Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memutuskan MTQ Nasional akan digelar setiap tahun. Keputusan ini sekaligus menghapus agenda Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ).
"Kami sampaikan kepada Bapak-Ibu sekalian bahwa setiap tahun kita akan melaksanakan MTQ atau Musabaqah Tilawatil Qur'an. Kita tidak mengadakan lagi STQ, Seleksi Tilawatil Qur'an," ujar Nasaruddin Umar saat membuka MTQ Nasional ke-31 di Lapangan Pancasila, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026), dikutip dari laman Kemenag.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan STQ Dihapus dan MTQ Jadi Agenda Tahunan
Selama ini, MTQ Nasional diselenggarakan dua tahun sekali diselingi dengan STQ. Menag menjelaskan, salah satu alasan utama penghentian STQ adalah pertimbangan efisiensi sumber daya dan energi penyelenggara. Menurutnya, energi yang dibutuhkan untuk menggelar STQ tidak jauh berbeda dengan MTQ.
"Karena energi yang dikeluarkan panitia dan pemerintah, pihak penyelenggara, sama saja dengan energi yang dikeluarkan saat MTQ itu berlangsung. Karena itu, demi syiar, Kementerian Agama memutuskan bahwa setiap tahun kita tidak melakukan STQ, tetapi yang kita lakukan adalah MTQ," jelasnya.
Selain alasan efisiensi, antrean provinsi yang ingin menjadi tuan rumah MTQ Nasional tercatat sangat panjang. Dengan perubahan jadwal menjadi setahun sekali, kesempatan bagi daerah-daerah di Indonesia untuk menjadi tuan rumah akan terbuka lebih cepat dan luas.
Sebagai gambaran, Jawa Tengah baru bisa kembali menyelenggarakan MTQ Nasional pada 2026 setelah menunggu selama 47 tahun. Provinsi ini terakhir kali menjadi tuan rumah pada 1979 silam.
"Insya Allah, MTQ yang akan datang kita akan tentukan (tuan rumahnya), kita akan umumkan nanti pada pengumuman atau penutupan MTQ ini," tambah Menag.
Sejarah MTQ Nasional dari Masa ke Masa
Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional pertama kali digelar pada tahun 1968 di Makassar, Sulawesi Selatan. Sejak saat itu, skema dan periode penyelenggaraannya terus mengalami dinamika perubahan.
Pada 10 gelaran awal (1968-1977), MTQ Nasional rutin digelar setiap tahun. Kemudian, pada rentang 1979-1985, MTQ Nasional digelar setiap dua tahun sekali sebanyak empat kali.
Setelah 1985, MTQ Nasional kembali digelar tiga tahun sekali, yakni pada 1988, 1991, 1994, 1997, 2000, dan 2003. Sejak 2006, MTQ Nasional kembali diselenggarakan dua tahun sekali hingga gelaran ke-31 di Semarang pada 2026.
Berikut daftar lengkap 31 tuan rumah penyelenggaraan MTQ Nasional sejak 1968 hingga 2026:
- MTQN 1968: Kota Makassar, Sulawesi Selatan
- MTQN 1969: Bandung, Jawa Barat
- MTQN 1970: Banjarmasin, Kalimantan Selatan
- MTQN 1971: Medan, Sumatera Utara
- MTQN 1972: Jakarta, DKI Jakarta
- MTQN 1973: Mataram, Nusa Tenggara Barat
- MTQN 1974: Surabaya, Jawa Timur
- MTQN 1975: Palembang, Sumatera Selatan
- MTQN 1976: Samarinda, Kalimantan Timur
- MTQN 1977: Manado, Sulawesi Utara
- MTQN 1979: Semarang, Jawa Tengah
- MTQN 1981: Banda Aceh, Aceh
- MTQN 1983: Padang, Sumatera Barat
- MTQN 1985: Pontianak, Kalimantan Barat
- MTQN 1988: Bandar Lampung, Lampung
- MTQN 1991: Yogyakarta, DI Yogyakarta
- MTQN 1994: Pekanbaru, Riau
- MTQN 1997: Jambi, Jambi
- MTQN 2000: Palu, Sulawesi Tengah
- MTQN 2003: Palangkaraya, Kalimantan Tengah
- MTQN 2006: Kendari, Sulawesi Tenggara
- MTQN 2008: Serang, Banten
- MTQN 2010: Bengkulu, Bengkulu
- MTQN 2012: Ambon, Maluku
- MTQN 2014: Batam, Kepulauan Riau
- MTQN 2016: Mataram, Nusa Tenggara Barat
- MTQN 2018: Medan-Deli Serdang, Sumatera Utara
- MTQN 2020: Padang Pariaman, Sumatera Barat
- MTQN 2022: Banjarbaru, Banjar, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
- MTQN 2024: Samarinda, Kalimantan Timur
- MTQN 2026: Semarang, Jawa Tengah
