Kisah Nabi Syuaib Berdakwah kepada Kaum Madyan serta Azab yang Menimpa Mereka

Kisah Nabi Syuaib Berdakwah kepada Kaum Madyan serta Azab yang Menimpa Mereka

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Senin, 15 Des 2025 05:00 WIB
Kisah Nabi Syuaib Berdakwah kepada Kaum Madyan serta Azab yang Menimpa Mereka
Kaligrafi Nabi Syuaib AS (Foto: Ilustrasi: Mindra Purnomo)
Jakarta -

Nabi Syuaib AS adalah nabi dan rasul yang diutus untuk penduduk Madyan. Kisahnya tercantum dalam kitab suci Al-Qur'an.

Menurut Qashasul Anbiya karya Ibnu Katsir terjemahan Umar Mujtahid, kala itu penduduk Madyan dianugerahi tanah yang subur. Mereka tinggal di perbatasan Syam dan Hijaz, yaitu wilayah Mu'an.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penduduk Madyan juga disebut sebagai bani Madyan bin Ibrahim Al Khalil. Pekerjaan mereka sehari-hari berdagang di pasar.

Meski begitu, mereka memiliki sifat yang buruk. Dalam bisnis, penduduk Madyan sering mengurangi timbangan dan meminta lebih tetapi mengurangi setiap memberi.

ADVERTISEMENT

Penduduk Madyan bahkan menyembah berhala dan enggan tunduk kepada Allah SWT. Mereka menganggap benda-benda mati tersebut sebagai pemberi kehidupan dan berkah.

Nabi Syuaib AS diutus untuk memperbaiki akhlak penduduk Madyan. Allah SWT berfirman dalam surah Al A'raf ayat 85,

وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ قَدْ جَآءَتْكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ فَأَوْفُوا۟ ٱلْكَيْلَ وَٱلْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا۟ ٱلنَّاسَ أَشْيَآءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Artinya: "Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman."

Nabi Syuaib AS lantas menyampaikan ajaran tauhid dan berusaha membawa penduduk Madyan ke jalan yang benar. Beliau diberi mukjizat kemampuan bicara yang hebat.

Tutur kata sang nabi yang baik, menyebabkan dirinya diberi julukan khatibul anbiya atau juru bicara para nabi. Dari Ibnu Abbas RA, Nabi Muhammad SAW mengatakan Nabi Syuaib AS, "Dia adalah khatibul anbiya."

Dengan gigih, Nabi Syuaib AS terus berdakwah menyampaikan ajaran tauhid. Dia terus menasehati kaum Madyan agar tidak terjerumus ke dalam kesesatan.

Dilansir dari buku Dahsyatnya Doa Para Nabi karya Syamsuddin Noor, Syuaib AS menghadapi banyak rintangan. Dia percaya kaumnya bisa kembali ke jalan yang benar.

Kesabaran yang luar biasa itu membuahkan hasil. Beberapa kaum Madyan percaya terhadap Nabi Syuaib AS, namun banyak juga yang memilih tetap musyrik dan enggan mempercayai sang nabi.

Nabi Syuaib AS lalu berdoa kepada Allah SWT agar kaumnya diberi azab. Mendengar doa dari utusan-Nya, Allah SWT meminta Nabi Syuaib AS pindah dari wilayah tersebut agar tidak terkena petaka yang akan ditimpakan oleh Allah SWT.

Kemudian, Nabi Syuaib AS meninggalkan wilayah Madyan dengan pengikutnya yang beriman. Setelah itu, azab diturunkan kepada kaum Madyan dengan wujud hembusan udara yang sangat panas.

Saking panasnya, sekujur tubuh penduduk Madyan dibanjiri keringat. Udara panas itu bahkan membuat tanaman-tanaman mereka mengering, begitu pula dengan air yang mendidih hingga mereka terus kepanasan dan kehausan.

Syuaib AS berkata kepada kaumnya yang ingkar sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al A'raf ayat 93,

فَتَوَلّٰى عَنۡهُمۡ وَقَالَ يٰقَوۡمِ لَقَدۡ اَبۡلَغۡتُكُمۡ رِسٰلٰتِ رَبِّىۡ وَنَصَحۡتُ لَـكُمۡۚ فَكَيۡفَ اٰسٰی عَلٰى قَوۡمٍ كٰفِرِيۡنَ

Artinya: "Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihati kamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang kafir?"

Azab lainnya yang Allah SWT timpakan adalah suara halilintar dan gempa bumi dahsyat. Penduduk Madyan merasa sangat tersiksa pada azab-azab itu, namun mereka tetap tidak ingin beriman kepada Allah SWT.

Lalu, muncul angin hitam seperti mendung di langit. Awalnya, kaum Madyan merasa gembira akan turunnya hujan namun ternyata Allah SWT menurunkan semburan api panas dari awan hitam tersebut hingga mematikan penduduk Madyan.

Allah SWT berfirman dalam surah Hud ayat 94,

وَلَمَّا جَآءَ اَمۡرُنَا نَجَّيۡنَا شُعَيۡبًا وَّالَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا مَعَهٗ بِرَحۡمَةٍ مِّنَّا ۚ وَاَخَذَتِ الَّذِيۡنَ ظَلَمُوا الصَّيۡحَةُ فَاَصۡبَحُوۡا فِىۡ دِيَارِهِمۡ جٰثِمِيۡنَۙ‏ ٩٤

Artinya: "Maka ketika keputusan Kami datang, Kami selamatkan Syuaib dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami. Sedang orang yang zalim dibinasakan oleh suara yang mengguntur, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya."

Wallahu a'lam




(aeb/lus)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads