Dalam struktur kepengurusan Nahdlatul Ulama (NU), terdapat dua jabatan penting di tingkat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yakni Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Keduanya memiliki kedudukan strategis, tetapi tugas dan kewenangannya berbeda.
Rais Aam berada dalam jajaran Syuriyah, sedangkan Ketua Umum PBNU berada dalam jajaran Tanfidziyah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara sederhana, Syuriyah berkaitan dengan fungsi kepemimpinan keagamaan dan pengawasan terhadap jalannya organisasi, sementara Tanfidziyah menjalankan tugas-tugas kepengurusan dan operasional organisasi.
Perbedaan kedua posisi tersebut penting dipahami, terutama ketika NU menggelar Muktamar, forum tertinggi organisasi yang salah satu agendanya adalah memilih kepemimpinan PBNU.
Apa Itu Rais Aam PBNU?
Mengutip laman NU Online, Rais Aam adalah pimpinan tertinggi dalam struktur Syuriyah PBNU. Syuriyah merupakan badan kepemimpinan yang menjalankan fungsi keagamaan, memberikan arahan, serta melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan organisasi.
Rais Aam umumnya merupakan ulama yang memiliki kapasitas keilmuan agama dan dipercaya untuk memberikan pandangan serta arahan keagamaan bagi organisasi.
Dalam struktur NU, Rais Aam bersama jajaran Syuriyah memiliki posisi penting dalam menjaga arah keagamaan dan nilai-nilai yang menjadi landasan organisasi.
Karena itu, jabatan Rais Aam tidak sama dengan Ketua Umum PBNU meskipun keduanya sama-sama berada di tingkat PBNU.
Apa Itu Ketua Umum PBNU?
Sementara itu, Ketua Umum PBNU merupakan pimpinan tertinggi dalam jajaran Tanfidziyah PBNU.
Tanfidziyah merupakan badan pelaksana organisasi. Ketua Umum bertugas memimpin pelaksanaan program dan kebijakan organisasi serta mengoordinasikan kepengurusan PBNU.
Dengan demikian, apabila Rais Aam lebih berkaitan dengan fungsi kepemimpinan Syuriyah dalam bidang keagamaan dan arah organisasi, Ketua Umum lebih berperan dalam pelaksanaan roda organisasi dan program kerja NU.
Ketua Umum juga menjadi salah satu figur yang paling sering tampil mewakili PBNU dalam berbagai kegiatan organisasi dan urusan kemasyarakatan.
Meski memiliki bidang tugas yang berbeda, Rais Aam dan Ketua Umum PBNU bekerja dalam satu struktur organisasi dan saling berkaitan dalam menjalankan kepemimpinan NU.
Perbedaan Syuriyah dan Tanfidziyah
Secara umum, kepengurusan NU terdiri atas dua unsur utama, yaitu Syuriyah dan Tanfidziyah.
1. Syuriyah
Syuriyah merupakan badan pimpinan tertinggi NU yang berfungsi sebagai pengarah dan pengawas organisasi, terutama dalam persoalan keagamaan.
Di tingkat PBNU, Syuriyah dipimpin oleh Rais Aam.
Syuriyah memiliki peran dalam memberikan pertimbangan dan arahan terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan organisasi maupun kehidupan keagamaan warga NU.
2. Tanfidziyah
Tanfidziyah merupakan badan pelaksana organisasi. Di tingkat PBNU, Tanfidziyah dipimpin oleh Ketua Umum.
Tanfidziyah bertugas menjalankan program-program organisasi berdasarkan keputusan dan kebijakan yang telah ditetapkan melalui mekanisme organisasi.
Karena itu, Tanfidziyah dapat diibaratkan sebagai bagian yang menjalankan roda organisasi secara praktis, sementara Syuriyah menjalankan fungsi kepemimpinan, pengarahan, dan pengawasan.

Komentar Terbanyak
Mengapa Mayoritas Penduduk Indonesia Beragama Islam?
Ramai Isu Larangan Hijab di Unhan, Ini Klarifikasi Kemhan
Makna Gunung Meletus dalam Islam, Benarkah Tanda Murka Allah?