melaksanakan salat. Masuk Islamnya Usaid ini kemudian mempengaruhi Sa'ad bin Mu'adz untuk turut memeluk Islam, hingga akhirnya seluruh suku Aus mengikuti mereka dan Madinah siap menjadi pusat dakwah Islam.
Lantunan Al-Qur'an yang Didengar Malaikat
Dikisahkan dalam buku 365 Hari Bersama Sahabat Nabi: Bercengkerama dengan Mereka Setiap Hari oleh Biru Tosca, Usaid bin Hudhair dikenal sebagai sahabat Nabi yang pandai melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan suara merdu dan mendayu.
Suaranya yang indah sering membuat pendengarnya tenang, bahkan mampu menarik perhatian makhluk langit.
Pada suatu malam yang sunyi, Usaid sedang mengaji Al-Qur'an di dekat putranya yang bernama Yahya, seorang anak kecil yang tertidur pulas. Kudanya tertambat di halaman rumah, menambah keheningan malam itu.
Di sela-sela lantunan ayat Al-Qur'an yang khusyuk, tiba-tiba Usaid mendengar kudanya meringkik dengan gelisah. Ia segera keluar untuk memeriksa, namun tidak menemukan apa pun yang mengganggu kuda tersebut.
Usaid kembali melanjutkan bacaan Al-Qur'annya dengan penuh penghayatan. Tak lama kemudian, kudanya kembali meringkik dan berperilaku aneh, membuat Usaid khawatir akan keselamatan putranya.
Ia menghentikan bacaan untuk memindahkan Yahya ke tempat yang lebih aman dari kuda. Saat itu, Usaid menengadahkan kepala ke langit untuk mencari tahu penyebab kegelisahan tersebut.
Alangkah terkejutnya Usaid ketika melihat cahaya terang seperti awan bercahaya penuh lampu-lampu yang mengagumkan di atas kepalanya. Cahaya itu membuatnya takut dan khawatir, hingga ia menghentikan bacaan sepenuhnya.
Keesokan harinya, Usaid segera menemui Rasulullah SAW untuk menceritakan pengalaman malam tersebut. Rasulullah SAW mendengarkan dengan penuh perhatian kemudian tersenyum.
Rasulullah SAW dua kali bersabda, "Teruslah membaca, hai Abu Yahya!" untuk menenangkan dan mendorong Usaid agar tidak takut dengan kejadian itu.
Akhirnya, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa cahaya terang itu adalah para malaikat yang turun dari langit karena tertarik mendengar lantunan suaranya. Seandainya Usaid terus membaca hingga pagi, malaikat-malaikat itu akan tetap terlihat oleh manusia tanpa bersembunyi.
Setelah mendengar penjelasan itu, Usaid bin Hudhair semakin semangat melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an. Ia semakin yakin bahwa bacaan indahnya membawa berkah dari Allah SWT melalui kehadiran para malaikat.
(hnh/kri)












































Komentar Terbanyak
PBNU Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran: Brutal dan Merusak Tatanan
Lebaran Muhammadiyah 2026, Ini Tanggal dan Penetapan Resminya
Muslim di Kota Ini Cuma Puasa 1 Jam