Tata Cara Sholat Rebo Wekasan, Bacaan Niat dan Hukumnya

Tata Cara Sholat Rebo Wekasan, Bacaan Niat dan Hukumnya

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Selasa, 11 Agu 2026 17:45 WIB
Muslim mature men prayer in mosque
Ilustrasi Sholat Rebo Wekasan. Foto: Getty Images/iStockphoto/mustafagull
Jakarta -

Rebo Wekasan merupakan salah satu tradisi yang akrab di telinga masyarakat. Tradisi ini jatuh pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam penanggalan kalender Hijriah.

Berdasarkan sejarahnya, masyarakat memiliki pandangan bahwa pada hari tersebut akan ada kesialan dan marabahaya. Maka dari itu, beberapa amalan dilakukan dengan tujuan memohon perlindungan dan juga keselamatan kepada Allah SWT.

Hukum Sholat Rebo Wekasan Menurut Para Ulama

Sejatinya belum ada dalil dalam Al-Quran dan hadits yang menganjurkan untuk melaksanakan sholat pada Rebo Wekasan. Hal ini sesuai dengan pernyataan dalam laman NU Online, pada dasarnya tidak ada nash sharih yang menjelaskan anjuran sholat Rebo Wekasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karenanya, bila sholat Rebo Wekasan diniati secara khusus, misalkan "aku niat sholat Safar", "aku niat sholat Rebo Wekasan", maka tidak sah dan haram.

Hal ini sesuai dengan prinsip kaidah fikih:

ADVERTISEMENT

والأصل في العبادة أنها إذا لم تطلب لم تصح

"Hukum asal dalam ibadah apabila tidak dianjurkan, maka tidak sah." (Syekh Sulaiman al-Bujairimi, Tuhfah al-Habib Hasyiyah 'ala al-Iqna', juz 2, hal. 60).

Ada yang berpendapat bahwa sholat Rebo Wekasan bisa dengan melakukan sholat sunnah mutlak. Namun, ada beberapa ulama yang masih menentang amalan tersebut.

Mengutip laman NU Online, menurut Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari haram. Beliau berpandangan bahwa anjuran sholat sunnah mutlak hanya berlaku untuk sholat yang disyariatkan, sedangkan sholat Rebo Wekasan tidak termasuk.

Namun menurut Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Maki hukumnya boleh. Beliau berpendapat, sholat sunnah mutlak bisa menjadi solusi untuk membolehkan sholat yang ditegaskan haram dalam nashnya para fuqaha.

"Aku berpendapat, termasuk yang diharamkan adalah sholat Safar (Rebo Wekasan), maka barang siapa menghendaki sholat di waktu-waktu terlarang tersebut, maka hendaknya diniati sholat sunah mutlak dengan sendirian tanpa bilangan rakaat tertentu. Sholat sunah mutlak adalah sholat yang tidak dibatasi dengan waktu dan sebab tertentu dan tidak ada batas rakaatnya." (Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Maki, Kanz al-Najah wa al-Surur, hal. 22).

Pendapat beliau didukung oleh penjelasan dalam kitab Al-Umm karya Imam Syafi'i dan Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq, umat Islam tetap diperbolehkan mendirikan sholat sunnah pada hari tersebut, asalkan diniatkan sebagai sholat sunnah mutlak atau sholat hajat tolak bala.

Tata Cara Sholat Rebo Wekasan dan Niatnya

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, bila memegang pendapat yang membolehkan, maka bisa dikerjakan dengan niat sholat sunnah mutlak. Berikut tata caranya.

1. Membaca niat dan takbiratul ihram

Mengutip dari buku Panduan Lengkap Shalat Sunnah Rekomendasi Rasulullah karya Zezen Zainal Alim, berikut adalah bacaan niat sholat sunnah mutlak:


أُصَلَّى سُنَّةَ الْمُطْلَقِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى


Ushalli sunnatal mutlaqi rak'aatain lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya berniat sholat sunah mutlak dua rakaat karena Allah Ta'ala."

2. Membaca Surah Al-Fatihah: Dibaca sebanyak 1 kali pada setiap rakaat.

3. Membaca Surah Pendek:

  • Surah Al-Kautsar: 17 kali
  • Surah Al-Falaq: 2 kali
  • Surah An-Nas: 2 kali

4. Rukuk, Iktidal, dan Sujud: Dikerjakan dengan tuma'ninah seperti sholat sunnah pada umumnya.

5. Salam: Dilakukan setelah rakaat kedua, lalu berdiri kembali untuk mengerjakan dua rakaat berikutnya hingga salam.

Setelahnya bisa membaca doa yang mengandung permohonan keselamatan dan perlindungan.

Berikut bacaan doa selamat dunia akhirat mengutip dalam kumpulan doa di laman NU:

اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِي الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِي الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

"Ya Allah, sungguh kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam beragama, kesehatan raga, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati, dan ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut. Berikanlah kami keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat perhitungan amal. "

Selanjutnya bisa menutup doa dengan membaca doa tolak bala:

اَللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الْخَيْرِ وَأَبْوَابَ الْبَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ الْقُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ الْعَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الْجَنَّةِ، اَللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْاٰخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الْكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الْاٰخِرَةِ،غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَـــالَمِيْنَ

"Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah, dan pintu surga. Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hak Al-Qur'an yang agung dan derajat nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai Zat yang maha pengasih. Maha suci Tuhanmu, Tuhan keagungan, dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam."



(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads