Ditjen Pesantren Resmi Hadir, Menag Tekankan Pencegahan Kekerasan di Ponpes

Ditjen Pesantren Resmi Hadir, Menag Tekankan Pencegahan Kekerasan di Ponpes

Devi Setya - detikHikmah
Selasa, 22 Sep 2026 19:15 WIB
Menag Nasaruddin Umar dalam Media Gathering Hari Santri 2026, di Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Menag Nasaruddin Umar dalam Media Gathering Hari Santri 2026, di Jakarta, Selasa (22/9/2026). Foto: Devi Setya/detikcom
Jakarta -

Direktorat Jenderal Pesantren (Ditjen Pesantren) resmi hadir sebagai lembaga setingkat eselon I di Kementerian Agama. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut kehadiran Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola sekaligus perlindungan terhadap santri.

Hal ini disampaikan Menag dalam kick-off Hari Santri 2026 di Jakarta, Selasa (22/9/2026). Ia menyebut peringatan Hari Santri kali ini menjadi lebih istimewa dengan hadirnya Ditjen Pesantren.

"Betul yang dikatakan ini adalah hari kebangkitan santri dengan launching dengan hadirnya Ditjen Pondok Pesantren," ujar Nasaruddin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga menyinggung sosok Basnang Said yang baru dilantik sebagai pejabat di lingkungan Ditjen Pesantren. Menurut Nasaruddin, Basnang memiliki latar belakang yang dekat dengan dunia pesantren.

"Baru saja dilantik Pak Basnang Said memang besar di pondok pesantren, betul-betul mempersiapkan di masa depan," katanya.

ADVERTISEMENT

Pesantren Terbuka untuk Evaluasi

Dalam kesempatan tersebut, Menag yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal ini mengatakan penguatan kelembagaan pesantren tidak berarti persoalan yang ada telah selesai. Menurutnya, pesantren tetap perlu terbuka terhadap masukan, kritik, dan evaluasi untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Walaupun kita katakan urusan sudah selesai, tetapi pondok pesantren itu terbuka menerima masukan, kritikan-kritikan termasuk juga evaluasi bagaimana menutup kemungkinan sama sekali terjadinya hal-hal yang kita tidak inginkan di pondok pesantren, seperti kekerasan, dan macam-macam yang tidak enak didengar di pondok pesantren," tuturnya.

Selain Ditjen Pesantren, Menag juga menyoroti keberadaan Majelis Masyayikh. Menurutnya, lembaga tersebut dibentuk untuk membantu memberikan perlindungan sekaligus arahan bagi pesantren.

"Dengan hadirnya Ditjen Pondok Pesantren ini dan dengan hadirnya juga Majelis Masyayikh yang dibentuk sedemikian rupa, ini untuk memproteksi segala macam hal-hal yang negatif, mencitra-negatifkan nama pesantren itu akan dihindari," ujarnya.

Nasaruddin mengatakan anggota Majelis Masyayikh akan dipilih secara terbuka. Mereka nantinya diharapkan dapat ikut memberikan pengawasan dan arahan kepada pesantren.

"Orang-orang yang kita pilih sebagai anggota Majelis Masyayikh yang akan ikut bersama-sama memberikan controlling atau direction kepada pondok pesantren, ini sudah dibentuk," lanjutnya.

"Dengan demikian kekerasan apalagi kekerasan yang pernah menjadi viral itu kita akan tertibkan," tegas Menag.



(dvs/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads