Duka mendalam menyelimuti Uni Emirat Arab (UEA). Sheikh Ahmed bin Rashid Al Maktoum, adik dari Penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, wafat pada usia 76 tahun pada Senin (21/9/2026).
Dilansir dari The National News dan Khaleej Times, Selasa (22/9/2026), pemerintah Dubai langsung menetapkan masa berkabung selama 10 hari. Selama masa berkabung tersebut, bendera di seluruh wilayah emirat dikibarkan setengah tiang. Aktivitas siaran televisi dan radio juga akan menyesuaikan dengan memutar musik klasik, serta sejumlah acara hiburan langsung dibatalkan sebagai bentuk penghormatan.
Kantor Media Dubai melaporkan, salat jenazah digelar pada Selasa (22/9) pukul 13.00 waktu setempat di Masjid Agung Za'abeel, Dubai. Prosesi takziah dan penerimaan ucapan duka dibuka selama tiga hari di Za'abeel Majlis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Duka Mendalam Penguasa Dubai dan Pemimpin UEA
Wafatnya Sheikh Ahmed membawa kesedihan mendalam bagi keluarga kerajaan. Penguasa Dubai yang juga Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam melalui akun media sosialnya.
"Anda tidak ada di mata kami, tetapi tidak dari doa dan hati kami, O Ahmed," tulis Sheikh Mohammed. "Semoga Tuhan membuat Anda tinggal di hamparan luas Surga-Nya dan menginspirasi kami serta orang-orang yang Anda cintai dengan kesabaran dan pelipur lara."
Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan turut menyampaikan belasungkawa setinggi-tingginya. Ia memuji rekam jejak pengabdian almarhum bagi kemajuan bangsa sejak awal berdirinya UEA.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada Mohammed bin Rashid atas meninggalnya saudaranya Sheikh Ahmed bin Rashid Al Maktoum, yang kontribusi lamanya terhadap perkembangan UEA sejak didirikan terus menginspirasi perjalanan kemajuan bangsa kita," ungkap Presiden UEA di platform X.
Ungkapan duka juga mengalir dari Putra Mahkota Dubai Sheikh Hamdan bin Mohammed, Sheikha Latifa bint Mohammed, hingga para pemimpin negara tetangga seperti Raja Bahrain Hamad, Sultan Haitham dari Oman, dan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Jejak Militer hingga Pelopor Olahraga Dubai
Mendiang Sheikh Ahmed bin Rashid Al Maktoum merupakan putra keempat sekaligus bungsu dari pendiri emirat Dubai, mendiang Sheikh Rashid bin Saeed Al Maktoum. Selain menjabat sebagai Wakil Ketua Polisi dan Layanan Publik Dubai serta Ketua ARM Holding, almarhum memiliki latar belakang militer dan olahraga yang kuat.
Setelah menyelesaikan pendidikannya di Akademi Militer Kerajaan Sandhurst di Inggris, Sheikh Ahmed bergabung dengan Wilayah Militer Pusat Dubai dan dipercaya menjadi pimpinan tertingginya, membawa pangkalan militer tersebut menjadi salah satu yang terdepan di UEA.
Di bidang olahraga, Sheikh Ahmed dikenal sebagai sosok legendaris yang membidani lahirnya Al Wasl Sports Club pada 1960-an dan memimpin klub tersebut selama puluhan tahun. Di bawah kepemimpinannya, tim sepak bola Al Wasl sukses mengoleksi delapan gelar juara Liga Pro UEA.
Tak hanya sepak bola, almarhum juga merupakan tokoh kunci di balik modernisasi pacuan kuda di UEA dengan mendirikan Jebel Ali Racecourse, serta memelopori olahraga maritim di Timur Tengah lewat pendirian Dubai International Marine Club pada tahun 1988.
