Tata Cara Sholat Istisqo Meminta Turun Hujan

Tata Cara Sholat Istisqo Meminta Turun Hujan

Aulia Retno Utami - detikHikmah
Senin, 19 Okt 2026 10:15 WIB
Ilustrasi Sholat Idul Adha
Ilustrasi sholat istisqo. Foto: Firman Marek Brew/Pexels
Jakarta -

Kala musibah kekeringan melanda dan hujan tak kunjung turun, umat Islam disyariatkan untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT. Salah satu bentuk ketundukan hati dan ibadah yang diajarkan untuk memohon rahmat berupa hujan adalah melalui sholat istisqo.

Sholat istisqo merupakan ibadah yang secara khusus dilakukan untuk menunjukkan ketundukan dan kepasrahan umat dalam mengharap rahmat Allah SWT.

Simak uraian tata cara sholat istisqo yang dapat dijadikan rujukan praktis berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Sholat Istisqo?

Sholat istisqo adalah sholat yang disyariatkan oleh Allah SWT ketika musibah kekeringan melanda bumi dan membahayakan manusia karena tidak turun hujan dalam waktu lama. Mengutip buku Panduan Praktis Muslim karya Fahd Salem Bahammam, sholat istisqo merupakan tobat yang menunjukkan ketundukan hati dengan berhadap rahmat Allah SWT berupa turunnya hujan.

Hukum Sholat Istisqo

Disebutkan dalam buku Fikih Ibadah dari Al-Lu'lu Wa Al-Marjan karya Wafi Marzuqi Ammar, sholat istisqo hukumnya sunnah muakkad, yakni sunnah yang sangat ditekankan.

ADVERTISEMENT

Dari Abdullah bin Zaid, dia berkata, "Rasulullah keluar untuk mengerjakan sholat istisqa. Beliau menghadap kiblat. Berdoa dan membalik selendangnya. Beliau mengerjakan sholat dua rakaat dan membaca dengan bacaan keras pada kedua rakaat tersebut." (HR Bukhari dan Muslim)

Tata Cara Sholat Istisqo

Sholat istisqo dilakukan secara berjamaah di tanah lapang tanpa azan dan ikamah. Pelaksanaan sholat istisqo seperti sholat Id, yakni terdiri dari dua rakaat dan disyariatkan adanya tambahan takbir pada permulaan setiap rakaat.

Berikut adalah tata cara melaksanakan sholat istisqo yang disadur dari Buku Pintar Agama Islam susunan Abu Aunillah Al-Baijury.

  1. Membaca niat.
  2. Sholat istisqo dilakukan dengan tujuh kali takbir pada rakaat pertama dan lima kali takbir pada rakaat kedua sebagaimana sholat hari raya.
  3. Imam dianjurkan membaca surah yang agak panjang dalam Al-Qur'an, baik pada rakaat pertama maupun rakaat kedua.
  4. Setelah salam, imam menghadap ke makmum untuk memberi nasihat singkat, lalu membaca istighfar.
  5. Imam kembali menghadap kiblat dan berdoa yang diamini oleh makmum.
  6. Usai berdoa, khotbah dua kali. Pada khotbah pertama, khatib membaca istighfar sembilan kali, sementara pada khotbah kedua sebanyak tujuh kali.

Bacaan Niat Sholat Istisqo

Niat sholat istisqo dilakukan bersamaan dengan gerakan takbiratul ihram, dengan bacaannya sebagai berikut.

أُصَلَّيْ سُنَّةَ الإِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ (إِمَامًا مَأْمُوْمًا) لِلَّهِ تعالى.

Arab-latin: Ushallii sunnatal istisqa-i rak'ataini (imaaman/ma'muuman) lillahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya berniat sholat sunnah istisqo dua rakaat (sebagai imam/makmum) karena Allah Ta'ala."

Khotbah dalam Sholat Istisqo

Dalam memberikan khotbah, khatib dianjurkan memperbanyak istighfar dan membacakan ayat-ayat yang memerintahkan umat untuk beristighfar. Setelah itu, perbanyak doa meminta turunnya hujan, seperti dengan memanjatkan doa-doa berikut ini.

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

Arab-latin: Allahumma aghitsna (dibaca tiga kali)

Artinya: "Ya Allah, berilah kami hujan." (HR Bukhari dan Muslim)

Atau dapat dengan doa berikut:

اللَّهُمَّ أَسْقِنَا غَيْئًا مُغِينَا، مَرِيئًا مَرِيعًا، عَاجِلا غَيْرَ آجِلٍ، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٌ

Arab-latin: Allāhumma asqinā ghaythan mughīthan, marī'an marī'an, 'ājilan ghayra ājilin, nāfi'an ghayra dārrin.

Artinya: "Ya Allah! Turunkan kepada kami hujan yang menyejukkan. Yang baik dan menyuburkan. Dengan segera dan tidak terlambat. Yang bermanfaat dan tidak memberi mudarat." (HR Dawud)

Dapat juga dengan membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ أَنْتَ اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَنْتَ الْغَنِيُّ وَنَحْنُ الْفُقَرَاءُ، أَنْزِلْ عَلَيْنَا الغَيْثَ، وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ لَنَا قُوَّةً وَبَلَاعًا إِلَى حِينٍ

Arab-latin: Allāhumma Antallāhu lā ilāha illā Anta, Antal-Ghaniyyu wa naḥnul-fuqarā'u, anzil ʿalaynā al-ghaytha, wajʿal mā anzalta lanā quwwatan wa balāghan ilā ḥin.

Artinya: "Wahai Allah! Engkau adalah Allah dan tiada Ilah selain hanya Engkau. Engkau Maha kaya sementara kami sangat fakir. Mohon turunkan hujan atas kami. Jadikan hujan yang Engkau turunkan sebagai kekuatan bagi kami dan penyambung hidup hingga waktu yang Engkau tentukan." (HR Dawud)



(kri/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads