Mahalul qiyam adalah salah satu jenis sholawat. Biasanya, sholawat ini dibaca ketika Maulid Nabi SAW.
Menurut buku Refleksi Kecintaan kepada Rasulullah SAW yang disusun Fatimah Hi Moh Amin Lasawedi, mahalul qiyam jadi kebiasaan masyarakat Indonesia saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Mahalul qiyam dibaca dalam rangkaian teks-teks maulid seperti Al Barzanji, Simthudduror, Addhiya Ullami, dan Diba'.
Dilansir dari buku Love Banget Sama Sholawat karya Kinoysan, membaca sholawat sangat dianjurkan. Hukum membaca sholawat secara umum adalah sunnah, tetapi dapat menjadi wajib dalam keadaan tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Membaca sholawat hukumnya wajib pada bagian tertentu dalam salat. Sementara itu, jika dibaca ketika hari Jumat, mendengar nama Rasulullah SAW, saat masuk masjid dan sebagainya maka hukumnya sunnah.
Bacaan Mahalul Qiyam
ﻳَﺎ ﻧَﺒِﻲ سَلَاﻡْ ﻋَﻠَﻴْﻚَ - ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝْ سَلَاﻡْ ﻋَﻠَﻴْﻚَ
Arab latin: Yaa nabii salaam 'alaika, Yaa rasuul salaam 'alaika
Artinya: "Wahai Nabi, salam sejahtera untukmu, wahai rasul salam sejahtera untukmu."
ﻳَﺎ ﺣَﺒِﻴﺐْ سَلَاﻡْ ﻋَﻠَﻴْﻚَ - ﺻَﻠَﻮَﺍﺕُ ﺍﻟﻠَّﻪ ﻋَﻠَﻴْﻚَ
Arab latin: Yaa habiib salaam 'alaika, shalawaatullaah 'alaika
Artinya: "Wahai kekasih, salam sejahtera untukmu dan sholawat (rahmat) Allah untukmu."
ﺃَﺷﺮَﻕَ ﺍﻟﺒَﺪْﺭُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ - ﻓَﺎﺧْﺘَﻔَﺖْ ﻣِﻨْﻪُ ﺍﻟﺒُﺪُﻭْﺭُ
Arab latin: Asyraqal badruu'alainaa, fakhtafat minhul buduuru
Artinya: "Bulan purnama telah terbit menyinari kami, pudarlah purnama-purnama lainnya."
ﻣِﺜْﻞَ حُسْنِك ﻣَﺎ ﺭَﺃَﻳْﻨَﺎ - ﻗَﻂُّ ﻳَﺎ ﻭَﺟْﻪَ ﺍﻟﺴُّﺮُﻭْﺭِ
Arab latin: Mitsla husnik maa ra-ainaa, qaththu yaa wajhas-suruuri
Artinya: "Belum pernah aku lihat keelokan sepertimu wahai orang yang berwajah riang."
ﺃَﻧْﺖَ ﺷَﻤْﺲٌ ﺃَﻧْﺖَ ﺑَﺪْﺭٌ - ﺃَﻧْﺖَ ﻧُﻮْﺭٌ ﻓَﻮْﻕَ ﻧُﻮْﺭٍ
Arab latin: Anta syamsun anta badrun, anta nuurun fauqa nuurin
Artinya: "Engkau bagai matahari, engkau bagai bulan purnama, engkau cahaya di atas cahaya."
ﺃَﻧْﺖَ ﺇِﮐْﺴِﻴْﺮُ ﻭَﻏَﺎﻟِﻲ - ﺃَﻧْﺖَ ﻣِﺼْﺒَﺎﺡُ ﺍﻟﺼُّﺪُﻭْﺭِ
Arab latin: Anta iksiirun wa ghaalii, anta mishbaahush-shuduuri
Artinya: "Engkau bagaikan emas murni yang mahal harganya, Engkaulah pelita hati."
ﻳَﺎ ﺣَﺒِﻴْﺒِﯽ ﻳَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪ - ﻳَﺎﻋَﺮُﻭْﺱَ ﺍﻟﺨَﺎﻓِﻘَﻴْﻦِ
Arab latin: Yaa habiibi yaa Muhammad, yaa 'aruusal-khaafiqaiini
Artinya: "Wahai kekasihku, wahai Muhammad, wahai pengantin tanah timur dan barat (sedunia)."
ﻳَﺎ ﻣُﺆَﻳَّﺪْ ﻳَﺎﻣُﻤَﺠَّﺪْ - ﻳَﺎ ﺇِﻣَﺎﻡَ ﺍﻟﻘِﺒْﻠَﺘَﻴْﻦِ
Arab latin: Yaa mu-ayyad yaa mumajjad, yaa imaamal qiblataini
Artinya: "Wahai Nabi yang dikuatkan (dengan wahyu), wahai nabi yang diagungkan, wahai imam dua arah kiblat."
ﻣَﻦْ ﺭَﺃَﯼ ﻭَﺟْﻬَﻚَ ﻳَﺴْﻌَﺪْ - ﻳَﺎﮔﺮِﻳْﻢَ ﺍﻟﻮَﺍﻟِﺪَﻳْﻦِ
Arab latin: Man ra-aa wajhaka yas'ad, yaa kariimal waalidaini
Artinya: "Siapa pun yang melihat wajahmu pasti berbahagia, wahai orang yang mulia kedua orang tuanya."
ﺣَﻮْﺿُﻚَ ﺍﻟﺼَّﺎﻓِﯽ ﺍﻟﻤُﺒَﺮَّﺩْ - ﻭِﺭْﺩُﻧَﺎ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﻨُّﺸُﻮْﺭِ
Arab latin: Haudlukash-shaafîl mubarrad, wirdunaa yauman-nusyuuri
Artinya: "Telagamu jernih dan dingin, yang akan kami datangi kelak di hari kiamat."
اَنْتَ لِلرُّسُلِ خِتَامُ - اَنْتَ لِلْمَوْلٰى شَكُوْرُ
Arab latin: Anta lirrusuli khitaamu anta lil maulaa syakuuru
Artinya: "Engkau penutup para Nabi, engkau syukur dari para hamba."
اَنْتَ غَفَّارُ الخَطَيَا - وَالذُّنُوْبِ المُوْبِقَاتِ
Arab latin: Anta ghaffaarul khathayaa wa dzunuubil muubiqaati
Artinya: "Engkau maha pengampun kesalahan-kesalahan dan dosa yang membinasakan."
اَنْتَ سَتَّارُ المَسَاوِي - وَمُقِيْلُ العَثَرَاتِ
Arab latin: Anta sattarul masaawi wa muqiilul 'atssaraati
Artinya: "Engkau Maha Penutup Aib-aib, dan pemaaf atas kesalahan-kesalahan."
عَالِمُ السِّرِّ وَاَخْفٰى - مُسْتَجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
Arab latin: 'Aalimus sirri wa akhfaa mustajiibud da'awaati
Artinya: "Engkau Maha Tahu yang samar dan tersembunyi, yang mengabulkan doa-doa."
رَبِّ فَارْحَمْنَا جَمِيْعًا - بِجَمِيْعِ الصَّالِحَاتِ
Arab latin: Rabbi farhamnaa jamii'a bijamii'is shaalihaati
Artinya: "Ya Allah ya Tuhanku kasihilah kami semua dengan seluruh kebaikan-kebaikan."
وصلاة الله تغشا عد تحرير السطور أحمد الهادی محمد صاحب الوجه المنير
Arab latin: Wa shalâtullâhi taghsyâ 'adda tahrîris-suthûri Ahmadal hâdî Muhammad shāhibal wajhil munîri
Artinya: "Dan sholawat Allah semoga tercurah atas Ahmad sang petunjuk yaitu Nabi Muhammad pemilik wajah yang bersinar."
Tata Cara Mengamalkan Mahalul Qiyam
Menurut Sayyid Abu Bakar Utsman bin Muhammad Zainal Abidin Syatha al-Dimyathi al-Bakri dalam kitabnya I'anah At Tholibin Jilid 3, dinukil NU Online, cara membaca mahalul qiyam adalah dengan berdiri.
"Ada sebuah faidah, telah menjadi kebiasaan saat orang-orang mendengar disebutkan kelahiran Nabi Muhammad, mereka berdiri untuk memberikan penghormatan, berdiri semacam ini dianggap bagus, karena di dalamnya ada sebuah pengagungan terhadap nabi dan yang demikian telah dikerjakan oleh mayoritas Alim Ulama yang pantas untuk diikuti."
Posisi berdiri saat melantunkan mahalul qiyam seperti memberi penghormatan kepada Rasulullah SAW. Walau tidak wajib, muslim tetap dianjurkan untuk berdiri ketika membaca mahalul qiyam.

Komentar Terbanyak
MUI Minta Koruptor Segera Tobat agar Tidak Menyesal
Kongres Umat Islam VIII Bahas Hukuman Mati Koruptor, Tambang, hingga LGBT
MUI Minta Pembayaran Zakat Diakui sebagai Pajak