- Bacaan Niat Salat sunnah Qobliyah Subuh Lengkap: Arab, Latin dan Artinya
- Waktu dan Pelaksanaan Salat sunnah Qobliyah Subuh
- Tata Cara Pelaksanaan Salat sunnah Qobliyah Subuh 2 Rakaat
- Bacaan Zikir Setelah Qobliyah Subuh: Arab, Latin, dan Artinya
- Keutamaan Salat Qobliyah Subuh 2 Rakaat 1. Dibangunkan Rumah di Surga 2. Nilainya Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya 3. Salat Sunnah Rawatib yang Tidak Pernah Ditinggalkan Rasulullah
Qobliyah Subuh merupakan salah satu salat sunnah rawatib yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Salat ini terdiri atas 2 rakaat yang dikerjakan sebelum salat Subuh.
Apabila hendak menunaikannya, simak bacaan niat dan tata cara salat sunnah qobliyah Subuh 2 rakaat, hingga bacaan zikir setelahnya berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bacaan Niat Salat sunnah Qobliyah Subuh Lengkap: Arab, Latin dan Artinya
Niat salat sunnah qobliyah Subuh 2 rakaat dibaca ketika hendak menunaikan salat, berikut bacaan lengkapnya yang disadur dari Buku Praktis Ibadah susunan Irwan dkk.
أَصَلَّى سُنَّةَ قَبْلِيَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اللَّهِ تَعَالَى
Arab-latin: Ushalli sunnata qabliyyatash-shubhi rak'ataini mustaqbilal-qiblati lillahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat melakukan salat sunnah sebelum Subuh dua rakaat, sambil menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."
Waktu dan Pelaksanaan Salat sunnah Qobliyah Subuh
Sehubungan dengan waktu pelaksanaannya, salat sunnah qobliyah Subuh juga disebut dengan salat fajar. Mengutip dari Buku Tuntunan Supermudah & Lengkap Shalat Wajib & Sunnah Sesuai Tuntunan Rasulullah karya Ustaz Abd Hamid, salat sunnah qobliyah Subuh dikerjakan pada waktu terbitnya fajar shidiq atau setelah azan Subuh (awal waktu). Salat fajar dikerjakan sebanyak dua rakaat sebelum salat fardu Subuh.
Tata Cara Pelaksanaan Salat sunnah Qobliyah Subuh 2 Rakaat
Pada dasarnya, tata cara salat sunnah qobliyah Subuh dua rakaat tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan salat lainnya, lantaran yang membedakan hanya bacaan niatnya. Dinukil dari buku Dirasah Islamiyah Kelas VIII oleh Al Mubdi'u dkk, berikut tata cara salat sunnah qobliyah Subuh 2 rakaat.
- Niat
- Takbiratul Ihram
- Membaca surah Al-Fatihah dilanjutkan salah satu surah pendek dalam Al-Qur'an (dianjurkan surah Al-Kafirun, surah Al-Ikhlas, surah al-Baqarah ayat 136, dan surah Ali Imran ayat 52)
- Rukuk
- Iktidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua rakaat pertama
- Berdiri dan mengulang urutan di atas mulai dari membaca surah Al-Fatihah hingga gerakan sujud kedua.
- Duduk tasyahud.
- Mengucapkan salam dengan menoleh ke samping kanan kemudian kiri.
Bacaan Zikir Setelah Qobliyah Subuh: Arab, Latin, dan Artinya
Usai mengerjakan salat qobliyah Subuh, umat Islam juga dianjurkan mengamalkan bacaan zikir dan doa pada waktu jeda antara salat sunnah qobliyah hingga waktu salat Subuh.
Berikut adalah bacaan zikir setelah salat sunnah qobliyah Subuh yang dikutip dari kitab Nihayatuzzain dalam buku berjudul 23 Shalat Sunnah Penjelasan dan Tata Cara Pelaksanaannya karya Arief Rachman Badrudin.
Bacaan diawali dengan zikir berikut:
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
Arab-latin: Ya hayyu ya qayyum laa ilaaha illa anta. (40x)
Artinya: "Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Berdiri Sendiri, tiada tuhan selain Engkau."
Membaca surah Al-Ikhlas (11x)
Membaca surah Al-Falaq (1x)
Membaca surah An-Naas (1x)
Dilanjutkan dengan berzikir 100x:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
Arab latin: Subhanallah wabihamdihi subhanallahil 'adzim astaghfirullah.
Artinya: "Maha Suci Allah, dan dengan memuji-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung. Aku memohon ampunan pada Allah."
