Kisah Al-Qur'an sebagai Pembela di Akhirat

Kisah Al-Qur'an sebagai Pembela di Akhirat

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Sabtu, 22 Nov 2025 05:00 WIB
Kisah Al-Quran sebagai Pembela di Akhirat
Ilustrasi Alquran. Foto: Freepik
Jakarta -

Al-Qur'an disebut sebagai petunjuk dan kabar gembira bagi umat yang beriman. Pesan itu tampak jelas pada firman Allah dalam QS. Al-Isra ayat 9:

اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًاۙ

Arab latin: Inna hāżal-qur'āna yahdī lil-latī hiya aqwamu wa yubasysyirul-mu'minīnal-lażīna ya'malūnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran kabīrā(n).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa bagi mereka ada pahala yang sangat besar.

Berdasarkan Tafsir Ringkas Kemenag, ayat ini menjelaskan bahwa Al-Qur'an menjadi petunjuk bagi manusia untuk meraih keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat, serta memberi kabar gembira bagi orang mukmin yang beramal shalih dengan pahala yang besar.

ADVERTISEMENT

Hal ini selaras dengan kisah yang diriwayatkan Abu Umamah RA. Dari buku Kumpulan Kisah Teladan susunan Prof. Dr. H. M. Hasballah Thaib, MA H. Zamakhsyari Hasballah, Lc, MA, Ph.D, yang dikutip dari kitab Qashas wa Ma'ani, karya Ala' Sadiq, diceritakan bagaimana Al-Qur'an akan hadir sebagai pembela bagi orang yang senantiasa mempelajarinya.

Abu Umamah RA berkata,

"Rasulullah SAW telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur'an, setelah itu Rasulullah SAW memberitahu tentang kelebihan Al-Qur'an."

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Al-Qur'an akan menjadi pembela bagi orang yang membacanya, terutama di hari akhirat, saat manusia sangat memerlukan pertolongan dan penolong yang hakiki.

Lalu Rasulullah SAW bersabda,

"Belajarlah kamu akan Al-Qur'an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya."

Di hari akhir, Al-Qur'an digambarkan datang dengan wujud seindah-indahnya. Ia menampakkan diri kepada orang yang pernah membacanya dan menanyakan "Kenalkah kamu kepadaku?"

Orang yang membaca Al-Qur'an menjawab dengan terkejut, "Siapakah kamu?" Lalu Al-Qur'an menjawab: "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."

Mendengar pengakuan Al-Qur'an, orang itu menyadari bahwa bacaan dan pemahaman selama hidupnya menjadi bekal berharga yang menuntunnya menghadap Allah SWT.

Orang tersebut kemudian diberi kerajaan di tangan kanan dan kekekalan di tangan kirinya, serta meletakkan mahkota di atas kepalanya. Kedua orang tuanya yang muslim juga memperoleh perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia, sehingga mereka bertanya,

"Dari manakah kami memperolehi ini semua, padahal amal kami tidak sampai ini?" Lalu dijawab: "Kamu diberi ini semua karena anak kamu telah mempelajari Al-Qur'an."

Dari kisah ini dapat dilihat bahwa Al-Qur'an menjadi pelindung dan pembela di hari akhirat. Karena ketekunan dalam mempelajari Al-Qur'an memberikan pahala yang besar dan membawa manfaat bagi keluarga serta orang-orang terdekat.

Selain itu, kisah ini juga sejalan dengan hadits yang dikutip dalam buku Bagaimana Berinteraksi Dengan Al-Qur'an oleh Dr. Yusuf Al-Qardhawi, yang menjelaskan kedudukan Al-Qur'an sebagai penolong bagi pembacanya di akhirat,

Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah bersabda:

"Orang yang membaca Al-Qur'an datang pada hari kiamat, lalu Al-Qur'an berkata, 'Ya Rabbi, berilah dia pakaian'. Maka dia diberi mahkota kemuliaan. Kemudian Al-Qur'an berkata lagi, 'Ya Rabbi, tambahilah'. Maka dia diberi pakaian kemuliaan. Kemudian Al-Qur'an berkata lagi, 'Ya Rabbi, ridhailah dia'. Maka Allah ridha kepadanya. Lalu dikatakan kepadanya, 'Bacalah dan tingkatkanlah'. Dan dia ditambahi satu kebaikan dari setiap ayat." (Diriwayatkan At-Tirmidzy)




(inf/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads