Rabu Wekasan adalah hari Rabu terakhir bulan Safar. Pada momen ini, banyak masyarakat melakukan tradisi dengan tujuan terhindar dari musibah.
Menurut keyakinan yang beredar, Rabu terakhir bulan Safar adalah hari diturunkannya bala atau bencana. Tradisi Rabu Wekasan kemudian dipercaya bisa menolak bala tersebut.
Baca juga: Apa Hukumnya Salat Rebo Wekasan? |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanggal Berapa Rabu Wekasan 2026?
Menurut Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, bulan Safar 1448 H berakhir pada Kamis, 13 Agustus 2026. Dengan begitu, Rabu terakhir Safar atau Rabu Wekasan 2026 jatuh pada Rabu, 12 Agustus 2026 atau 28 Safar 1448 H.
Pandangan Islam terkait Tradisi Rabu Wekasan
Sejatinya, terdapat pro dan kontra mengenai tradisi Rabu Wekasan, sebab tidak ada dalil khususnya. Syekh Abdul Hamid Kudus dalam kitab Kanzun Najah was Surur menyebutkan bahwa, "Allah menurunkan ratusan ribu jenis musibah dan kesialan pada hari Rabu terakhir bulan Safar," hal ini menjadi dasar dilakukannya ritual Rabu Wekasan.
Dikutip dari artikel Jurnal THEOLOGIA Vol 30 No 2 (2019) berjudul Rebo Wekasan Menurut Perspektif KH. Abdul Hamid dalam Kanz Al-Najah Wa Al-Surur karya Umma Farida, KH Abdul Hamid dalam kitabnya menyebut Allah SWT menurunkan 320.000 bencana pada Rabu terakhir bulan Safar. Keterangan ini merujuk pada para wali yang memiliki pengetahuan spiritual mendalam.
Di samping itu, dalam sebuah hadits shahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Nabi SAW bersabda:
"Tidak ada penyakit menular. Tidak ada kepercayaan datangnya malapetaka di bulan Safar. Tidak ada kepercayaan bahwa orang mati itu rohnya menjadi burung yang terbang." (HR Bukhari dan Muslim)
Menurut al-Hafizh Ibn Rajab al-Hanbali, hadits tersebut adalah respons Rasulullah SAW terhadap tradisi yang berkembang di masa jahiliah. Ibnu Rajab mengatakan maksud hadits di atas adalah orang-orang jahiliah meyakini datangnya sial pada bulan Safar. Maka Nabi SAW membatalkan hal tersebut.
Dalam Islam, sakit, sehat, musibah, dan selamat semua adalah kehendak Allah SWT. Penularannya menjadi sarana berjalannya takdir Sang Khalik.
Meski tidak ada tuntunannya dalam Islam, tradisi Rabu Wekasan terkandung nilai spiritual dan keislaman. Misalnya, salat Rabu Wekasan dilakukan dengan niat salat sunnah mutlak, bukan niat khusus salat Rabu Wekasan.

Komentar Terbanyak
Korupsi Makin Parah, MUI Dorong Pemerintah Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor
Kutip Al-Qur'an dalam Khotbah, Masjid di Paris Ditutup 6 Bulan
Islam Masuk Nusantara Ketika Nabi Muhammad Masih Hidup