Patung wanita biru di gurun Al Ula, Arab Saudi viral di media sosial. Patung itu berada di kawasan administratif Provinsi Madinah atau sekitar 300 km dari jantung Kota Nabi.
Patung yang menggambarkan sosok wanita duduk bermeditasi itu dituding mirip berhala. Posisinya berada persis di atas batuan besar di Wadi Al Fann, destinasi budaya global di gurun Al Ula, menghadap matahari dengan mata tertutup. Patung ini tampak mencolok karena warnanya kontras dengan bebatuan di sekitarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut penelusuran detikHikmah, patung tersebut adalah instalasi seni yang dipamerkan dalam Desert X AlUla edisi perdana pada 2020 lalu. Patung dalam instalasi NAJMA ini adalah karya seniman Amerika Serikat, Lita Albuquerque.
Karya tersebut adalah hasil imajinasi Albuquerque tentang karakter fiktif seorang astronaut wanita dari abad ke-25 yang membawa misi mengajarkan astronomi dan navigasi. Tokoh itu bernama Elyseria. Kisahnya dimulai ketika dia kehilangan arah setelah tiba di planet tersebut.
"Kisah ini dimulai dengan kedatangannya di planet tersebut pada tahun 6000 SM, ketika dia langsung kehilangan arah tujuannya. Saat dia berjuang untuk mengingat, dia terhubung kembali dengan kelompok misterius yang disebut Penjaga Bintang, para pelindung bintang-bintang," tulis keterangan dalam situs Desert X mengacu pada Albuquerque, dikutip Sabtu (8/8/2026).
Ide "menciptakan" Elyseria sudah terbesit di benak Albuquerque selama bertahun-tahun lalu. Dia menuangkannya dalam sebuah sketsa hingga terciptalah instalasi besar figur fiktif tersebut.
Albuquerque menciptakan Elyseria dengan pigmen biru ultramarine yang mencolok. Warna ini disebut mengingatkan pada hamparan kosmos, mewujudkan figur mitos sebagai cara untuk menyambut kebijaksanaan dan kisahnya.
Dalam wawancara dengan Emirates Woman, Albuquerque mengatakan pilihan warna biru itu terinspirasi dari lingkungan sekitarnya tempat dia dibesarkan di Tunisia.
"Warna biru ada di mana-mana di sekitar saya saat tumbuh dewasa di Tunisia. Dari birunya Laut Mediterania yang mengelilingi saya sejauh mata memandang hingga warna putih dan biru arsitektur di kota Sidi Bou Said tempat saya dibesarkan," ujarnya pada 2020 lalu.
"Karya saya adalah tentang hubungan antara bumi dan langit melalui warna biru," sambungnya.
Patung biru itu turut meramaikan festival seni Desert X AlUla edisi perdana. Menurut keterangan dalam situs Lita Albuquerque, patung ini diletakkan di sebuah batu besar di lembah tersembunyi dikelilingi lingkaran pigmen biru yang menggambarkan bintang-bintang pada 31 Januari 2020.
Patung itu sengaja ditempatkan di gurun dan menjadi bagian dari proyek gurun Albuquerque. Bagi sang seniman, gurun adalah "tempat mendengarkan dan terhubung dengan sejarah kaya tradisi surgawi".
Desert X AlUla adalah pameran internasional di ruang terbuka yang menampilkan seni lanskap kontemporer. Diselenggarakan di gurun dan lembah kuno Al Ula, pameran ini adalah hasil kolaborasi Desert X dan Komisi Kerajaan untuk Alula.
Pameran perdana digelar pada 2020 dan kini memasuki edisi kelima. Beberapa karya ada yang masih dipertahankan hingga kini meski pameran telah berakhir.

Komentar Terbanyak
Korupsi Makin Parah, MUI Dorong Pemerintah Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam
Muhammadiyah Jadi Organisasi Indonesia Pertama di Dewan Muslim Inggris