Kematian adalah kepastian yang akan dihampiri oleh setiap makhluk yang bernyawa. Dalam ajaran Islam, momen mendengar kabar duka atas wafatnya seorang kerabat, tetangga, atau sesama Muslim bukan sekadar berita duka biasa, melainkan pengingat akan hakikat kehidupan dunia yang fana.
Islam mengajarkan adab yang hendaknya dilakukan seseorang saat menerima berita duka. Lantas, bagaimana adab muslim saat mendengar kabar orang meninggal dunia? Apa saja dalil dan hadits yang menganjurkannya?
Adab Muslim Saat Mendengar Kabar Orang Meninggal Dunia
Mengutip buku Ibadah Shalat Penuh Misteri dan Keberkahan karya Sjachril Abusamah dan Muh. Rizki, salah satu adab saat pertama kali mendengar berita kematian adalah membaca doa berikut:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ عِنْدَكَ أَحْتَسِبُ مُصِيبَتِي فَأَجِرْنِي فِيهَا وَأَبْدِلْنِي مِنْهَا خَيْرًا
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Allahumma indaka ahtasibu mushibati fa'jurni fiha wa abdilni minha khairan.
Artinya: "Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, kepada-Mu aku memperhitungkan musibahku ini, maka berilah aku pahala atas musibah ini dan gantilah dengan yang lebih baik."
Doa ini merupakan pengakuan tulus seorang hamba bahwa seluruh jiwa, harta, dan apa yang ada di bumi adalah milik Allah SWT, dan kepadanya pula semuanya akan kembali. Doa tersebut mengajarkan bahwa kematian harus diterima dengan sabar dan tawakal.
Allah SWT memuji hamba-Nya yang mengamalkan sikap ini dalam Surah Al-Baqarah ayat 157:
اُولٰۤىِٕكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ
"Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."
Hadits Keutamaan Ucapan Tarji'
Kitab Al-Adzkar dan Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi serta buku Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq mencantumkan hadits shahih tentang anjuran mengucapkan kalimat tarji' saat mendengar kabar kematian.
Dari Ummu Salamah RA, Rasulullah SAW bersabda,
"Tidaklah seorang hamba tertimpa musibah lalu ia membaca apa yang telah diperintahkan oleh Allah, 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, Allahumma'-jurni fi mushibati wa akhlif li khairan minha (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Ya Allah, berilah pahala dalam musibahku ini dan gantikanlah untukku dengan yang lebih baik daripadanya) melainkan Allah akan memberinya pahala dalam musibah tersebut dan menggantikannya dengan yang lebih baik." (HR. Muslim)
Disebutkan bahwa ganjaran orang yang bersabar ketika orang yang disayanginya meninggal adalah surga. Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda,
"Allah SWT berfirman, 'Tidakkah orang yang beriman dari hamba-Ku yang bersabar ketika orang yang dicintai di dunia Aku ambil nyawanya kecuali baginya adalah surga.'" (HR. Bukhari)
Riwayat lain juga menyebutkan keutamaan bagi orang yang bersabar atas kehilangan orang yang dicintainya. Dari Abu Musa al-Asy'ari, Rasulullah SAW bersabda,
"Jika anak Adam meninggal dunia, Allah berfirman kepada Malaikat, 'Engkau telah mengambil nyawa anak hamba-Ku?!' Malaikat menjawab, 'Iya.' Allah berfirman kepadanya, 'Engkau telah mencabut nyawa buah hatinya?!' Malaikat menjawab, 'Iya.' Allah SWT berfirman, 'Lantas apa yang ia ucapkan?' Malaikat menjawab, 'Ia memuji-Mu dan membaca Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.' Allah SWT lantas berfirman, 'Bangunkan untuk hamba-Ku sebuah gedung di surga dan berilah nama dengan Baitul Hamd (gedung pujian).'" (HR. Tirmidzi)
Ayat dan hadits tersebut menunjukkan keutamaan mengucapkan kalimat tarji' saat tertimpa musibah. Orang yang bersabar dan mengucapkannya mendapat rahmat, petunjuk, serta pahala dari Allah SWT.