Dilanjutkan dengan berzikir:
سُبْحَانَ مَنْ تَعَزَّزَ بِالْعَظَمَةِ سُبْحَانَ مَنْ تَرَدَّى بِالْكِبْرِيَاءِ سُبْحَانَ مَنْ تَفَرَّدَ بِالْوَحْدَانِيَّةِ سُبْحَانَ مَنِ احْتَجَبَ بِالنُّوْرِ سُبْحَانَ مَنْ قَهَرَ الْعِبَادَ بِالْمَوْتِ سُبْحَانَ مَنْ لَا يَفُوْتُهُ فَوْتٌ سُبْحَانَ الْأَوَّلِ الْمُبْدِيْءِ سُبْحَانَ الْآخِرِ الْمُفْنِيْ سُبْحَانَ مَنْ تَسَمَّى قَبْلَ أَنْ يُسَمَّى سُبْحَانَ مَنْ عَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ سُبْحَانَ مَنْ كَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ سُبْحَانَ مَنْ لَا يَعْلَمُ قَدْرَهُ غَيْرُهُ (سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ 3x) سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Arab-latin: Subhana Man ta'azzaza bil-adzamati, subhana Man taradda bil-kibriyaa'i, subhana Man tafarrada bil wahdaniyyati, subhana man ihtajaba bin-nuuri, subahan Man qaharal 'ibaada bil mauti, subhana Man laa yafuutuhu fautun, subhanal awwal Al-mubdi, subhanal akhir Al-mufni, subhana man tasamma qabla ay yusamma, subhana Man 'allama Adamal asmaa`a, subhana man kaana 'arsuhu 'alal maa, subhana Man ya'lamu qadrahu ghairuhu (Subhanallah wabihamdihi subhanallahil 'adzim astaghfirullah) subhana Rabbika Rabbil 'izzati 'ammaa yashifuun, wa salaamun 'alal mursaliin walhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin.
Artinya: "Maha Suci Zat yang perkasa dengan keagungan-Nya, Maha Suci Zat yang berhiaskan kebesaran, Maha Suci Zat yang menyendiri dalam sifat keesaan-Nya, Maha Suci yang berhijab dengan cahaya, Maha Suci Zat yang melemahkan para hamba dengan kematian, Maha Suci Zat yang tidak disibukkan oleh kesibukan apa pun, Maha Suci Zat yang Maha Awal dan Maha mengawali, Maha Suci Zat yang Maha Akhir dan Maha memfanakan, Maha Suci Zat yang menamai sebelum dinamai, Maha Suci Zat yang mengajarkan nama-nama kepada Adam, Maha Suci Zat yang singgasana-Nya berada di atas air, Maha Suci Zat yang kadar-Nya tidak diketahui oleh siapa pun (Maha Suci Allah, dan dengan memuji-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung), Maha Suci Tuhanmu, Tuhan Yang Maha lebih mulia dari apa yang mereka sifatkan, keselamatan bagi para Rasul, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."
Lalu berbaring ke samping kanan dengan membaca:
اللهم رَبَّ جِبْرِيلَ وَمِيكَائِيْلَ وَإِسْرَافِيْلَ وَعِزْرَائِيلَ وَرَبَّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ
Arab-latin: Allahumma Rabbi Jibrila wa Mikaila wa Israafiila wa 'Izraaiila, wa Rabbi Sayyidina Muhammadin Shallallahu 'alaihi wa sallam. Ajirnii minan naar.
Artinya: "Ya Allah, Tuhannya Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, dan Tuhannya junjungan kami Muhammad SAW. Selamatkanlah kami dari neraka."
Keutamaan Salat Qobliyah Subuh 2 Rakaat
Meski hukumnya sunnah, salat qobliyah Subuh memiliki banyak keutamaan bagi muslim yang menunaikannya. Berikut sejumlah keutamaan mengerjakan salat sunnah qobliyah Subuh dikutip dari buku Keutamaan 19 Shalat Sunah oleh MHD. Yunus dan buku Sunnah-sunnah Rasulullah Sehari-hari karya Abdullah Hamud al Furaih.
1. Dibangunkan Rumah di Surga
Allah SWT menjanjikan akan membangun rumah di surga bagi hamba-Nya yang mengamalkan salat sunnah rawatib.
Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang tidak meninggalkan dua belas rakaat pada salat sunnah rawatib, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga." (HR At-Tirmidzi)
2. Nilainya Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya
Tidak hanya dibangunkan rumah di surga, amalan salat qobliyah Subuh 2 rakaat bernilai sangat besar dan istimewa. Mengenai hal ini, Rasulullah SAW bersabda:
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
Artinya: "Dua rakaat salat sunnah Subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya." (HR Muslim)
3. Salat Sunnah Rawatib yang Tidak Pernah Ditinggalkan Rasulullah
Diriwayatkan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan salat sunnah qobliyah Subuh.
"Dari semua salat sunnah, tak ada salat sunnah yang paling beliau jaga, seperti halnya Rasulullah SAW menjaga untuk tidak meninggalkan dua rakaat salat fajar atau dua rakaat salat sunnah rawatib qobliyah subuh." (HR Bukhari dan Muslim)
Wallahu a'lam.
