Menjelang fase kepulangan jemaah haji gelombang pertama yang dijadwalkan mulai 1 Juni mendatang, Staf Teknis Imigrasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Okky Aditya Yaqsa, mewanti-wanti jemaah untuk mengantisipasi potensi masalah keimigrasian.
Okky meminta para jemaah untuk memanfaatkan jeda waktu setelah puncak prosesi ibadah haji dengan bijak dan tetap mawas diri.
"Pastinya setelah pelaksanaan agenda utama haji, masih akan ada jeda waktu untuk menunggu kepulangan. Kami mengimbau untuk para jemaah haji tetap menaati peraturan yang memang sudah berlaku di Arab Saudi," ujar Okky saat ditemui di Kantor KJRI Jeddah, Rabu (20/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain kepatuhan terhadap hukum lokal, Okky menekankan pentingnya menjaga dokumen pribadi, terutama paspor. Kehilangan atau kerusakan dokumen di hari-hari menjelang kepulangan bisa menghambat proses pemulangan jemaah ke Tanah Air.
"Berkaitan dengan dokumen dan paspor yang memang ada, nantinya untuk dapat tetap dijaga dengan baik," tegasnya.
Guna memastikan proses kepulangan berjalan lancar tanpa kendala birokrasi, pihak KJRI Jeddah bersama Kepala Daerah Kerja (Kadaker) terus melakukan komunikasi intensif dengan otoritas pengasuh hukum di Arab Saudi.
"Pastinya juga kami tetap berkoordinasi dengan otoritas setempat di Arab Saudi, khususnya Jawazat atau Imigrasi Arab Saudi," pungkas Okky.
Dengan koordinasi yang kuat dan kedisiplinan dari para jemaah dalam menjaga dokumennya, diharapkan fase kepulangan jemaah haji tahun ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
(alj/kri)












































Komentar Terbanyak
Mengapa Indonesia Tak Dapat Labbaytum Award, Penyelenggara Haji Terbaik 2026 dari Saudi?
Kenapa Air Zamzam Tak Pernah Habis Meski Diambil Jutaan Jemaah?
Kenapa Laki-laki Disiapkan Bidadari sedangkan Wanita Tak Disiapkan Bidadara?