Indonesia dan Malaysia Tegaskan Dukung Palestina dan Perlindungan Masjid Al-Aqsa

Indonesia dan Malaysia Tegaskan Dukung Palestina dan Perlindungan Masjid Al-Aqsa

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Sabtu, 08 Agu 2026 13:00 WIB
This picture taken from the Mount of Olives shows a view of the Al-Aqsa Mosque compound and its Dome of the Rock in Jerusalems Old City on May 22, 2026. (Photo by AHMAD GHARABLI / AFP)
Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. Foto: AFP/AHMAD GHARABLI
Jakarta -

Indonesia hingga Malaysia dengan tegas menolak tindakan ilegal Israel di wilayah Palestina, termasuk Yerusalem Timur dan Masjid Al-Aqsa. Keduanya menyatakan dukungan terhadap Palestina serta situs-situs suci Islam dan Kristen yang ada di Yerusalem, khususnya Masjid Al-Aqsa.

Dilansir dari Anadolu, dukungan itu disampaikan dalam Pertemuan Tingkat Menteri di Amman, Rabu (5/8/2026). Indonesia sendiri mendesak masyarakat internasional mengambil sikap bersatu dalam menendatang tindakan Israel di Palestina.

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arrmanatha Nasir yang hadir mewakili Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa kekerasan warga Israel dan pelanggaran hukum internasional oleh Israel di wilayah Palestina, termasuk di Yerusalem Timur, kompleks Masjid Al-Aqsa, dan Tepi Barat, tidak boleh dibiarkan dan dinormalisasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia kembali menegaskan dukungan terhadap Hashemite Custodianship atas tempat-tempat suci di Yerusalem, termasuk Al Haram Al Syarif, serta kemerdekaan Negara Palestina sesuai dengan hukum internasional.

ADVERTISEMENT

"Indonesia mendorong agar komunitas internasional tidak lagi menggunakan cara-cara lama. Tidak lagi membiarkan pelanggaran Israel, dan tidak lagi menghadapinya secara terpecah. Perpecahan adalah celah yang selalu dimanfaatkan oleh Israel," ujar Wamenlu, dikutip dari situs Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Sabtu (8/8/2026).

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Indonesia mengusulkan lima langkah konkret, yaitu membangun strategi bersama di atas persatuan, mengambil langkah untuk menegakkan hukum internasional dan putusan Mahkamah Internasional, memperluas pengakuan internasional terhadap Palestina, memperkuat upaya pelindungan terhadap Masjid Al-Aqsa, serta mendukung rekonstruksi Gaza, persatuan nasional Palestina, dan mandat UNRWA.

Sementara itu, Malaysia menegaskan Yerusalem jadi bagian tak terpisahkan dari wilayah Palestina yang diduduki. Pihaknya menolak segala upaya untuk mengubah status hukum, sejarah, demografi, dan keagamaannya serta mengecam pelanggaran di Masjid Al-Aqsa dan perluasan pemukiman ilegal.

Malaysia mendukung Hashemite Custodianship Yordania dan kembali menyatakan dukungan bagi negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Pertemuan Tingkat Menteri di Amman dihadiri para Menteri Luar Negeri, Wakil Menteri Luar Negeri, dan pejabat dari sejumlah Aljazair, Arab Saudi, Irak, Mesir, Turki, Tunisia, Somalia, Pakistan, Maroko, Palestina, Malaysia, dan Qatar, serta Sekretaris Jenderal Liga Arab.

Pertemuan tersebut menyepakati Joint Statement yang antara lain mendukung penguatan institusi Palestina di Yerusalem, menolak tindakan unilateral berupa pemindahan misi diplomatik ke Yerusalem, serta mendorong kampanye media untuk menyebarluaskan dampak tindakan Israel terhadap perdamaian dan keamanan regional maupun internasional.



(aeb/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads