Zayed Award Buka Pendaftaran Nominasi hingga 1 Oktober 2026

Zayed Award Buka Pendaftaran Nominasi hingga 1 Oktober 2026

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Selasa, 14 Apr 2026 11:08 WIB
Zayed Award for Human Fraternity 2027
Zayed Award for Human Fraternity 2027 (Foto: Dok Zayed Award)
Jakarta -

Zayed Award membuka pendaftaran nominasi penghargaan untuk tahun 2027. Sebagaimana diketahui, penghargaan ini diberikan untuk menghormati individu, lembaga dan organisasi yang bekerja untuk memperkuat fondasi persaudaraan manusia dan membangun jembatan pemhamaan serta perdamaian antar bangsa.

Berdasarkan keterangan yang diterima detikHikmah, pendaftaran nominasi Zayed Award for Human Fraternity (Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia) 2027 telah dibuka sejak Senin (13/4/2026) kemarin hingga 1 Oktober 2026. Nantinya, pendaftaran dapat diajukan melalui situs resminya yaitu https://zayedaward.org.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Zayed Award?

Zayed Award for Human Fraternity merupakan penghargaan yang diberikan setiap tahun kepada individu atau lembaga yang memberikan kontribusi signifikan dalam memupuk persaudaraan antar manusia, mendukung nilai-nilai dialog, dan mempromosikan toleransi dan solidaritas, berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan yang diabadikan dalam Dokumen Persaudaraan Manusia bersejarah.

Dokumen tersebut ditandatangani Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin, Imam Akbar Profesor Dr. Ahmed Al-Tayeb, bersama mendiang Paus Fransiskus, mantan Paus Gereja Katolik.

ADVERTISEMENT

Selain sebagai warisan mandiang Syekh zayed bin Sultan Al Nahyan, penghargaan Zayed Award for Human Fraternity bertujuan memperkuat nilai-nilai persaudaraan manusia, yang didasarkan pada menghormati setiap orang, menjaga martabat mereka, dan membantu mereka tanpa memandang agama, jenis kelamin, ras, atau kewarganegaraan.

Menurut penuturan Sekretaris Jenderal Zayed Award for Human Fraternity, Konselor Mohamed Abdel Salam, nominasi Zayed Award edisi kedelapan ini mencerminkan misi keberlanjutan untuk menyoroti dan menghormati upaya kemanusiaan perintis yang berkontribusi dalam melayani kemanusiaan serta mempromosikan nilai-nilai secara global.

"Penghargaan ini terus mendukung inisiatif berdampak yang menerjemahkan prinsip-prinsip Dokumen Bersejarah tentang Persaudaraan Manusia ke dalam program-program praktis yang menciptakan dampak abadi pada komunitas di seluruh dunia," ungkapnya.

"Tahun ini, kami berharap dapat menerima nominasi baru dari individu dan lembaga yang memberikan kontribusi efektif untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan manusia secara global," sambungnya.

Penerima Penghargaan Akan Menerima 1 Juta USD

Nantinya, penerima penghargaan akan memperoleh hadiah sebesar 1 juta USD. Besaran hadiah ini kali pertama diumumkan setelah pertemuan bersejarah di Abu Dhabi pada 2019 antara Grand Syekh Al Azhar, Profesor Dr. Ahmed Al-Tayeb, dengan mendiang Paus Fransiskus, mantan Paus Gereja Katolik.

Kala itu, kedua pemimpin agama tersebut menandatangani Dokumen tentang Persaudaraan Manusia. Dokumen ini disebut jadi salah satu yang terpenting dalam sejarah manusia modern.

Pada 4 Februari 2026, Zayed Award for Human Fraternity mengumumkan penerima penghargaan edisi ketujuh dalam sebuah upacara di Monumen Syekh Zayed bin Sultan Al Nahyan di Abu Dhabi.

Acara tersebut dihadiri Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (Presiden UEA), Ilham Aliyev (Presiden Azerbaijan), dan Nikol Pashinyan (Perdana Menteri Armenia). Penghargaan tersebut diberikan kepada penggagas perjanjian perdamaian bersejarah antara Azerbaijan dan Armenia, Yayasan Kerja Sama Kemanusiaan Palestina, dan Zarqa Yaftali, advokat pendidikan perempuan Afghanistan, sebagai pengakuan atas kontribusi mereka dalam mempromosikan hidup berdampingan secara damai, kerja kemanusiaan, dan akses terhadap sumber daya pendidikan bagi semua. Upacara tersebut juga dihadiri oleh para pejabat dan tokoh internasional dari lebih dari 40 negara, serta anggota dewan juri.

Sejak 2019, Zayed Award telah memberikan penghargaan kepada 20 individu dan organisasi dari 20 negara atas kontribusi mereka di berbagai bidang kemanusiaan, termasuk kesehatan, pendidikan, dukungan pengungsi, pengembangan masyarakat, penyediaan makanan bagi mereka yang terkena dampak krisis, pemberdayaan pemuda dan perempuan, dan banyak lagi.




(aeb/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads