- Puasa Adalah Dasarnya Iman
- Macam-macam Puasa Sunnah dan Bacaan Niatnya 1. Puasa Senin dan Kamis Bacaan Niat Puasa Senin dan Kamis 2. Puasa Daud Bacaan Niat Puasa Daud 3. Puasa Asyura Bacaan Niat Puasa Asyura 4. Puasa Arafah Bacaan Niat Puasa Arafah 5. Puasa Ayyamul Bidh Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh 6. Puasa Syawal Bacaan Niat Puasa Syawal
Puasa sejatinya merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Selain puasa wajib, ada puasa sunnah yang bisa diamalkan untuk mendapat amalan-amalan istimewa.
Meskipun hukumnya tidak wajib, puasa sunnah memiliki kedudukan mulia di sisi Allah SWT dan mendatangkan banyak keutamaan. Bahkan, Rasulullah SAW secara langsung menuntunkan amalan puasa sunnah kepada umat-umatnya untuk dikerjakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Simak macam-macam puasa sunnah yang dianjurkan lengkap dengan bacaan niatnya berikut ini.
Puasa Adalah Dasarnya Iman
Allah SWT telah menyerukan hamba-hamba-Nya untuk berpuasa. Disebutkan dalam buku Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya karya Khalifa Zain Nasrullah, Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk berpuasa dengan tujuan yang agung, yakni memberikan jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, menyandang status mulia dalam pandangan-Nya, dan menjadi orang yang bertakwa kepada-Nya.
Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 183:
يَتَأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Melalui ayat di atas, dapat dipahami bahwa takwa adalah inti utama hikmah puasa. Oleh karena ini, puasa dapat dijadikan tiang-tiang kokoh penopang ketakwaan umat Islam.
Macam-macam Puasa Sunnah dan Bacaan Niatnya
Puasa merupakan salah satu ibadah yang memiliki kedudukan mulia di sisi Allah SWT, baik yang wajib maupun sunnah. Berikut adalah macam-macam puasa sunnah yang dianjurkan dihimpun dari buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dan Kandungan hingga Kematian karya Muh Hambali.
1. Puasa Senin dan Kamis
Puasa sunnah Senin dan Kamis merupakan salah satu amalan yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW karena merupakan waktu diangkatnya amal perbuatan.
Rasulullah SAW bersabda, "Amal (pahala) selalu diangkat pada hari Senin dan Kamis, maka aku menyukai pada saat amalku diangkat (dicatat) aku dalam keadaan berpuasa." (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Bacaan Niat Puasa Senin dan Kamis
Bacaan niat puasa Senin dan Kamis disesuaikan dengan pelaksanaan harinya. Berikut adalah bacaan niat puasa hari Senin:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Arab-latin: Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lilaahi ta'aalaa.
Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah hari Senin karena Allah Ta'ala."
Sementara itu, niat puasa hari Kamis adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيسِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Arab-latin: Nawaitu shauma yaumal khamiisi sunnatan lilaahi ta'aalaa.
Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta'ala."
2. Puasa Daud
Puasa sunnah yang satu ini pernah dilakukan oleh Nabi Daud AS dan dianjurkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Puasa ini dikerjakan berselang-seling, satu hari puasa, hari berikutnya berbuka dan seterusnya.
Rasulullah SAW bersabda, "Kerjakanlah puasa yang paling afdal di sisi Allah, itulah puasa Daud AS. Ia berpuasa sehari dan berbuka sehari."
Bacaan Niat Puasa Daud
Berikut adalah niat puasa Daud yang umum dipakai:
نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Arab-latin: Nawaitu shauma daawuuda sunnatal lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah Daud karena Allah Ta'ala."
3. Puasa Asyura
Puasa Asyura adalah sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.
Rasulullah SAW bersabda, "Puasalah pada hari Asyura (10 Muharram) dan selisilah Yahudi. Puasalah pada hari sebelumnya atau hari sesudahnya." (HR Bukhari)
Bacaan Niat Puasa Asyura
Puasa Asyura dapat dikerjakan dengan membaca niat berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ يَوْمٍ عَاشُوْرَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Arab-latin: Nawaitu shauma ghadin min yaumi 'aasyuuraa-a sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah hari Asyura pada esok hari karena Allah Ta'ala."
4. Puasa Arafah
Umat Islam yang sedang tidak melaksanakan haji dianjurkan berpuasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah, tepat sehari sebelum memasuki Idul Adha (10 Zulhijah).
Rasulullah SAW bersabda, "Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR Muslim)
Bacaan Niat Puasa Arafah
Berikut adalah bacaan niat puasa Arafah:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Arab-latin: Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."
5. Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.
Rasulullah SAW bersabda, "Wahai Abu Dzar, jika kamu hendak berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15." (HR Tirmidzi)
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh dapat ditunaikan dengan membaca niat berikut.
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْبَيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Arab-latin: Nawaitu shauma yaumul baidh sunatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah Ayyamul Bidh karena Allah Ta'ala."
6. Puasa Syawal
Puasa sunnah Syawal dilaksanakan selama enam hari setelah Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal).
Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadan, lalu diiringi dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibnu Majah).
Bacaan Niat Puasa Syawal
Berikut adalah bacaan niat puasa Syawal:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ سُنَةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Arab-latin: Nawaitu shauma ghadin 'an sittatin min syawwaalin sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah enam hari di bulan Syawal karena Allah Ta'ala."
(kri/kri)
