Niat dan Tata Cara Sholat Rebo Wekasan Lengkap Bacaan Doa

Niat dan Tata Cara Sholat Rebo Wekasan Lengkap Bacaan Doa

Aulia Retno Utami - detikHikmah
Selasa, 11 Agu 2026 15:49 WIB
Muslim man with keffiyeh with agal in praying position (salat) inside the mosque
Ilustrasi sholat Rebo Wekasan. Foto: Getty Images/iStockphoto/leolintang
Jakarta -

Sholat Rebo Wekasan adalah amalan yang biasa dilakukan pada malam Rabu terakhir bulan Safar. Tata cara sholat ini diawali dengan niat.

Umumnya dalam tradisi Rebo Wekasan, umat muslim akan menunaikan sholat sunnah, berdoa dengan doa-doa khusus, selamatan, sedekah, silaturahmi, dan berbuat baik kepada sesama. Amalan-amalan ini dilakukan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT supaya terhindar dari segala macam malapetaka.

Meski demikian, hukum sholat Rebo Wekasan masih menjadi perdebatan di kalangan ulama. Hal ini karena ada yang menilai tidak memiliki dasar syariat, sehingga dianggap bid'ah apabila diniatkan spesifik sebagai sholat Rebo Wekasan. Akan tetapi, sebagian ulama memperbolehkan apabila diniatkan sebagai sholat sunnah mutlak untuk memohon perlindungan dari musibah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Niat Sholat Rebo Wekasan

Perlu diperhatikan bahwa tidak ada dalil shahih yang jelas bersumber dari Al-Qur'an atau hadits mengenai anjuran sholat Rebo Wekasan. Oleh karenanya, apabila sholat Rebo Wekasan diniatkan secara khusus, misalkan "aku niat sholat Safar", atau "aku niat sholat Rebo Wekasan", maka sholat tersebut tidak sah dan haram untuk dilaksanakan, menurut para ulama.

Menurut Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Maki dalam Kanz al-Najah wa al-Surur, dikutip dari NU Online, solusi untuk memperbolehkan sholat-sholat yang ditegaskan haram atau yang dilaksanakan di waktu-waktu terlarang adalah meniatkan sholat-sholat tersebut dengan niat sholat sunnah mutlak.

ADVERTISEMENT

قلت ومثله صلاة صفر فمن أراد الصلاة فى وقت هذه الأوقات فلينو النفل المطلق فرادى من غير عدد معين وهو ما لا يتقيد بوقت ولا سبب ولا حصر له . انتهى

Artinya: Aku berpendapat, termasuk yang diharamkan adalah sholat Safar (Rebo Wekasan), maka barang siapa menghendaki sholat di waktu-waktu terlarang tersebut, maka hendaknya diniati sholat sunnah mutlak dengan sendirian tanpa bilangan rakaat tertentu. Sholat sunnah mutlak adalah sholat yang tidak dibatasi dengan waktu dan sebab tertentu dan tidak ada batas rakaatnya." (Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Maki dalam Kanz al-Najah wa al-Surur)

Oleh karenanya, sholat Rebo Wekasan dianjurkan melafalkan niat sholat sunnah mutlak agar tidak tergolong dalam sholat-sholat yang tidak sah.

Berikut adalah niat sholat sunnah mutlak:

أُصَلِّيْ سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab-latin: Ushallî sunnatan rak'ataini lillâhi ta'âla

Artinya: "Saya niat sholat sunnah dua rakaat karena Allah ta'ala."

Berlaku seperti sholat pada umumnya, niat ini bisa dilafalkan secara lisan sebelum gerakan takbiratul ihram maupun dibaca dalam hati bersamaan dengan gerakan takbiratul ihram.

Tata Cara Sholat Rebo Wekasan

Masih merujuk pada penjelasan hukum fikih Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Maki yang dikutip dari NU Online, berikut adalah tata cara sholat Rebo Wekasan:

1. Berniat Sholat Sunnah Mutlak

أُصَلِّيْ سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab-latin: Ushallî sunnatan rak'ataini lillâhi ta'âla

Artinya: "Saya niat sholat sunnah dua rakaat karena Allah ta'ala."

2. Baca Surah Al-Fatihah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ

Arab-latin: bismillāhir-raḥmānir-raḥīm al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn ar-raḥmānir-raḥīm māliki yaumid-dīn iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm ṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat."

