Nabi Muhammad SAW Pernah Memberi Pelepah Kurma di Atas Kuburan

Nabi Muhammad SAW Pernah Memberi Pelepah Kurma di Atas Kuburan

Devi Setya - detikHikmah
Jumat, 04 Sep 2026 05:00 WIB
referensi
ilustrasi makam Foto: Mdjaff/Freepik
Jakarta -

Dalam sebuah kisah diceritakan Rasulullah SAW mengambil pelepah kurma yang masih basah, kemudian membelahnya menjadi dua bagian dan menancapkannya di atas kuburan. Peristiwa ini menjadi salah satu hadits yang kerap dijadikan dasar untuk meletakkan tanaman di atas kuburan.

Kisah tersebut diriwayatkan dalam hadits yang cukup terkenal dari sahabat Ibnu Abbas RA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari buku Syarah Hadits Pilihan Bukhari-Muslim karya Abdullah bin Abdurrahman Alu Bassam, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim, Ibnu Abbas RA menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah melewati dua kuburan.

Rasulullah SAW kemudian bersabda bahwa kedua penghuni kuburan tersebut sedang mendapatkan azab. Namun, keduanya tidak diazab karena perkara yang dianggap besar oleh manusia.

ADVERTISEMENT

Salah satunya tidak menjaga diri dari percikan air kencing, sedangkan yang lainnya gemar melakukan namimah atau mengadu domba.

Kemudian Rasulullah SAW mengambil pelepah kurma yang masih basah, membelahnya menjadi dua, lalu menancapkan masing-masing bagian di atas kedua kuburan tersebut.

Ketika ditanya mengenai tindakannya itu, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa selama pelepah tersebut belum kering, diharapkan azab keduanya diringankan.

Berikut salah satu redaksi hadits yang masyhur:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَبْرَيْنِ فَقَالَ: «إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ، وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ، وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ» ثُمَّ أَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا نِصْفَيْنِ، فَغَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، لِمَ فَعَلْتَ هَذَا؟ قَالَ: «لَعَلَّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا».

Artinya: Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: Nabi SAW melewati dua kuburan, lalu beliau bersabda, "Sesungguhnya kedua penghuni kuburan ini sedang diazab. Keduanya tidak diazab karena perkara yang dianggap besar. Salah satunya tidak menjaga diri dari air kencing, sedangkan yang lainnya suka melakukan namimah." Kemudian beliau mengambil pelepah kurma yang masih basah, membelahnya menjadi dua, lalu menancapkan masing-masing satu pada setiap kuburan. Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan hal itu?" Beliau menjawab, "Semoga azab keduanya diringankan selama kedua pelepah itu belum kering." (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa pelepah yang digunakan Rasulullah SAW adalah jərīdah rathbah, yaitu pelepah kurma yang masih basah atau segar.

Rasulullah SAW berharap azab kedua penghuni kuburan tersebut diringankan selama pelepah itu belum mengering.

Para ulama kemudian membahas berbagai kemungkinan hikmah dari peristiwa tersebut. Salah satunya berkaitan dengan tasbih makhluk hidup.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ

Artinya: "Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada-Nya. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka." (QS Al-Isra: 44)

Sebagian ulama mengaitkan peristiwa pelepah kurma tersebut dengan tasbih makhluk Allah SWT. Namun, hadits itu sendiri secara jelas hanya menyebutkan bahwa Rasulullah SAW berharap azab kedua penghuni kubur tersebut diringankan selama pelepah itu belum kering.

Wallahu a'lam.



(dvs/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads