Kabar duka menyelimuti keluarga besar Pondok Buntet Pesantren, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Sesepuh Buntet Pesantren, KH Hasanuddin Kriyani, meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada Rabu (12/8/2026).
Kabar wafatnya ulama kharismatik yang akrab disapa Abah Hasan tersebut dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga.
"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun," ujar menantu almarhum, Ustadz Jamaluddin Husein, dikutip dari laman NU Online.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah Almarhum KH Hasanuddin Kriyani rencananya akan dimakamkan di kompleks pemakaman Buntet Pesantren, Cirebon, pada Kamis (13/8/2026).
Meninggalnya Kiai Hasanuddin menjadi duka mendalam bagi para santri dan ulama, mengingat almarhum baru saja memegang estafet kepemimpinan tertinggi di salah satu pesantren tertua di Indonesia tersebut.
Abah Hasan sebelumnya ditetapkan oleh para masyayikh Dewan Sepuh untuk melanjutkan kepemimpinan almaghfurlah KH Adib Rofiuddin Izza yang wafat pada 1 Juni 2026 lalu.
Penetapan Almarhum sebagai Sesepuh Buntet Pesantren diumumkan saat rangkaian peringatan 40 hari wafatnya KH Adib Rofiuddin Izza pada Sabtu (11/7/2026). Proses penunjukan almarhum kala itu dilandasi kesepakatan bulat (ittifaq) melalui musyawarah dan ikhtiar batin para masyayikh lewat salat istikharah.
Sepanjang hayatnya, KH Hasanuddin Kriyani dikenal sebagai sosok yang amat tekun mendidik. Sejak usia muda, almarhum aktif memajukan dunia pendidikan dengan menjabat sebagai kepala madrasah di lingkungan Buntet Pesantren. Tak hanya di ranah pesantren, almarhum juga tercatat pernah mengemban amanah sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon.

Komentar Terbanyak
Kutip Al-Qur'an dalam Khotbah, Masjid di Paris Ditutup 6 Bulan
Islam Masuk Nusantara Ketika Nabi Muhammad Masih Hidup
Viral Challenge Hafalan Al-Qur'an Hadiah Miras, MC Minta Maaf-Penyelenggara Marah