Sholat jenazah diawali dengan niat yang disesuaikan dengan jenazah yang akan disholatkan. Dalam buku Seri Fikih Kehidupan karya Ahmad Sarwat dijelaskan bahwa niat berada di dalam hati, yaitu keinginan untuk mengerjakan suatu ibadah karena Allah SWT. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:
"Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Setiap orang mendapatkan sesuai niatnya." (Muttafaq Alaih)
Hadits ini menjadi landasan bahwa setiap ibadah harus diawali dengan niat, termasuk sholat jenazah. Niat tidak harus diucapkan dengan lisan, melainkan cukup dihadirkan di dalam hati sebagai maksud untuk mengerjakan sholat jenazah semata-mata karena Allah SWT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sholat jenazah juga memiliki dasar yang jelas dalam syariat Islam. Terdapat sejumlah hadits yang menjadi dasar disyariatkannya sholat jenazah. Salah satu hadits yang paling dikenal adalah riwayat dari Abu Hurairah RA berikut:
"Sholatilah jenazah saudara kalian." (HR. Bukhari dan Muslim).
Niat Sholat Jenazah untuk Mayit Laki-laki dan Perempuan
Berikut bacaan niat sholat jenazah untuk mayit laki-laki dan perempuan dikutip dari buku Lu'lu' al-Mujmi'at karya Dr. Rajo Bungsu, M.Pd.I.
Niat Sholat Jenazah untuk Mayit Laki-laki
أُصَلِّي عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ (اِمَامًا / مَأْمُوْمًا) فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli 'ala hadzal-mayyiti arba'a takbiratin (imaman/ma'muman) fardha kifayatin lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat sholat atas jenazah (laki-laki) ini empat kali takbir (menjadi imam/makmum) fardhu kifayah karena Allah Ta'ala."
Niat Sholat Jenazah untuk Mayit Perempuan
أُصَلِّي عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ (اِمَامًا / مَأْمُوْمًا) فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli 'ala hadzihil-mayyitati arba'a takbiratin (imaman/ma'muman) fardha kifayatin lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat sholat atas jenazah (perempuan) ini empat kali takbir (menjadi imam/makmum) fardhu kifayah karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Sholat Jenazah
Sholat jenazah memiliki tata cara yang berbeda dengan sholat wajib karena tidak disertai rukuk, sujud, maupun duduk di antara dua sujud. Berikut urutannya.
1. Membaca niat. Niat dilakukan di dalam hati sesuai dengan jenazah yang akan disholatkan.
2. Takbiratul ihram. Mengangkat kedua tangan kemudian mengucapkan takbir pertama.
3. Sesudah takbir pertama, membaca Surah Al-Fatihah hingga selesai.
4. Takbir kedua dan membaca sholawat.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Latin: Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala ali sayyidina Muhammad.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad."
5. Mengucapkan takbir ketiga lalu membaca doa berikut.
Doa untuk jenazah laki-laki:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Latin: Allahumma-ghfir lahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi' madkhalahu, waghsilhu bil-ma'i wats-tsalji wal-baradi, wa naqqihi min al-khathaya kama naqqaitats-tsawbal-abyadha minad-danas, wa abdilhu daran khayran min darihi, wa ahlan khayran min ahlihi, wa zawjan khayran min zawjihi, wa adkhilhul-jannata, wa a'id-hu min 'adzabil-qabri wa 'adzabin-nar.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah kuburnya, bersihkanlah dia dengan air, salju, dan embun. Sucikanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau menyucikan pakaian putih dari kotoran. Gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik dari keluarganya, dan pasangannya dengan pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka."
Doa untuk jenazah perempuan:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا، وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا، وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Latin: Allahumma ighfir laha, warḥamha, wa 'afiha, wa'fu 'anha. Wa akrim nuzulaha, wa wassi' madkhalaha, waghsilha bil-ma'i wats-tsalji wal-baradi. Wa naqqiha minal-khaṭaya kama naqqaytats-tsawbal-abyadha m
inad-danas. Wa abdilha daran khayran min dariha, wa ahlan khayran min ahliha, wa zawjan khayran min zawjiha. Wa adkhilhal-jannata, wa a'idhha min 'adzabil-qabri wa 'adhabin-nar.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah kuburnya, bersihkanlah dia dengan air, salju, dan embun. Sucikanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau menyucikan pakaian putih dari kotoran. Gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik dari keluarganya, dan pasangannya dengan pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka."
6. Takbir keempat dan membaca doa.
Doa untuk jenazah laki-laki:
اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّ بَعْدَهُ وَاغْفِرْلَناَ وَلَهُ
Latin: Allahumma la tahrimna ajrahu wa la taftinna ba'dahu waghfir lana wa lahu
Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau haramkan kami dari pahalanya, dan jangan Engkau timpakan fitnah kepada kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan dia."
Doa untuk jenazah perempuan:
اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهَا
Latin: Allahumma la tahrimna ajraha wa la taftinna ba'daha, waġhfir lana wa laha.
Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau haramkan kami dari pahalanya, dan jangan Engkau timpakan fitnah kepada kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan dia."
7. Salam.

Komentar Terbanyak
Korupsi Makin Parah, MUI Dorong Pemerintah Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor
5 Negara dengan Jumlah Masjid Terbanyak di Dunia, Indonesia Berapa?
Islam Masuk Nusantara Ketika Nabi Muhammad Masih Hidup