Gandeng MUI, Kemenbud Dorong Penguatan Budaya Islam di Indonesia

Gandeng MUI, Kemenbud Dorong Penguatan Budaya Islam di Indonesia

Antara - detikHikmah
Kamis, 02 Jul 2026 14:45 WIB
Kemenbud
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (Foto: Kemenbud)
Jakarta -

Kementerian Kebudayaan berkomitmen memperluas kolaborasi dengan berbagai lembaga, institusi, hingga komunitas untuk memajukan kebudayaan Indonesia, termasuk penguatan budaya Islam. Langkah konkret ini diwujudkan lewat rencana kerja sama strategis dengan Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa pelestarian budaya Islam di Tanah Air terus digenjot melalui perlindungan warisan budaya, baik benda maupun takbenda. Untuk budaya benda, kementerian berfokus mendukung kelestarian masjid-masjid bersejarah sebagai cagar budaya.

Sementara untuk budaya takbenda, dukungan penuh diberikan pada ekspresi budaya Islam hasil akulturasi dengan tradisi lokal. Salah satu program yang diandalkan adalah wadah kreatif bagi anak muda di lingkungan pesantren.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang kita buat platformnya itu salah satunya di bidang film, yaitu Santri Film Festival, yang sekarang menjadi bagian dari kegiatan strategis dan prioritas di Dana Indonesia Raya. Karena kita yakin bahwa di pesantren juga cukup banyak talenta-talenta," ujar Fadli Zon dalam keterangan resminya, Rabu (1/7/2026), dilansir Antara.

Komitmen penguatan budaya ini dibahas dalam pertemuan strategis antara Fadli Zon dan jajaran Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam MUI di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Fadli pun membuka pintu lebar-lebar bagi MUI untuk memanfaatkan fasilitas pendanaan negara yang tersedia.

ADVERTISEMENT

Fadli menjelaskan bahwa Kementerian Kebudayaan memiliki mekanisme pendanaan melalui Dana Indonesia Raya. Dana abadi ini bisa dimanfaatkan oleh komunitas, lembaga, maupun organisasi kebudayaan untuk menyokong program-program strategis.

"Kementerian Kebudayaan mempersilakan Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam MUI mengajukan proposal program sesuai mekanisme yang berlaku, termasuk untuk program penulisan sejarah, penyusunan ensiklopedia, maupun berbagai kegiatan pemajuan kebudayaan lainnya," tutur Fadli.

Dalam pertemuan tersebut, pihak MUI turut memaparkan rencana besar penyelenggaraan Pra-kongres Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) bertajuk "Arah Baru Budaya Islam Indonesia: Budaya Islam sebagai Kekuatan Dakwah, Akar Persatuan, dan Kemajuan Bangsa".

Acara akbar yang dikemas dalam rangkaian "Maestro Summit" ini akan mempertemukan para seniman, budayawan, ulama, hingga tokoh kebudayaan Islam nasional. Gelaran ini dijadwalkan berlangsung pada 18-19 Juli 2026 di Pondok Pesantren Daar El-Qolam, Gintung, Balaraja, Tangerang.

Wakil Sekjen Bidang Seni Budaya MUI, Erick Yusuf, berharap momen "Maestro Summit" tersebut bisa menjadi saksi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kebudayaan dan MUI. Selain itu, MUI juga menodong Fadli Zon untuk hadir memberikan pidato khusus.

Dalam kesempatan itu pula, MUI menyodorkan sejumlah ruang kolaborasi epik kepada Kementerian Kebudayaan. Mulai dari pengembangan Festival Film Santri, penelitian dan penulisan sejarah Islam Indonesia, pengembangan musik Islami seperti kasidah, hingga lomba cipta lagu anak.

Di bidang literasi, kerja sama ini juga akan berfokus pada dokumentasi sejarah. Sejauh ini, telah disusun Ensiklopedi Budaya Islam Indonesia sebanyak tujuh jilid.

Ke depan, proyek ini akan dilanjutkan dengan penyusunan Sejarah Umat Islam Indonesia serta Ensiklopedi Seni Budaya Islam Indonesia, yang ditargetkan mampu mendokumentasikan sekitar 500 unsur budaya Islam dari berbagai pelosok daerah di Indonesia.



(hnh/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads