Niat Jamak Takhir Magrib dan Isya serta Cara Pelaksanaannya

Niat Jamak Takhir Magrib dan Isya serta Cara Pelaksanaannya

Hanif Hawari - detikHikmah
Sabtu, 22 Agu 2026 17:00 WIB
Ilustrasi sholat nisfu syaban
Ilustrasi Sholat Jamak Takhir Magrib dan Isya (Foto: Gemini AI)
Jakarta -

Islam adalah agama yang penuh dengan kemudahan dan kasih sayang bagi pemeluknya. Dalam situasi tertentu yang menyulitkan, umat Islam diberikan keringanan (rukhsah) dalam menjalankan ibadah sholat wajib, salah satunya melalui metode sholat jamak takhir.

Dengan metode ini, seorang muslim dapat mengumpulkan dua waktu sholat untuk dikerjakan sekaligus pada waktu sholat yang kedua-seperti menggabungkan sholat Magrib dan Isya yang dikerjakan pada waktu Isya. Begini caranya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengertian Jamak Takhir

Mengutip buku Tata Cara Shalat Lengkap yang Dicintai Allah dan Rasulullah karya Yoli Hemdi, jamak takhir adalah praktik menggabungkan dua sholat wajib dengan melaksanakannya di waktu sholat yang terakhir.

Landasan syariat jamak takhir ini tertuang dalam hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi dari Muadz RA, yang mengisahkan bagaimana Rasulullah SAW mengundurkan sholat Magrib ke waktu Isya saat beliau melakukan perjalanan pada Perang Tabuk.

ADVERTISEMENT

"Dari Muadz, ia berkata: 'Pada saat Nabi SAW dalam perang Tabuk, beliau selalu menjamak sholat Zuhur dengan Ashar jika keberangkatannya sesudah tergelincir matahari (masuk waktu Zuhur). Akan tetapi apabila beliau berangkat sebelum matahari terelincir (belum masuk waktu Zuhur), sholat Zuhur diundurkan dan dirangkap dengan sholat Ashar. Begitu pula dalam sholat Maghrib, yaitu jika beliau berangkat sesudah matahari tenggelam (masuk waktu Maghrib) beliau menjamak sholat Maghrib dengan Isya. Akan tetapi kalau keberangkatannya sebelum matahari terbenam (belum masuk waktu Maghrib), beliau mengundurkan itu sampai waktu Isya dan dijamak dengan sholat Isya'." (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

Bacaan Niat Sholat Jamak Takhir Magrib dan Isya

Merujuk buku Buku Pintar Shalat Saat Darurat karya Aidhil Ahkam Maulana Bahran, tata cara pengerjaan sholat jamak takhir pada dasarnya sama seperti sholat fardhu pada umumnya. Perbedaannya terletak pada niat yang dibaca.

Berikut bacaan niat salat Magrib yang dikerjakan secara jamak takhir di waktu Isya:

أَصَلَّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالْعِشَاءِ جَمْعَ تَأْخِيرِ لِلَّهِ تَعَالَى

Bacaan latin:Ushalli fardhal maghribi tsalaasa raka'aatim majmuu'aam bil 'isyaa'i jam'a takhiirin lillahi ta'aala.

Artinya: "Aku niat salat fardhu Magrib tiga rakaat dijamak dengan Isya secara jamak takhir karena Allah Ta'ala."

Catatan, setelah menyelesaikan salat Magrib dengan salam, salat langsung dilanjutkan dengan menunaikan salat Isya empat rakaat seperti biasa.

Kondisi yang Memperbolehkan Jamak Takhir

Disarikan dari buku Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq, keringanan untuk menjamak salat Magrib dan Isya berlaku pada beberapa kondisi berikut:

Sedang di Arafah dan Muzdalifah

Para ulama sepakat disunnahkan menjamak takhir Magrib dan Isya bagi jamaah haji saat berada di Muzdalifah.

Bepergian (Safar)

Seseorang yang sedang dalam perjalanan jauh diperbolehkan menjamak salatnya, baik saat masih bergerak di jalan maupun saat sedang beristirahat sejenak.

Hujan Lebat

Mengutip riwayat Atsram dalam Sunannya dari Abu Salamah bin Abdurrahman, menjamak Magrib dan Isya diperbolehkan saat hujan deras, khusus bagi jamaah masjid yang letak rumahnya jauh dan terhalang cuaca ekstrem.

Sakit atau Ada Halangan

Rasa sakit atau kondisi fisik yang lemah tergolong kesulitan besar yang membolehkan seseorang menjamak sholatnya.

Kebutuhan Mendesak (Mukim)

Imam Nawawi dalam Syarah Muslim menyebutkan sebagian ulama membolehkan jamak bagi orang yang tidak bepergian jika ada kepentingan mendesak, dengan catatan tidak dijadikan kebiasaan sehari-hari.

Syarat Sah Pelaksanaan Jamak Takhir

Agar pengerjaan sholat jamak takhir Magrib dan Isya sah secara syariat, buku Panduan Musafir terbitan Giliran Timur Books mencatat empat syarat utama yang wajib dipenuhi:

Berniat Menunda Salat

Niat untuk mengundurkan sholat Magrib ke waktu Isya harus sudah terbesit di dalam hati pada saat waktu Magrib masih berlangsung.

Adanya Sebab Sah

Sedang dalam kondisi safar (perjalanan jauh) atau situasi sulit yang membenarkan pengambilan keringanan ibadah.

Sebab Masih Berlangsung

Kondisi safar atau halangan mendesak tersebut masih berlanjut hingga masuknya waktu Isya.

Jarak Waktu Fleksibel

Berbeda dengan jamak taqdim yang harus berurutan secara langsung, pada jamak takhir tidak ada kewajiban untuk mengerjakan kedua sholat secara berturut-turut. Terdapat kelonggaran jeda waktu antara salat Magrib dan Isya.



(hnh/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads