Abu Jahal: Sepupu Jauh Nabi yang Jadi Musuh Terbesar Islam

Abu Jahal: Sepupu Jauh Nabi yang Jadi Musuh Terbesar Islam

Hanif Hawari - detikHikmah
Jumat, 29 Agu 2025 06:30 WIB
Symbol of the Shia Muslim religion with an Ayatollah who prays and preaches in front of his followers by stretching a finger upwards.
Ilustrasi Abu Jahal (Foto: Getty Images/iStockphoto/Pict Rider)
Jakarta -

Abu Jahal, salah satu tokoh terkemuka kaum kafir Quraisy, dikenal sebagai musuh utama dalam sejarah awal penyebaran Islam. Meskipun memiliki hubungan kekerabatan yang jauh dengan Nabi Muhammad SAW, ia menjadi sosok yang paling gencar menentang dakwah Nabi.

Siapakah Abu Jahal?

Mengutip buku Cerita Al-Qur'an oleh M. Zaenal Abidin, nama asli Abu Jahal adalah Amir Ibnul Hasyim. Julukan "Abu Jahal" yang berarti Bapak Kebodohan disematkan padanya karena ia menolak kebenaran dan terus-menerus memusuhi Nabi Muhammad SAW.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menukil buku Tarikh Nabi Muhammad karya Moenawar Chalil, Abu Jahal punya hubungan keluarga yang cukup jauh dengan Nabi. Namun, itu tidak menghalangi kebenciannya.

Kisah-Kisah Upaya Abu Jahal Mencelakai Nabi

Abu Jahal dikenal kejam dan gigih dalam memusuhi Nabi Muhammad SAW. Beberapa kisah menunjukkan bagaimana ia berusaha mencelakai Nabi, namun selalu gagal berkat perlindungan Allah SWT.

ADVERTISEMENT

Gagal Melempar Batu

Suatu kali, Abu Jahal mencoba memukul kepala Nabi Muhammad SAW dengan batu saat beliau sedang salat. Namun, saat hendak melempar, ia terlempar ke belakang.

Abu Jahal mengaku ia melihat seekor unta besar yang hendak menendangnya. Namun cerita itu tak dipercayai oleh kawan-kawannya.

Terperosok ke dalam Jebakannya Sendiri

Dalam kisah lain, Abu Jahal berpura-pura sakit keras dan meminta Nabi Muhammad SAW mengunjunginya. Nabi yang berhati mulia datang menjenguk tanpa curiga.

Namun, ketika Nabi berdiri di depan pintu kamar, Abu Jahal yang hendak menjebak justru terperosok ke dalam lubang yang telah ia siapkan sendiri.

Abu Jahal Ditaklukkan di Perang Badar

Akhir dari perlawanan Abu Jahal terjadi pada Perang Badar, salah satu perang terpenting dalam sejarah Islam. Kematiannya menjadi kemenangan besar bagi kaum Muslimin.

Menurut buku Dua Sahabat Penakluk Abu Jahal karya Fadila Harum, dua pemuda Anshar bernama Muadz bin Amr dan Muawwidz bin Atra merasa sedih melihat Nabi Muhammad SAW dimusuhi. Meskipun masih remaja, keberanian mereka membuat mereka bisa berhadapan langsung dengan Abu Jahal di medan perang.

Dengan penuh keberanian, mereka berhasil membuat Abu Jahal tersungkur dan sekarat. Di ambang kematiannya, Abu Jahal masih sempat menyampaikan kebenciannya pada Nabi Muhammad SAW kepada Abdullah bin Mas'ud.

Pada akhirnya, Abdullah bin Mas'ud memenggal kepala Abu Jahal dan membawanya ke hadapan Nabi Muhammad SAW. Jasad Abu Jahal kemudian dilemparkan ke dalam sumur tempat mayat-mayat kaum musyrik dibuang di Badar.

Wallahu a'lam.




(hnh/erd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads