Ada beberapa museum yang menyimpan kekayaan sejarah Islam, salah satunya berada di Uzbekistan. Negara di Asia Tengah tersebut memiliki Islamic Civilization Center (ICC) di Tashkent, yang pada 2026 tercatat sebagai museum peradaban Islam terbesar di dunia.
Guinness World Records mencatat Islamic Civilization Center memiliki luas area pameran 7.772,8 meter persegi. Sementara itu, keseluruhan bangunan pusat tersebut yang mencakup tiga lantai memiliki luas sekitar 42.666 meter persegi. Museum ini menampilkan 2.027 benda koleksi dalam pamerannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lokasi Museum Islam Terbesar di Dunia
Dilansir dari laman resmi Islamic Civilization Center in Uzbekistan menjelaskan museum ini berada di ibu kota Uzbekistan, Tashkent. Pusat ini dibangun sebagai ruang untuk mempelajari dan memperkenalkan sejarah peradaban Islam, khususnya warisan intelektual dan budaya yang berkembang di kawasan Asia Tengah.
Pada April 2026, Guinness World Records secara resmi mencatat Islamic Civilization Center Uzbekistan sebagai museum peradaban Islam terbesar di dunia berdasarkan luas area pameran. Rekor tersebut ditetapkan pada 1 April 2026 dengan luas area pameran 7.772,8 meter persegi.
Menyimpan Lebih dari 2.000 Benda Pameran
Salah satu ruang pameran di Islamic Civilization Center Foto: Islamic Civilization Center |
Salah satu hal yang membuat Islamic Civilization Center menarik adalah cakupan koleksinya.
Guinness World Records mencatat terdapat 2.027 benda dalam pameran museum tersebut. Koleksinya digunakan untuk menggambarkan sejarah dan perkembangan peradaban Islam.
Pameran disusun berdasarkan perjalanan sejarah yang panjang. Pengunjung dapat melihat bagaimana wilayah Asia Tengah berinteraksi dengan berbagai peradaban dan tradisi lain sebelum, selama dan setelah berkembangnya Islam.
Kisah tersebut kemudian berlanjut hingga masa kejayaan dinasti-dinasti Islam dan perkembangan Uzbekistan modern.
Koleksi Utama Museum
Salah satu daya tarik terbesar Islamic Civilization Center adalah keberadaan Al-Qur'an Utsman, sebuah manuskrip Al-Qur'an kuno yang menjadi salah satu artefak paling penting dalam sejarah Islam di kawasan tersebut.
Manuskrip tersebut ditulis menggunakan aksara Kufik pada perkamen kulit gazel dan diperkirakan berasal dari sekitar abad ke-7. Al-Qur'an tersebut ditempatkan di ruang khusus yang menjadi salah satu bagian utama museum.
Al-Qur'an Utsman bukan sekadar benda bersejarah. Manuskrip tersebut menjadi simbol hubungan antara Uzbekistan dengan sejarah awal peradaban Islam.
Ruang tempat manuskrip ini dipamerkan dibuat sangat megah. Bangunan utama museum memiliki kubah besar yang menjadi salah satu elemen arsitektur yang menonjol.
Koleksi Islamic Civilization Center tidak terbatas pada manuskrip Al-Qur'an.
Berbagai artefak digunakan untuk menggambarkan kehidupan masyarakat dan perkembangan peradaban Islam. Di antara benda yang disebut dalam berbagai laporan mengenai museum tersebut adalah nampan dari era Samanid abad ke-10, artefak emas dari Bactria, serta benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan tradisi Islam.
Museum juga memiliki koleksi yang memperlihatkan perkembangan seni, ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan.
Bangunan Museum Memiliki Arsitektur Megah
Selain koleksi, bangunan Islamic Civilization Center juga menjadi daya tarik tersendiri.
Kompleks tersebut berada di kawasan bersejarah Hazrati Imam di Tashkent. Area ini memiliki arti penting bagi kehidupan keagamaan dan sejarah Islam di Uzbekistan.
Bangunan pusat tersebut dirancang dengan skala besar dan memiliki kubah utama yang menjadi titik perhatian.
Bagian interiornya juga dibuat dengan detail yang menonjolkan unsur seni dan budaya Islam.