3. Lanjut Baca Surah Al-Kautsar 17 Kali, Al-Ikhlas 5 Kali, Al-Falaq 1 Kali dan An-Nas 1 Kali

Surah Al-Kautsar (17 Kali)

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ۝ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ۝ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Arab-latin: Innā a'ṭaināka al-kawtsar, faṣalli li rabbika wanḥar, inna syāni-aka huwa al-abtar.

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah)."

Al-Ikhlas (5 Kali)

قُلْ هُوَ اللّٰهُ أَحَدٌ ۝ اللّٰهُ الصَّمَدُ ۝ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ۝ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Arab-latin: Qul huwa Allāhu aḥad, Allāhuṣ-ṣamad, lam yalid wa lam yūlad, wa lam yakun lahu kufuwan aḥad.

Artinya: "Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."

Al-Falaq (1 Kali)

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ۝ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ۝ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ۝ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ۝ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Arab-latin: Qul a'ūdzu birabbil-falaq, min syarri mā khalaq, wa min syarri ghāsiqin idzā waqab, wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad, wa min syarri ḥāsidin idzā ḥasad.

Artinya: "Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan penyihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki'."

An-Nas (1 Kali)

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ۝ مَلِكِ النَّاسِ ۝ إِلٰهِ النَّاسِ ۝ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ۝ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ۝ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Arab-latin: Qul a'ūdzu birabbin-nās, malikin-nās, ilāhin-nās, min syarril-waswāsi al-khannās, allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās, minal-jinnati wan-nās.

Artinya: "Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia'."

3. Lanjutkan Gerakan Sholat 2 Rakaat pada Umumnya hingga Salam

Setelah baca surah-surah Al-Qur'an lanjutkan rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, berdiri untuk mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan dan bacaan seperti rakaat pertama hingga salam.

4. Sholat Sunnah Mutlak Dilakukan 2 Kali

Setelah salam, berdiri lagi untuk melakukan sholat sunnah mutlak seperti sebelumnya.

Waktu Pelaksanaan Sholat Rebo Wekasan

Menurut para ulama yang menganjurkan sholat Rebo Wekasan, amalan ini bisa dikerjakan pada waktu sholat Dhuha atau setelah sholat Magrib. Sholat Rebo Wekasan tidak dilakukan secara berjamaah, tapi tetap dilakukan bersama-sama di lokasi yang sama pula.

Perlu diingat bahwa sholat Rebo Wekasan merupakan bentuk ibadah mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk memohon perlindungan dari malapetaka. Oleh karenanya, terdapat perbedaan pendapat ulama dalam menafsirkan fikih yang masing-masingnya memiliki argumen tersendiri.

Doa Tolak Bala

Selain sholat, amalan lain yang biasa dilakukan sebagian muslim pada Rebo Wekasan adalah membaca doa tolak bala. Namun, amalan ini tidak terdapat dalam hadits shahih.

اللّٰهُمَّ بِحَقِّ الْفَاتِحَةِ وَسِرِّ الْفَاتِحَةِ يَا فَارِجَ الْهَمِّ وَيَاكَاشِفَ الْغَمِّ، يَامَنْ لِعِبَادِهِ يَغْفِرُوَيَرْحَمُ، يَادَافِعَ الْبَلَاءِ يَا اَللّٰهُ وَيَادَافِعَ الْبَلَاءِ يَارَحْمٰنُ وَيَادَافِعَ الْبَلَاءِ يَارَحِيْمُ

Arab-latin: Allahumma bihaqqil faatihah wasirril faatihah yaa faarijal hammi wa yaa kaasyifal ghammi, yaa man li 'ibaadihi yaghfiru wa yarham, yaa daafi'al bala-i yaa Allah, wa yaa daafi'al bala-i ya rahmaan, wa yaa daafi'al bala-i yaa rahiim.

Artinya: "Ya Allah, dengan kebenaran Al-Fatihah, dan rahasia Al-Fatihah, lepaskan kami dari pekerjaan yang menyusahkan, hindarkan dari duka cita. Wahai Yang Maha Pengampun dan Pengasih terhadap hamba-Mu. Wahai yang menolak bala, ya Allah. Wahai yang menolak bala, Wahai Yang Pengasih. Wahai yang menolak bala, Wahai Yang Penyayang."



(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads