Setiap muslim yang pernah beribadah di Tanah Suci mungkin pernah merasakan adanya ikatan batin yang amat kuat terhadap Baitullah. Rasa rindu ini seakan mengabaikan pengorbanan waktu, tenaga, dan biaya yang dikeluarkan untuk dapat kembali mengunjungi Ka'bah.
Ternyata, rasa rindu yang senantiasa membuncah di dalam dada umat Islam terhadap Baitullah ini bukan kebetulan semata, melainkan ada doa-doa yang pernah dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim AS di tanah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nabi Ibrahim Berdoa agar Hati Manusia Tertuju pada Baitullah
Rahasia kerinduan terhadap Ka'bah yang ada di dalam hati setiap umat Islam adalah jawaban dari doa tulus Nabi Ibrahim AS. Tatkala Nabi Ibrahim AS menempatkan keturunannya di lembah Makkah yang saat itu tandus dan tak berpenghuni, beliau memohon kepada Allah SWT agar hati manusia senantiasa cenderung tertuju pada Ka'bah.
Allah SWT berfirman dalam surah Ibrahim ayat 37:
رَبَّنَآ اِنِّيْٓ اَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ بِوَادٍ غَيْرِ ذِيْ زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِۙ رَبَّنَا لِيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ فَاجْعَلْ اَفْـِٕدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِيْٓ اِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ
Artinya: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak ada tanamannya (dan berada) di sisi rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, (demikian itu kami lakukan) agar mereka melaksanakan salat. Maka, jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan anugerahilah mereka rezeki dari buah-buahan. Mudah-mudahan mereka bersyukur."
M Quraish Shihab menjelaskan dalam buku Kisah-kisah dalam Al-Qur'an: Makna dan Hikmah, doa Nabi Ibrahim AS ditujukan agar hati manusia senantiasa mengingat Ka'bah yang didorong atas keinginan dan kerinduan.
Dikisahkan pula bahwa Allah SWT mengabulkan permohonan Nabi Ibrahim AS dengan menghadirkan aneka buah-buahan dari luar wilayah Makkah. Doa Nabi Ibrahim AS inilah yang menjadikan setiap umat Islam selalu merindukan untuk kembali mengunjungi Makkah, bahkan kembali lagi setelah berulang-ulang.
Dalam Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama RI dikatakan doa Nabi Ibrahim dikabulkan Allah SWT terbukti sejak dahulu hingga sekarang banyak manusia yang mengunjungi Baitullah untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah, serta melihat bekas peninggalan-peninggalan dan perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.
Demikian juga banyak didatangkan berbagai macam barang yang diperlukan penghuni negeri tersebut, mulai dari bahan makanan, buah-buahan, dan pakaian sampai barang mewah.
Baitullah sebagai Tempat Kembali yang Aman
Keistimewaan Ka'bah tidak hanya berhenti sampai di situ. Allah SWT menegaskan kedudukan Baitullah sebagai tempat berkumpulnya umat manusia yang senantiasa membawa kedamaian dan rasa aman.
Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 125,
وَاِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَاَمْنًاۗ وَاتَّخِذُوْا مِنْ مَّقَامِ اِبْرٰهٖمَ مُصَلًّىۗ وَعَهِدْنَآ اِلٰٓى اِبْرٰهٖمَ وَاِسْمٰعِيْلَ اَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّاۤىِٕفِيْنَ وَالْعٰكِفِيْنَ وَالرُّكَّعِ السُّجُوْدِ
Artinya: "(Ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah itu (Ka'bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. (Ingatlah ketika Aku katakan,) "Jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat salat." (Ingatlah ketika) Kami wasiatkan kepada Ibrahim dan Ismail, "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, serta yang rukuk dan sujud (salat)!"
Menurut Tafsir Al-Azhar Jilid 1 susunan Hamka, surah Al-Baqarah ayat 125 turun sebagai pengingat bahwa Allah SWT telah mengutus Nabi Ibrahim AS untuk membuat Ka'bah sebagai tempat manusia berkumpul. Ka'bah dijadikan sebagai tempat beribadah bagi seluruh umat yang meyakini keesaan Allah SWT supaya mereka dapat berkumpul di sana dan menunaikan ibadah haji setiap tahun.
Oleh karena menjadi tempat peribadatan umat manusia, Ka'bah merupakan tempat yang menghadirkan rasa aman. Lebih lanjut, hal ini ditegaskan pula dalam Al-Qur'an surah Ali 'Imran ayat 97 yang berbunyi, "... Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia."
Wallahu a'lam.
