Menag Putuskan MTQ Nasional Digelar Tiap Tahun, STQ Dihapus

Menag Putuskan MTQ Nasional Digelar Tiap Tahun, STQ Dihapus

Hanif Hawari - detikHikmah
Senin, 14 Sep 2026 11:45 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar (Foto: Dok. Kemenag)
Jakarta -

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memutuskan MTQ Nasional akan digelar setiap tahun. Keputusan ini sekaligus menghapus agenda Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ).

"Kami sampaikan kepada Bapak-Ibu sekalian bahwa setiap tahun kita akan melaksanakan MTQ atau Musabaqah Tilawatil Qur'an. Kita tidak mengadakan lagi STQ, Seleksi Tilawatil Qur'an," ujar Nasaruddin Umar saat membuka MTQ Nasional ke-31 di Lapangan Pancasila, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026), dikutip dari laman Kemenag.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alasan STQ Dihapus dan MTQ Jadi Agenda Tahunan

Selama ini, MTQ Nasional diselenggarakan dua tahun sekali diselingi dengan STQ. Menag menjelaskan, salah satu alasan utama penghentian STQ adalah pertimbangan efisiensi sumber daya dan energi penyelenggara. Menurutnya, energi yang dibutuhkan untuk menggelar STQ tidak jauh berbeda dengan MTQ.

"Karena energi yang dikeluarkan panitia dan pemerintah, pihak penyelenggara, sama saja dengan energi yang dikeluarkan saat MTQ itu berlangsung. Karena itu, demi syiar, Kementerian Agama memutuskan bahwa setiap tahun kita tidak melakukan STQ, tetapi yang kita lakukan adalah MTQ," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Selain alasan efisiensi, antrean provinsi yang ingin menjadi tuan rumah MTQ Nasional tercatat sangat panjang. Dengan perubahan jadwal menjadi setahun sekali, kesempatan bagi daerah-daerah di Indonesia untuk menjadi tuan rumah akan terbuka lebih cepat dan luas.

Sebagai gambaran, Jawa Tengah baru bisa kembali menyelenggarakan MTQ Nasional pada 2026 setelah menunggu selama 47 tahun. Provinsi ini terakhir kali menjadi tuan rumah pada 1979 silam.

"Insya Allah, MTQ yang akan datang kita akan tentukan (tuan rumahnya), kita akan umumkan nanti pada pengumuman atau penutupan MTQ ini," tambah Menag.

Sejarah MTQ Nasional dari Masa ke Masa

Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional pertama kali digelar pada tahun 1968 di Makassar, Sulawesi Selatan. Sejak saat itu, skema dan periode penyelenggaraannya terus mengalami dinamika perubahan.

Pada 10 gelaran awal (1968-1977), MTQ Nasional rutin digelar setiap tahun. Kemudian, pada rentang 1979-1985, MTQ Nasional digelar setiap dua tahun sekali sebanyak empat kali.

Setelah 1985, MTQ Nasional kembali digelar tiga tahun sekali, yakni pada 1988, 1991, 1994, 1997, 2000, dan 2003. Sejak 2006, MTQ Nasional kembali diselenggarakan dua tahun sekali hingga gelaran ke-31 di Semarang pada 2026.

Berikut daftar lengkap 31 tuan rumah penyelenggaraan MTQ Nasional sejak 1968 hingga 2026:

  1. MTQN 1968: Kota Makassar, Sulawesi Selatan
  2. MTQN 1969: Bandung, Jawa Barat
  3. MTQN 1970: Banjarmasin, Kalimantan Selatan
  4. MTQN 1971: Medan, Sumatera Utara
  5. MTQN 1972: Jakarta, DKI Jakarta
  6. MTQN 1973: Mataram, Nusa Tenggara Barat
  7. MTQN 1974: Surabaya, Jawa Timur
  8. MTQN 1975: Palembang, Sumatera Selatan
  9. MTQN 1976: Samarinda, Kalimantan Timur
  10. MTQN 1977: Manado, Sulawesi Utara
  11. MTQN 1979: Semarang, Jawa Tengah
  12. MTQN 1981: Banda Aceh, Aceh
  13. MTQN 1983: Padang, Sumatera Barat
  14. MTQN 1985: Pontianak, Kalimantan Barat
  15. MTQN 1988: Bandar Lampung, Lampung
  16. MTQN 1991: Yogyakarta, DI Yogyakarta
  17. MTQN 1994: Pekanbaru, Riau
  18. MTQN 1997: Jambi, Jambi
  19. MTQN 2000: Palu, Sulawesi Tengah
  20. MTQN 2003: Palangkaraya, Kalimantan Tengah
  21. MTQN 2006: Kendari, Sulawesi Tenggara
  22. MTQN 2008: Serang, Banten
  23. MTQN 2010: Bengkulu, Bengkulu
  24. MTQN 2012: Ambon, Maluku
  25. MTQN 2014: Batam, Kepulauan Riau
  26. MTQN 2016: Mataram, Nusa Tenggara Barat
  27. MTQN 2018: Medan-Deli Serdang, Sumatera Utara
  28. MTQN 2020: Padang Pariaman, Sumatera Barat
  29. MTQN 2022: Banjarbaru, Banjar, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
  30. MTQN 2024: Samarinda, Kalimantan Timur
  31. MTQN 2026: Semarang, Jawa Tengah


(hnh/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads