9 Sifat yang Sebaiknya Dicari dari Calon Pasangan Menurut Islam

9 Sifat yang Sebaiknya Dicari dari Calon Pasangan Menurut Islam

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Senin, 03 Agu 2026 17:00 WIB
Ilustrasi pasangan muslim
Ilustrasi pasangan muslim. Foto: Getty Images/Rifka Hayati
Jakarta -

Memilih calon pasangan tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Selain mempertimbangkan kecocokan, Islam juga mengajarkan agar memperhatikan kepribadian dan agama calon pasangan.

Dalam buku Seri Fiqih Kehidupan karya Ahmad Sarwat, dijelaskan bahwa para ulama di berbagai kitab fikih menyebutkan beberapa sifat yang sebaiknya menjadi pertimbangan ketika memilih pasangan hidup. Anjuran ini bersumber dari tuntunan Rasulullah SAW agar pernikahan membawa ketenangan dan keberkahan.

Berikut sembilan sifat yang sebaiknya dicari dari calon pasangan menurut Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Memiliki Kualitas Agama yang Baik

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kualitas agama. Iman dan takwa menjadi bekal utama dalam membangun keluarga yang harmonis.

Dalam buku Seri Fiqih Kehidupan, dijelaskan bahwa kualitas agama yang dimaksud bukan yang hanya tampak dari luar saja, tetapi benar-benar telah menjadi karakter yang melekat pada diri mereka. Pasangan yang memiliki pemahaman agama yang baik akan saling membantu menjaga keimanan, termasuk mendidik anak-anak kelak.

ADVERTISEMENT

Rasulullah SAW bersabda:

"Wanita dinikahi karena empat perkara: hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang memiliki agama, niscaya engkau beruntung." (HR Bukhari dan Muslim)

2. Patuh kepada Pasangan dalam Kebaikan

Sifat berikutnya adalah patuh kepada pasangan selama tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Rasulullah SAW pernah menjelaskan ciri wanita yang baik ketika ditanya oleh para sahabat. Beliau bersabda:

"Kalau kamu melihatnya, kamu bergembira, tapi dia patuh kepadamu kalau kamu perintah." (HR An-Nasa'i)

3. Cerdas

Islam juga menganjurkan memilih pasangan yang memiliki kecerdasan. Kepintaran tidak hanya diukur dari pendidikan formal, tetapi juga kemampuan berpikir bijaksana, mengambil keputusan, dan menyelesaikan persoalan dalam rumah tangga.

Pasangan yang cerdas akan lebih mudah untuk diajak berdiskusi, mendidik anak, serta menghadapi berbagai tantangan kehidupan bersama.

4. Berakhlak Mulia

Akhlak merupakan cerminan iman seseorang. Pasangan yang memiliki akhlak baik akan memperlakukan pasangan dan keluarga dengan penuh kasih sayang, menghormati orang lain, serta mampu menjaga hubungan yang sehat.

Akhlak yang mulia juga membantu menciptakan suasana rumah tangga yang dipenuhi sikap saling menghargai dan saling memaafkan.

Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya." (HR Bukhari dan Muslim)

5. Pandai Menjaga Lisan

Lisan dapat menjadi sumber kebaikan maupun penyebab perselisihan. Karena itu, Islam mengajarkan agar memilih pasangan yang mampu menjaga ucapannya.

Orang yang pandai menjaga lisan akan lebih berhati-hati ketika berbicara, menghindari ucapan yang menyakiti, fitnah, ghibah, maupun perkataan kasar.

6. Mampu Mengatur Waktu

Kemampuan mengatur waktu juga menjadi sifat yang baik dimiliki calon pasangan. Dengan manajemen waktu yang baik, kewajiban kepada Allah SWT, keluarga, pekerjaan, dan aktivitas lainnya dapat dijalankan secara seimbang.

7. Memiliki Akidah yang Kuat

Akidah yang kokoh menjadi fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim. Pasangan yang memiliki keyakinan yang benar akan menjadikan Allah SWT sebagai tujuan dalam setiap langkah kehidupan.

8. Rajin Beribadah

Calon pasangan juga dianjurkan memiliki kebiasaan beribadah kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam Surah Az-Zariyat ayat 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Artinya: "Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku."

9. Mampu Memberi Nafkah (Bagi Calon Suami)

Khusus bagi calon suami, Islam mewajibkan memiliki kemampuan untuk memberikan nafkah kepada istri dan keluarga sesuai kemampuannya.

Menafkahi keluarga merupakan tanggung jawab seorang suami. Mengabaikan kewajiban tersebut termasuk perbuatan yang mendapat peringatan keras dalam Islam.

Rasulullah SAW bersabda:

"Cukuplah seseorang itu berdosa bila ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya." (HR Ahmad dan Abu Dawud. Al-Hakim menyatakan sanad hadis ini shahih)



(inf/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads